Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Jumat 5 Juni 2026, Bacaan I 2 Timotius 3:10-17, Bacaan Injil Markus 12:35-37

Fandy Gerungan • Rabu, 3 Juni 2026 | 15:43 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Perayaan Wajib St. Bonifacius (Warna Liturgi Merah)

Bacaan I 2 Timotius 3:10-17

Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.

Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya.

Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,

sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.

Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.

Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 119:157.160.161.165.165.166.168

Pengejar dan lawanku banyak, tetapi aku tidak menyimpang dari peringatan-peringatan-Mu.

Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya.

Pembesar-pembesar mengejar aku tanpa alasan, tetapi hanya terhadap firman-Mu hatiku gemetar.

Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka.

Aku menantikan keselamatan dari pada-Mu, ya TUHAN, dan aku melakukan perintah-perintah-Mu.

Aku berpegang pada titah-titah-Mu dan peringatan-peringatan-Mu, sebab seluruh hidupku terbuka di hadapan-Mu.

Bacaan Injil Markus 12:35-37

Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: "Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud?

Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.

Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve Sahabat Muda Katolik!, Orang muda hidup di zaman yang penuh pilihan. Setiap hari kita dibanjiri berbagai informasi, tren, opini, dan gaya hidup yang terus berubah. Apa yang dianggap benar hari ini bisa dianggap salah besok. 

Apa yang sedang viral saat ini mungkin akan dilupakan beberapa minggu kemudian. Di tengah situasi seperti ini, muncul pertanyaan penting: apa yang menjadi pegangan hidup kita?.

Dalam bacaan hari ini, Paulus mengingatkan Timotius untuk tetap berpegang pada kebenaran yang telah diterimanya. Ia tidak hanya mewariskan pengetahuan, tetapi juga teladan hidup. 

Timotius melihat sendiri bagaimana iman, kesabaran, kasih, dan ketekunan dijalani dalam berbagai situasi, termasuk saat menghadapi penderitaan.

Pesan ini sangat relevan bagi orang muda zaman sekarang. Banyak anak muda merasa bingung menentukan arah hidup karena terlalu banyak suara yang ingin memengaruhi mereka. 

Ada tekanan untuk tampil sempurna di media sosial, mengikuti standar pergaulan tertentu, atau mengejar pengakuan dari orang lain. Akibatnya, tidak sedikit yang kehilangan jati diri dan hidup hanya untuk memenuhi ekspektasi lingkungan.

Sebagai orang muda Katolik, kita dipanggil untuk memiliki fondasi yang kuat. Fondasi itu bukan sekadar pendapat teman, tren internet, atau apa yang sedang populer. 

Fondasi itu adalah Tuhan dan firman-Nya. Ketika hidup dibangun di atas dasar yang kokoh, kita tidak mudah goyah meskipun diterpa berbagai tantangan.

Dalam Injil, Yesus mengajak orang banyak untuk memahami diri-Nya lebih dalam. Banyak orang saat itu hanya melihat apa yang tampak di permukaan. Namun Yesus menunjukkan bahwa karya Allah jauh lebih besar daripada yang dapat dipahami oleh manusia.

Sering kali kita juga mengenal Tuhan hanya di permukaan. Kita mengenal nama-Nya, datang ke gereja, bahkan mengikuti kegiatan rohani. Namun apakah kita sungguh mengenal hati-Nya?. 

Apakah kita memberi ruang bagi-Nya untuk membimbing keputusan-keputusan penting dalam hidup kita?. Tuhan tidak ingin menjadi sekadar bagian kecil dari hidup kita. Ia ingin menjadi pusat hidup kita. 

Ketika Tuhan menjadi pusat hidup, pilihan-pilihan kita akan lebih bijaksana. Kita tidak mudah terjebak dalam pergaulan yang merusak, tidak mudah menyerah ketika gagal, dan tidak mudah kehilangan harapan ketika menghadapi masalah.

Menjadi orang muda Katolik bukan berarti hidup tanpa tantangan. Justru kadang-kadang memilih yang benar membuat kita berbeda dari banyak orang. Mungkin kita dianggap kuno karena mempertahankan nilai-nilai iman. 

Mungkin kita diejek karena memilih jujur ketika orang lain memilih jalan pintas. Namun ingatlah bahwa karakter yang kuat tidak dibentuk oleh kenyamanan, melainkan oleh kesetiaan dalam melakukan yang benar.

Hari ini, Tuhan mengajak kita untuk tidak sekadar ikut arus dunia. Ia mengundang kita menjadi pribadi yang memiliki arah, tujuan, dan fondasi yang jelas. 

Dunia membutuhkan lebih banyak orang muda yang berani hidup dalam kebenaran, bukan sekadar mengikuti apa yang sedang populer. Maka tanyakanlah kepada dirimu sendiri: siapa yang paling memengaruhi hidupku saat ini?. Media sosial, teman-teman, atau Tuhan?. 

Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan ke mana langkah hidupmu diarahkan. Semoga kita menjadi generasi muda Katolik yang tidak hanya cerdas dalam pikiran, tetapi juga kuat dalam iman, teguh dalam prinsip, dan berani menjadi terang bagi dunia di mana pun kita berada. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #omk #Renungan