Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Selasa 19 Mei 2026, Bacaan I Kisah Para Rasul 20:17-27, Bacaan Injil Yohanes 17:1-11a

Fandy Gerungan • Senin, 18 Mei 2026 | 10:30 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Paskah VII (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I Kisah Para Rasul 20:17-27

Karena itu ia menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus.

Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka: "Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini:

dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.

Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu;

aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.

Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ

selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.

Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah.

Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa.

Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 68:10-11.20-21

sehingga kawanan hewan-Mu menetap di sana; dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas, ya Allah.

Tuhan menyampaikan sabda; orang-orang yang membawa kabar baik itu merupakan tentara yang besar:

Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan, ALLAH, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.

Sesungguhnya, Allah meremukkan kepala musuh-Nya, tempurung kepala yang berambut dari orang yang tetap hidup dalam kesalahan-kesalahannya.

Bacaan Injil Yohanes 17:1-11a

Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.

Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.

Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.

Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.

Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu

dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.

Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve Sahabat Muda Katolik!, menjadi orang muda di zaman sekarang memang tidak mudah. Kita hidup di tengah dunia yang ramai, cepat, dan penuh tekanan. Kadang kita ingin terlihat kuat, padahal hati sedang capek. 

Kadang kita tersenyum di depan banyak orang, tetapi sebenarnya sedang bingung tentang masa depan, hubungan, keluarga, bahkan tentang iman sendiri. Di tengah semua itu, bacaan hari ini terasa sangat dekat dengan kehidupan orang muda.

Paulus menunjukkan bahwa mengikuti Tuhan bukan berarti hidup langsung mulus. Ia mengalami penolakan, kesedihan, dan banyak tantangan. Tetapi ada satu hal yang membuatnya tetap berjalan. 

Ia tahu untuk siapa ia hidup. Paulus tidak menjadikan kenyamanan sebagai tujuan utama hidupnya. Ia memilih tetap setia meskipun jalannya berat.

Banyak orang muda hari ini takut gagal, takut tidak diterima, takut tertinggal dari orang lain. Akibatnya, kita sering sibuk membandingkan hidup dengan hidup orang lain. Melihat teman sudah sukses, punya pasangan, punya pencapaian. 

Kita mulai merasa diri kurang berharga. Padahal Tuhan tidak pernah meminta kita menjadi seperti orang lain. Tuhan hanya meminta kita setia pada panggilan hidup kita sendiri.

Yesus dalam Injil juga memperlihatkan sesuatu yang sangat menyentuh. Sebelum menghadapi penderitaan-Nya, Ia justru mendoakan murid-murid-Nya. Artinya, Yesus memikirkan mereka, menjaga mereka, dan tidak meninggalkan mereka sendirian. 

Ini menjadi kabar baik bagi orang muda yang sering merasa sendirian menghadapi hidup. Tuhan tidak pernah benar-benar meninggalkan kita, bahkan ketika kita merasa jauh dari-Nya.

Kadang orang muda berpikir bahwa hidup rohani itu membosankan atau hanya untuk orang yang “terlalu suci.” Padahal iman justru menjadi tempat kita menemukan arah ketika dunia membuat kita kehilangan tujuan. 

Tuhan tidak memanggil orang muda untuk menjadi sempurna dalam semalam. Tuhan memanggil orang muda untuk terus bertumbuh, terus belajar bangkit setelah jatuh, dan tetap berjalan walaupun pelan.

Selain itu, Yesus juga berdoa supaya para murid tetap bersatu. Ini penting sekali untuk orang muda zaman sekarang. Banyak persahabatan rusak karena ego, gengsi, atau salah paham kecil. Banyak orang lebih mudah menghujat daripada mendengarkan. 

Tuhan mengingatkan bahwa kita dipanggil bukan untuk saling menjatuhkan, tetapi saling menguatkan. Orang muda Katolik seharusnya menjadi pembawa damai, bukan penambah keributan.

Mungkin hari ini ada di antara kita yang sedang lelah menjalani hidup, kecewa dengan keadaan, atau mulai kehilangan semangat dalam doa. Ingatlah bahwa Tuhan tetap bekerja dalam proses hidupmu. 

Tidak semua hal harus langsung sempurna sekarang. Kadang Tuhan sedang membentuk hati yang lebih kuat melalui perjuangan yang sedang kita alami.

Karena pada akhirnya, hidup bukan tentang siapa yang paling cepat berhasil atau paling dipuji banyak orang. Hidup adalah tentang apakah kita tetap setia menjadi pribadi yang baik, tetap mengasihi, tetap percaya, dan tetap berjalan bersama Tuhan sampai akhir. (*)

 

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Paskah #omk #Renungan