MANADOPOST.ID—Jemaat GMIM Getsemanis Sario Kotabaru (Sakobar) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 pada Minggu (24/5) yang dirangkaikan dengan Ibadah Pentakosta dan Hari Persatuan Pria/Kaum Bapa.
Ibadah syukur tersebut berlangsung penuh khidmat sekaligus menghadirkan nuansa budaya yang mempererat kebersamaan antarjemaat.
Perayaan HUT dipimpin dalam suasana sukacita dan refleksi iman. Khotbah dibawakan Pdt Dr Dan Sompe, M.Teol, M.Pd.K, Wakil Ketua Bidang Misi dan Hubungan Kerjasama BPMS GMIM, dengan dasar pembacaan Alkitab dari Kisah Para Rasul 2:29-40, Khotbah Petrus.
Dalam khotbahnya, Pdt Sompe mengingatkan jemaat agar menjadi orang Kristen yang dinamis dan bukan statis.
Menurutnya, kehidupan iman harus terus bertumbuh dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun dalam pelayanan gereja.
Ia juga mengingatkan pentingnya kualitas kehidupan bergereja di tengah jemaat GMIM Sakobar.
Mulai dari bagaimana pelaksanaan ibadah dalam keluarga, ibadah kolom, hingga tingkat kehadiran jemaat dalam ibadah setiap hari Minggu di gereja.
“Menjadi orang Kristen yang dinamis, bukan statis,” pesan Pdt Sompe dalam khotbahnya.
Pesan khusus juga disampaikan kepada para Pelayan Khusus (Pelsus). Ia mengingatkan agar para pelayan tidak saling menjatuhkan satu sama lain menjelang berakhirnya periode pelayanan yang tinggal beberapa bulan lagi.
“Jangan baku-baku tembak atau saling menjatuhkan. Eratkan persaudaraan,” tegasnya di hadapan jemaat.
Ajakan untuk menjaga kasih dan persatuan juga disampaikan Wakil Ketua BPMJ GMIM Sario Kotabaru, Pnt. Prof. Grevo Gerung. Dalam sambutannya, ia mengatakan perjalanan 71 tahun jemaat menunjukkan keteguhan iman yang terus dipertahankan di tengah perubahan budaya dan perkembangan zaman.
“Selama 71 tahun jemaat hidup dengan iman absolut di tengah kehidupan budaya yang abstrak. Kita tetap mempertahankan iman di tengah budaya yang terus berubah,” ujar Grevo.
Ia juga memberikan penghargaan kepada para pendeta, penatua, dan diaken yang selama puluhan tahun melayani jemaat dengan berbagai karakter dan latar belakang psikologis yang berbeda-beda.
“Selama 71 tahun para pendeta, penatua dan diaken telah melayani jemaat dengan perbedaan karakter dan psikologi. Mari kita hidup senantiasa dengan saling mengasihi antar jemaat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi P/KB Getsemani Sakobar yang juga penanggung jawab Panitia Hari-hari Raya Gereja (HRG), Pnt. Dr. Reinhard Tololiu, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada para khadim, panitia, serta para mantan Ketua BPMJ Sakobar yang hadir dalam perayaan syukur HUT ke-71 jemaat.
Turut hadir dalam ibadah tersebut Camat Sario, Jeremia Yandri Sampul, S.E, yang mewakili Wali Kota Manado.
Perayaan HUT kali ini juga tampil berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di bawah koordinasi Panitia Hari-hari Raya Gereja, para Pelayan Khusus terlihat mengenakan pakaian adat selama ibadah berlangsung.
Selain itu, sejumlah pujian dibawakan menggunakan bahasa daerah yang semakin memperkuat nuansa budaya lokal dalam perayaan gerejawi tersebut.
Usai ibadah, seluruh rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama di halaman gereja. Jemaat dan para pelayan khusus tampak berbaur dalam suasana kekeluargaan dan penuh sukacita.(gel)
Editor : Angel Rumeen