Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

RHK GMIM Minggu 24 Mei 2026, Kisah Para Rasul 2:29 Warisan Iman Yang Hidup

Aprilia Sahari • Kamis, 21 Mei 2026 | 14:53 WIB
Logo GMIM
Logo GMIM

RHK GMIM Minggu 24 Mei 2026

Kisah Para Rasul 2:29

(29) Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.

Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Seorang cucu menemukan sebuah Alkitab tua di loteng rumah kakeknya. 

Sampulnya telah lusuh, halamannya penuh catatan tangan dan doa-doa pendek yang ditulis dengan tinta biru yang mulai pudar. 

Ia membawanya ke bawah dan bertanya, "Ini milik siapa, Kek?" 

Kakeknya menjawab dengan mata berkaca-kaca, "Itu milik ayahku. Ia membaca Alkitab itu setiap hari. Di situlah ia mencari kekuatan untuk membesarkan kami di tengah kemiskinan dan kesulitan." 

Inilah salah satu contoh nyata dari warisan iman, bukan sekadar benda pusaka, melainkan jejak kehidupan bersama Tuhan Allah yang ditinggalkan untuk generasi berikutnya. 

Ketika Petrus berbicara kepada orang banyak di hari Pentakosta, ia memulai dengan menyebutkan Daud tokoh yang sangat dihormati oleh bangsa Israel.

Dalam Kisah Para Rasul 2:29 (LAI TB 2), Petrus berkata, "Saudara-saudara, aku dapat berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa leluhur kita." 

Ia tidak hanya menegaskan peran Daud sebagai raja atau pemimpin, tetapi sebagai pribadi yang hidupnya dipenuhi oleh janji dan pengharapan kepada Tuhan Allah. 

Petrus tidak sedang memperkenalkan tokoh baru, tetapi mengaitkan janji Tuhan Allah yang sudah diketahui umat yaitu janji Mesias, dengan penggenapannya dalam Yesus Kristus. 

Daud telah mati dan dikuburkan, kuburnya masih ada hingga saat itu. 

Namun iman dan nubuatannya tentang Mesias telah menjadi kenyataan dalam kebangkitan Yesus Kristus.

Di sinilah letak kekuatan warisan iman. 

Meski seseorang telah tiada, imannya tetap hidup, menginspirasi dan mengarahkan generasi setelahnya kepada kebenaran Tuhan Allah. 

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sebagai keluarga Kristen masa kini, kita juga dipanggil untuk memikirkan: apa yang sedang kita wariskan kepada anak-anak dan cucu kita? 

Dunia saat ini menawarkan warisan yang tampak menarik; harta, pendidikan, aset digital, dan lain sebagainya tetapi semua itu tidak ada yang abadi. 

Hanya iman kepada Yesus Kristus yang memberi kehidupan kekal. 

Warisan iman tidak diwariskan lewat teori, melainkan lewat relasi dan keteladanan.

Ketika anak-anak melihat orangtua mereka berdoa bukan hanya saat ibadah, tetapi juga di tengah konflik dan ketidakpastian, mereka belajar percaya.

Ketika mereka melihat kita meminta maaf, mengampuni dan tetap bersyukur di tengah kekurangan, mereka melihat Tuhan Allah bekerja melalui kehidupan nyata. 

Jika kita menerima warisan iman dari generasi sebelumnya, mari kita jaga dan teruskan. 

Tapi jika kita merasa belum memiliki warisan itu, kita bisa mulai sekarang dengan membangun dasar yang kokoh di dalam Yesus Kristus bagi anak-anak kita. Amin

Doa: Ya Bapa di Sorga, kami bersyukur untuk iman yang hidup dalam keluarga kami. Tolong kami agar mampu mewariskannya kepada generasi berikutnya melalui kasih, keteladanan dan kesetiaan kami kepada-Mu. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin. 

Baca Juga: MTPJ GMIM 24-30 Mei 2026, Kisah Para Rasul 2:29-40 Roh Kudus Yang Di Janjikan Itu Dicurahkan-Nya

Editor : Aprilia Sahari
#RHK GMIM Minggu 24 Mei 2026 #RHK #GMIM #Renungan GMIM