Pembacaan Alkitab : Galatia 6:2-3
TEMA : KASIH KRISTUS SEBAGAI DASAR HIDUP BERSAMA
"Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlan kamu memenuhi hukum Kristus" (ay.2)
Rasul Paulus menegaskan bahwa kehidupan umat Kristen tidak dijalani secara individualistis, melainkan dihidupi dalam relasi yang saling menopang.
Ia harus menuruti apa yang diperintahkan Kristus kepadanya. Salah satu hukum Kristus adalah kasih. Kasih bukan sekadar perkataan, tetapi membuktikan suatu tindakan yang konkret.
Menurut Rasul Paulus, tindakan konkret itu adalah saling bertolong- tolongan dalam menanggung beban. Artinya, persekutuan yang hidup tidak dibangun atas keunggulan rohani, melainkan di atas kasih Kristus yang merendah dan memberi diri.
Rasul Paulus dalam bacaan saat ini, melihat bahwa dibalik upaya untuk melakukan pertolongan kepada sesama, sering kali muncul yang namanya kesombongan rohani.
Menurut Rasul Paulus, kesombongan rohani bertentangan dengan Injil, sebab Injil mengajarkan tentang bagaimana hidup dalam kerendahan hati, solidaritas, dan saling menopang dalam persekutuan.
Kerendahan hati menjadi dasar yang penting dalam membangun persekutuan yang sehat, karena hanya dengan sikap tersebut umat dapat saling menopang dan memulihkan tanpa sikap menghakimi.
Selain itu, sikap sombong rohani dapat menghalangi seseorang untuk menolong sesamanya. Oleh sebab itu, kasih Kristus hendaknya menjadi dasar hidup bersama.
Dalam konteks masa kini, teks ini mengingatkan gereja agar tidak jatuh ke dalam sikap menghakimi atau menjaga jarak dari mereka yang lemah, gagal, atau terluka.
Kasih Kristus memanggil umat untuk hadir, mendengar, dan berjalan bersama, bukan untuk meninggikan diri. Hidup bersama sebagai umat Allah hanya dapat bertumbuh secara sehat apabila setiap anggota menyadari bahwa dirinya hidup oleh kasih karunia yang sama.
Dengan menanggung beban sesama dalam kerendahan hati, gereja sungguh menghadirkan kasih Kristus sebagai dasar kehidupan bersama yang memulihkan dan membangun. Amin.
Doa: Ya Tuhan, berikanlah kami hati yang peduli dengan sesama kami. Amin.
Editor : Clavel Lukas