Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Obor GMIM Senin 25 Mei 2026, Kisah Para Rasul 2:29-30 Mesias Yang Bangkit Dan Tak Tergoyahkan

Aprilia Sahari • Senin, 25 Mei 2026 | 09:49 WIB
Obor Pemuda GMIM
Obor Pemuda GMIM

Obor GMIM Senin 25 Mei 2026

Kisah Para Rasul 2:29-30

(29) Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.
(30) Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. 

Sobat Obor, John Calvin adalah reformator asal Prancis yang Tuhan pakai untuk menata teologi dan kehidupan gereja di Jenewa. 

Ia menulis Institutes of the Christian Religion, sebuah  karya sistematis yang menegaskan kedaulatan Allah atas seluruh hidup.

Calvin pernah diusir dari Jenewa karena ketegasannya dalam disiplin gereja.

Banyak orang mungkin akan menyerah, tetapi Calvin kembali melayani karena keyakinannya tidak pada penerimaan manusia. 

Ia percaya Kristus yang bangkit memerintah atas sejarah. 

Kebangkitan bukan sekadar doktrin yang indah, melainkan realitas yang menopang dan ketekunan dalam pelayanan. 

Sobat obor, dalam Kisah Para Rasul 2:29-30, Petrus menjelaskan bahwa Daud telah mati dan dikuburkan, tetapi nubuatnya menunjuk kepada Mesias yang tidak akan tinggal dalam kubur. 

Ini adalah argumen teologis yang kuat: kebangkitan Kristus adalah penggenapan janji perjanjian Alla.

Dalam teologi Reformed, kebangkitan menegaskan dua hal penting: kesetiaan Allah dan kemenangan Kristus.

Allah setia pada janji-Nya kepada Daud bahwa keturunannya akan duduk di takhta selamanya. 

Kristus bangkit sebagai Raja kekal, bukan sekadar tokoh sejarah. 

Kebangkitan adalah deklarasi publik bahwa karya penebusan dan diterima sepenuhnya oleh Bapa. 

Herman Bavinck menekankan bahwa kebangkitan adalah titik balik kosmik: maut dikalahkan, hidup baru dimulai, dan pemerintahan Mesias ditegakkan. 

Tanpa kebangkitan, iman sia-sia; dengan kebangkitan, gereja memiliki dasar yang tidak tergoyahkan.

Kristus hidup, hidup dan karena itu kerajaan-Nya nyata dan aktif. 

Sobat obor, pemuda GMIM hari ini hidup di tengah budaya skeptis, relativis, dan serba instan. 

Banyak yang mempertanyakan iman karena pengaruh konten ateistik, diskusi filsafat populer, atau tekanan akademik.

Ada yang malu mengakui iman karena takut dianggap kolot. 

Namun jika Kristus benar-benar bangkit, maka imanmu berdiri di atas fakta sejarah kokoh, bukan mitos. 

Jangan bangun hidup di atas popularitas atau validasi media sosial. 

Bangunlah di atas Kristus yang hidup.

Rajinlah membaca firman, dalami doktrin, dan berani bersaksi. 

Ketika temam-temanmu meremehkan iman, ingatlah bahwa Raja yang bangkit memegang masa depanmu.

Kebangkitan memberi pengharapan di tengah kegagalan studi, kekecewaan relasi, dan ketidakpastian pekerjaan.

Karena Ia hidup, hidupmu memiliki arah dan tujuan.

Berdirilah teguh, sebab Mesias yang bangkit tidak pernah tergoyahkan, dan di dalam Dia imanmu pun tidak akan runtuh.  Amin.

Baca Juga: Obor GMIM 24-30 Mei 2026, Kisah Para Rasul 2:29-40 Roh Kudus Yang Dijanjikan Itu, Dicurahkan-Nya

Baca Juga: MTPJ GMIM 24-30 Mei 2026, Kisah Para Rasul 2:29-40 Roh Kudus Yang Di Janjikan Itu Dicurahkan-Nya

Baca Juga: RHK GMIM Senin 25 Mei 2026, Kisah Para Rasul 2:30-31 Pengharapan Yang Melampaui Zaman

Editor : Aprilia Sahari
#Pemuda GMIM #Obor GMIM #GMIM #Renungan GMIM