Syalom,
Banyak orang mendambakan nama besar dan pujian, tetapi jejak hidupnya justru penuh dengan kebohongan, rasa malu, dan luka yang ditinggalkannya.
Kitab Amsal menunjukkan bagaimana obsesi untuk meninggikan diri pada akhirnya akan berujung dengan kehancuran: “Tinggi hati mendahului kehancuran” (Amsal 18:12).
Jika hati yang sombong membawa kehancuran—bagi diri sendiri maupun orang lain—maka kerendahan hati menuntun kepada hidup yang bermakna dan penuh sukacita. “Kerendahan hati mendahului kehormatan,” kata penulis amsal (ay. 12).
Saat kita menyerahkan hati kepada Allah dan rela melayani sesama, kita membawa penghormatan bagi Dia dan mencerminkan kebaikan-Nya.
Amin.