RHK GMIM Kamis 28 Mei 2026
Kisah Para Rasul 2:37
(37) Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Di sebuah ibadah keluarga, seorang anak remaja mendengar cerita tentang salib Yesus Kristus.
Ia tampak biasa saja, tetapi malam itu ia tidak bisa tidur.
Ia menulis di buku hariannya, "Aku baru sadar, Yesus Kristus mati untuk aku yang sering cuek sama Dia."
Keesokan harinya, ia minta dibaptis.
Beginilah cara Roh Kudus bekerja, menyentuh hati secara pribadi.
Dalam Kisah Para Rasul 2:37, setelah mendengar khotbah Petrus, "hati mereka sangat terharu" dan bertanya, "Apakah yang harus kami perbuat?"
Reaksi ini bukan karena emosi sesaat, melainkan karena hati mereka benar-benar disentuh oleh kebenaran firman Tuhan Allah.
Mereka sadar bahwa telah menyalibkan Sang Mesias.
Hati yang terharu (Yun: katenugésan ten kardian), yang berarti hati mereka tertusuk secara menyeluruh atau dihujam; menyengat sampai ke inti) adalah tanda pertama dari pertobatan sejati.
Ini adalah hati yang tidak keras, yang bersedia diubah, dikoreksi dan dituntun.
Sikap ini juga yang perlu dibentuk dalam keluarga.
Banyak keluarga Kristen menjaga penampilan luar seperti ibadah teratur, anak ke sekolah minggu, orangtua rajin pelayanan, tapi di dalam hatinya belum benar-benar disentuh oleh kebenaran.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Bagaimana membentuk hati yang terbuka terhadap Tuhan Allah dalam keluarga?
Pertama, dengan membiasakan kejujuran rohani, berani mengakui saat salah, minta maaf dan membuka diri untuk belajar.
Kedua, menciptakan suasana rumah yang penuh kasih dan mencintai firman.
Saat anak merasa aman, dihargai dan dicintai, mereka akan lebih mudah menerima teguran dan kebenaran.
Kita juga perlu berhenti menuntut perubahan dari orang lain sebelum kita sendiri bersedia berubah.
Firman Tuhan Allah bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga untuk orangtua.
Jangan sampai kita menuntut anak bertobat, tapi kita sendiri keras hati.
Mari berdoa agar keluarga kita memiliki hati yang lembut seperti tanah subur, di mana firman Tuhan Allah dapat tumbuh dan menghasilkan buah.
Kita tidak bisa memaksa perubahan hati, tapi kita bisa memohon Roh Kudus untuk bekerja.
Karena hati yang disentuh Tuhan Allah akan membawa hidup yang diperbarui.
Doa: Bapa, sentuhlah hati kami dengan firman-Mu. Lembutkan setiap hati di dalam keluarga kami, agar kami hidup dalam pertobatan dan kasih yang sejati. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Baca Juga: MTPJ GMIM 24-30 Mei 2026, Kisah Para Rasul 2:29-40 Roh Kudus Yang Di Janjikan Itu Dicurahkan-Nya
Baca Juga: RHK GMIM Minggu 24 Mei 2026, Kisah Para Rasul 2:29 Warisan Iman Yang Hidup
Baca Juga: RHK GMIM Senin 25 Mei 2026, Kisah Para Rasul 2:30-31 Pengharapan Yang Melampaui Zaman
Baca Juga: RHK GMIM Selasa 26 Mei 2026, Kisah Para Rasul 2:32-33 Yesus Kristus Hadir Dan Mencurahkan Roh-Nya
Baca Juga: RHK GMIM Rabu 27 Mei 2026, Kisah Para Rasul 2:34-36 Yesus Kristus Adalah Tuhan Atas Segalanya
Editor : Aprilia Sahari