Upus Ni Mama GMIM 31 Mei-6 Juni 2026
Bacaan Alkitab: Lukas 12:1-12
Tema: "Barangsiapa Menghujat Roh Kudus Tidak Akan Diampuni"
Wanita/Kaum lbu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Pengenalan kita akan Tuhan nampak dari cara hidup kita yang menghormati Tuhan.
Kasih kepada-Nya nampak dalam sikap takut akan Tuhan dan itu dinyatakan dalam segenap kehidupan yang berkenan kepada-Nya.
Bagian Alkitab yang kita baca ini merupakan pengajaran khusus dari Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya.
Ia mengajarkan murid-murid-Nya untuk waspada terhadap kemunafikan yang diibaratkan dengan ragi.
Ragi memiliki ciri khas.
Sedikit saja ia dapat mengembangkan adonan.
Dan biasanya adonan yang telah berkembang karena ragi saat dipukul dapat mengempis.
Kemunafikan dapat memberi pengaruh yang besar dalam hidup.
Ragi di sini menunjuk pada kemunafikan orang Farisi.
Kemunafikan memiliki penampilan luar yang baik bahkan saleh tetapi sebenarnya tidak baik bahkan jahat.
Mereka tidak memiliki kesetiaan, ketaatan dan kasih akan Allah.
Tuhan juga mengajarkan para murid untuk selalu hidup dalam kebenaran dan kejujuran seperti digambarkan dalam bacaan kita saat ini.
Firman Tuhan bahwa yang dikatakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang dan yang dibisikkan akan diberitakan dari atas atap rumah.
Artinya sesuatu yang disembunyikan, yang ditutup-tutupi suatu saat akan ketahuan juga.
Jadi hendaklah bersikap benar, jujur dan apa adanya bukan ada apanya.
Wanita/Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Para murid juga di sapa sebagai sahabat dan diperingatkan untuk tidak takut pada hal-hal yang sementara yang tidak memiliki kekekalan.
Tidak ada siapapun yang dapat ditakuti selain Tuhan yang berkuasa atas hidup dan mati manusia bahkan berkuasa atas sorga dan neraka.
Penyertaan Tuhan dalam hidup murid-muridNya tak dapat diragukan bahkan jumlah rambut di kepalapun Tuhan tahu.
Di mata Tuhan para murid-murid-Nya sangat berharga lebih berharga dari banyak burung pipit.
Selanjutnya Tuhan Yesus mengingatkan murid-murid-nya supaya jangan sampai menyangkal-Nya sebab jika tidak mengakui Tuhan di hadapan manusia maka Tuhanpun tidak akan mengakuinya.
Pengajaran ini mengingatkan murid-murid untuk tetap setia kepada Tuhan walalupun harus berhadapan dengan orang-orang yang munafik, yang akan menyangkal Tuhan.
Murid-murid-Nya hendaklah tetap setia.
Wanita/Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Kita mengimani bahwa Tuhan Allah dalam Yesus Kristus yang kita sembah sebagai Tuhan dan Juru Selamat adalah Allah yang Pengasih dan Penyayang yang sudi mengampuni.
Bahkan dalam Kitab Suci dikatakan sekalipun dosa merah seperti kermizi akan menjadi putih seperti salju sekalipun berwarna merah seperti kain kesumbah akan menjadi putih seperti bulu domba.
Namun ketika membaca bagian Alkitab Lukas 12 : 10 "barangsiapa menghujat Roh Kudus dia tidak akan diampuni" dan sebagaimana juga menjadi tema "Menghujat Roh Kudus tidak akan diampuni."
Jadi bagaimana dengan ayat Alkitab tentang pengampunan dosa yang dikaruniakan kepada kita melalui karya selamat Tuhan Yesus Kristus.
Istilah menghujat berarti menuduh, berkata kasar, memfitnah dengan tujuan menjatuhkan nama baik seseorang.
Murid-murid diingatkan oleh Tuhan untuk tidak menghujat Roh Kudus yaitu suatu penolakan sadar dan terus menerus terhadap Tuhan Yesus, mengeraskan hati dan menuduh bahwa karya keselamatan-Nya, mujizat dan kuasa-Nya bukan pekerjaan Tuhan tapi Iblis.
Seperti itulah yang terjadi saat Tuhan Yesus melepaskan seseorang dari kerasukan setan.
Mereka menyangka Ia melakukan itu karena kuasa Beetzebul (Lukas 11 : 14 — 23).
Menghujat Roh Kudus juga berkaitan dengan mengutuki Tuhan menuduh Tuhan dengan kuasa-Nya melakukan hal-hal yang jahat.
Cara hidup yang terus menerus menyangkal Yesus dan kuasa-nya sampai orang itu mati dengan demikian ia tidak memperoleh pengampunan.
Atau orang yang menghujat Roh Kudus, menolak Yesus Kristus dan meremehkan karya penyelamatan-Nya, dengan menghina pekerjaan Roh Kudus, menolak kebenaran, tanpa ada penyesalan tentu kematiannya adalah kematian dalam kebinasaan dan pengampunan dosa tidak berlaku baginya.
Wanita/Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Melalui Firman Tuhan ini kita diingatkan untuk tetap setia di dalam Tuhan.
Buka hati untuk Roh Kudus bekerja dan menempati hati kita.
Jadilah saksi-Nya yang setia.
Mengikut Yesus maka harus menyatakan imannya di hadapan orang.
Harus mengakui Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat di hadapan manusia.
Ini komitmen iman yang tidak boleh diingkari.
Sebab pengingkaran akan komitmen iman berarti menyangkal Dia dan itu bukanlah hal yang Tuhan mau.
Menyangkal Tuhan akan mendatangkan akibat fatal bagi manusia.
Mengimani Tuhan Yesus harus diwujudkan dalam ketaatan dan kesetiaan kepada-Nya.
Benar bahwa Tuhan adalah Allah yang mengampuni tetapi jika kita tidak setia dan sampai ajal datang kita tidak hidup dalam pembaharuan dan pertobatan maka janji hidup kekal tidak akan digenapi-Nya tapi jika kita taat dan setia hidup benar tanpa kemunafikan maka janji-janji-Nya akan digenapi atas kita. Amin.
Pertanyaan untuk diskusi:
1. Mengapa tidak boleh menghujat Roh Kudus sebagaimana tema perenungan saat ini?
2. Bagaimana kita memahami bahwa Tuhan Yesus sudi mengampuni segala dosa kita?
3. Apa yang harus dilakukan dalam hidup sebagai wanita kaum ibu agar kita tidak menghujat Roh Kudus?
Baca Juga: MTPJ GMIM 31 Mei-6 Juni 2026, Lukas 12:1-12 Barangsiapa Menghujat Roh Kudus Tidak Akan Diampuni
Editor : Aprilia Sahari