Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Jumat 22 Mei 2026, Bacaan I Kisah Para Rasul 22:30;23:6-11, Bacaan Injil Yohanes 17:20-26

Fandy Gerungan • Selasa, 19 Mei 2026 | 10:16 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Paskah VII (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I Kisah Para Rasul 22:30;23:6-11

Namun kepala pasukan itu ingin mengetahui dengan teliti apa yang dituduhkan orang-orang Yahudi kepada Paulus. Karena itu pada keesokan harinya ia menyuruh mengambil Paulus dari penjara dan memerintahkan, supaya imam-imam kepala dan seluruh Mahkamah Agama berkumpul. Lalu ia membawa Paulus dari markas dan menghadapkannya kepada mereka.

Dan karena ia tahu, bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya: "Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati."

Ketika ia berkata demikian, timbullah perpecahan antara orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki dan terbagi-bagilah orang banyak itu.

Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya.

Maka terjadilah keributan besar. Beberapa ahli Taurat dari golongan Farisi tampil ke depan dan membantah dengan keras, katanya: "Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini! Barangkali ada roh atau malaikat yang telah berbicara kepadanya."

Maka terjadilah perpecahan besar, sehingga kepala pasukan takut, kalau-kalau mereka akan mengoyak-ngoyak Paulus. Karena itu ia memerintahkan pasukan untuk turun ke bawah dan mengambil Paulus dari tengah-tengah mereka dan membawanya ke markas.

Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: "Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma."

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 16:1-2a.5.7-8.9-10.11

Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.

Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!"

Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.

Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.

Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram;

sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Bacaan Injil Yohanes 17:20-26

Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;

supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.

Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;

dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka."

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve Sahabat Muda Katolik! menjadi orang muda pada zaman sekarang bukanlah hal yang mudah. Banyak anak muda hidup di tengah tekanan untuk selalu terlihat hebat, diterima dalam pergaulan, dan mengikuti apa yang sedang dianggap populer. 

Tidak sedikit pula yang akhirnya merasa lelah karena harus terus menyesuaikan diri dengan harapan orang lain. Di tengah situasi seperti itu, menjaga iman dan nilai hidup yang benar sering kali menjadi perjuangan tersendiri.

Bacaan hari ini memperlihatkan bagaimana Paulus berada di tengah suasana yang penuh pertentangan. Banyak orang saling berdebat dan mempersoalkan dirinya. 

Situasi itu begitu kacau hingga dapat mengancam keselamatannya. Namun Paulus tetap teguh. Ia tidak membiarkan tekanan dan ketakutan membuatnya berhenti menjadi saksi Tuhan.

Hal yang indah dari bacaan ini adalah Tuhan tidak meninggalkan Paulus sendirian. Di saat situasi terasa berat, Tuhan hadir dan menguatkan hatinya. Kehadiran Tuhan memberi keberanian baru agar Paulus tetap melanjutkan tugas hidupnya.

Pengalaman Paulus sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan orang muda masa kini. Ada kalanya kita merasa sendirian ketika berusaha mempertahankan kejujuran di tengah lingkungan yang terbiasa dengan kepalsuan. 

Ada saat ketika kita memilih hidup benar, tetapi justru dianggap berbeda atau tidak sesuai dengan pergaulan. Tidak jarang pula kita merasa lelah menghadapi konflik, tekanan akademik, masalah keluarga, atau kegagalan yang membuat hati kecewa.

Dalam Injil hari ini, Yesus menunjukkan kerinduan agar setiap pengikut-Nya hidup dalam persatuan dan kasih. Dunia saat ini sering dipenuhi perpecahan. 

Media sosial dipenuhi pertengkaran, saling menghina, dan keinginan untuk menjatuhkan satu sama lain. Banyak orang lebih mudah mengomentari kesalahan daripada memberikan dukungan.

Sebagai orang muda Katolik, kita dipanggil untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda. Kehadiran kita seharusnya membawa damai, bukan menambah keributan. 

Kita dipanggil menjadi pribadi yang mampu menghargai orang lain, menjaga perkataan, serta membangun persahabatan yang sehat dan penuh kasih.

Menjadi saksi Kristus tidak selalu berarti melakukan hal-hal besar. Kesaksian iman justru terlihat dari sikap sederhana setiap hari. Ketika kita tetap jujur saat orang lain memilih jalan curang. 

Tetap rendah hati ketika memiliki kelebihan, tetap mengampuni meskipun disakiti, dan tetap setia berdoa di tengah kesibukan, di situlah iman menjadi nyata.

Tuhan tidak mencari orang muda yang sempurna. Tuhan mencari hati yang mau dibentuk dan mau berjalan bersama-Nya. Karena itu, jangan takut menjadi pribadi yang berbeda karena mempertahankan kebaikan. 

Jangan menyerah hanya karena dunia terasa keras. Tuhan selalu hadir untuk menguatkan setiap langkah hidup kita. Semoga kita sebagai orang muda Katolik mampu menjadi pembawa harapan, pembawa damai, dan pembawa kasih di tengah dunia yang sering kehilangan arah. 

Dengan hidup yang baik dan hati yang dekat dengan Tuhan, kita dapat menjadi terang yang membawa sukacita bagi banyak orang. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Paskah #omk #Renungan