Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

MTPJ GMIM 7-13 Juni 2026, Mazmur 92:1–16 Memberitakan Kasih Setia-Mu Di Waktu Pagi Dan Kebenaran-Mu Di Waktu Malam

Clavel Lukas • Rabu, 3 Juni 2026 | 16:15 WIB
Logo GMIM
Logo GMIM

MTPJ GMIM 7 – 13 Juni 2026

TEMA BULANAN:
“Penginjilan Dan Pendidikan Dalam Kehambaan Yang Mengucap Syukur”

TEMA MINGGUAN :
“Memberitakan Kasih Setia-Mu Di Waktu Pagi Dan Kebenaran-Mu Di Waktu Malam”

Bacaan Alkitab: Mazmur 92:1–16

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Pada masa kini banyak orang kelelahan karena hidup dengan rutinitas tanpa jeda dan tanpa makna, dengan gaya hidup cenderung konsumtif, kompetitif dan penuh keluhan.

 Kehidupan modern yang sibuk dan penuh tekanan sering membuat orang lupa merenung dan bersyukur.

 Banyak orang di pagi hari langsung disibukkan dengan telepon seluler, pekerjaan, masalah dan lupa bersyukur.

Di malam hari tidak ada ruang untuk evaluasi diri, doa malam, renungan singkat dan mengucap syukur atas kasih setia Tuhan. 

Baca Juga: Renungan Mazmur 92:1–16, Memberitakan Kasih Setia-Mu Di Waktu Pagi Dan Kebenaran-Mu Di Waktu Malam

Spiritualitas hanya muncul saat krisis, sukacita atau ketika beribadah di hari Minggu. Maka, di dunia yang penuh dengan ketidakpastian secara ekonomi, kesehatan, iklim dan konflik, orang percaya perlu membentuk sikap syukur dan pujian sebagai gaya hidup dan bukan sekadar aktivitas agama. Seharusnya relasi dengan Tuhan adalah relasi di setiap waktu. 

Oleh karena itu tema perenungan adalah Minggu ini “MEMBERITAKAN KASIH SETIA-MU DI WAKTU PAGI DAN KEBENARAN-MU DI WAKTU MALAM.”

PEMBAHASAN TEMATIS.

Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)

Nama Kitab Mazmur dalam LXX (Septuaginta) adalah Psalmoi. LXX adalah Kitab Perjanjian Lama Ibrani yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani.

Kata Yunani Psalmoi dari kata kerja psallô yang artinya “memetik atau mendentingkan,” mula-mula digunakan untuk permainan alat musik petik.

 Kemudian kata itu menunjukkan nyanyian (psalmos) atau kumpulan nyanyian (psaltêrion). Dalam Lukas 20:42, dipakai judul dalam bahasa Yunani secara utuh Kitab Mazmur (biblios psalmôn).

Dalam bahasa Ibrani ada kata mizmor yang artinya sebuah nyanyian yang dinyanyikan dengan iringan musik, namun judul Kitab Mazmur dalam bahasa Ibrani adalah tehillim artinya puji-pujian atau nyanyian pujian.

Mazmur 92:1-16 menurut isinya digolongkan dalam Mazmur Madah (kata-kata pujian) yakni seruan untuk beribadah di hari Sabat.

Sabat adalah hari yang dikuduskan Tuhan Allah dan harus disucikan dengan menjauhkan diri dari kesibukan kerja (Yes. 58:13). 

Umat mengabdikan diri dengan memuji dan menyembah Tuhan Allah. Dasar dari pujian (madah) adalah tindakan yang tunduk dan patuh (ibadah) yang mencerminkan kemuliaan Tuhan Allah di dunia. 

Mazmur 92 bercirikan kegembiraan yang mendalam terhadap Tuhan Allah yang adil dan murah hati. Mazmur ini dinyanyikan pada pembukaan perayaan Sabat, yang dimulai pada sore hari setelah matahari terbenam.

Ayat 2-4 Bersyukur kepada Tuhan itu baik. Kata baik (Ibr. tōb,) artinya menyenangkan, patut, benar dan mempesona. Di ayat 2 kalimat menyanyikan syukur (Ibr. ləhōdōwt) artinya mengucapkan terima kasih.

 ləhōdōwt adalah kata kerja kausatif yang menjelaskan karena tindakan yang dilakukan oleh Tuhan Allah (Ibr. Yahweh) dengan menunjukkan keadilan maka pemazmur mengucapkan terima kasih.

Menyanyikan mazmur (Ibr. ūləzammêr) artinya menyanyikan pujian dengan sungguh-sungguh (khusyuk) bagi Yang Mahatinggi (Ibr. 'elyōwn). Perlu diperhatikan bahwa nama Tuhan digunakan sampai tujuh kali (ayat 2, 5, 6, 9, 10, 14, 16). 

Tujuh adalah simbol kesempurnaan Ilahi (Kej. 2:2, 3), karena Tuhan Yang Mahatinggi itu sempurna maka sepatutnya saat menyanyikan pujian haruslah dengan serius, penuh penyerahan dan sepenuh hati.

Isi nyanyian pujian di ayat 3 adalah tentang Tuhan sebagai sumber kasih (Ibr. hasdekā; kasih karunia, kebaikan) dan kesetiaan (we'ĕmūnātəkā; keteguhan, keandalan).

Memberitakan kasih setia Tuhan Allah pada saat fajar pagi sebab telah melalui bahaya dan kesepian di malam hari karena saat tidur, tubuh tidak berdaya dan tidak sadar. 

Pemazmur memberitakan (Ibr. əhaggîd) tentang kesetiaan Tuhan yang dapat diandalkan lewat perlindungan dari kedahsyatan malam dan panah yang terbang di waktu siang (Mzm. 9:5). 

Pagi dan malam merujuk pada waktu yang berbeda dalam satu hari, artinya kebaikan Tuhan Allah dapat dipercaya karena berlaku dalam keseluruhan siklus waktu. 

Ayat 4, alat musik sepuluh tali, gambus dan kecapi digunakan untuk mengiringi nyanyian pujian atas pemeliharaan Tuhan Allah. Di bait suci yang memainkan alat musik saat perayaan adalah orang Lewi (1 Taw. 16:4, 5).

Ayat 5-12, Motif ucapan syukur. Bernyanyi dengan sukacita dan dalam kegembiraan karena pekerjaan (perbuatan) Tuhan Allah (Mzm. 90:16).

Pemazmur mengucap syukur karena Tuhan Allah telah membuatnya bersukacita dan bersorak-sorai. Dia telah menyatakan kasih setia-Nya yang teguh sehingga dia mengungkapkannya dengan rasa kagum. 

Perbuatan Tuhan Allah yang besar dan penuh rahasia ini tidak dimengerti oleh orang bodoh dan bebal (Ibr. Baar; bodoh) dan bebal (Ibr. Kesil: Tolol, Dungu), mereka adalah lawan (seteru) pemazmur. 

Mereka tidak memahami dan menyadari bahwa hanya Tuhan Allah yang sanggup melakukan pekerjaan-pekerjaan besar dan yang patut dipuja serta disembah untuk selama-lamanya. Keangkuhan orang bodoh dan bebal akan membawa mereka pada kebinasaan

Di ayat 11-12, “meninggikan tanduk” berarti Tuhan membuat pemazmur siap dan berani untuk menghadapi musuh-musuhnya. Tanduk adalah lambang kekuatan dan kekuasaan (Mzm. 132:17). 

Tuhan Allah juga menuangkan minyak baru sebagai tanda kesegaran dan kebahagiaan yang akan dialami pemazmur. Karena kasih setia Tuhan ini pemazmur tidak takut lagi menghadapi lawannya dan dia sangat bersyukur.

Ayat 13-16, Berkat orang benar. Orang benar kontras dengan orang bodoh, bebal, fasik dan orang yang berbuat jahat. Orang fasik bertunas tetapi akan segera dimusnahkan untuk selama-lamanya (lihat ayat 8).

Sebaliknya orang benar bertunas dan bertumbuh subur seperti pohon korma dan pohon aras di Libanon. Keduanya adalah gambaran tentang kekuatan dan panjang umur di Timur Dekat Kuno. 

Pohon korma bertumbuh di daerah oasis yakni daerah subur dan terpencil di tengah gurun yang memiliki mata air atau sungai. Tingginya bisa mencapai 10-20 meter dengan daun-daunnya yang hijau. 

Pohon berumur panjang yang menyediakan makanan bagi manusia dan hewan. Buahnya manis dan lezat serta cocok untuk makanan bagi penduduk di daerah yang panas. 

Itulah sebabnya pohon korma itu melukiskan keadaan bahagia dan diberkati. Kayunya juga untuk berbagai peralatan rumah tangga.

Demikian juga pohon aras Libanon, tingginya bisa mencapai 30 meter dan besar batangnya bisa lebih dari 2 meter. Pohon ini dikaitkan dengan umur panjang, keagungan, kekuatan dan simbol kerajaan.

Raja Hiram dari Tirus mengirim kayu dari pohon aras Libanon untuk membangun istana Daud (2 Sam. 5:11) dan kepada Salomo untuk pembangunan bait suci di Yerusalem (1 Raja-Raja. 5:6-10). 

Orang benar yang di tanam di bait Tuhan artinya mereka tetap dekat dengan Tuhan Allah dan Bait-Nya itu akan membuat mereka menikmati berkat Tuhan Allah baik sejak masa muda sampai di masa tua. 

Pengalaman dengan Tuhan Allah akan mereka beritakan di sepanjang hidup mereka. Berita tentang Tuhan Allah yang selalu berbuat adil dan benar dalam perjalanan hidup mereka. 

Begitulah kehidupan orang benar, mereka akan selalu subur dan segar karena tanah tempat bertumbuhnya ialah bait Tuhan. Tuhan Allah adalah gunung batu pemazmur karena tidak ada kecurangan pada-Nya. 

Gunung batu biasanya dihubungkan dengan perlindungan (Mzm. 94:22) namun dalam ayat ini menunjuk pada keadilan dan kebenaran.

MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN.

  1. Suatu keistimewaan bagi orang percaya diizinkan untuk memuji Tuhan atas kasih setia-Nya dan berharap untuk diterima di pagi dan malam hari, tidak hanya pada hari Sabat tetapi setiap waktu, tidak hanya di depan umum, tetapi secara pribadi di dalam keluarga.

  2. Orang percaya harus memiliki kehidupan rohani yang berakar pada pujian dan syukur. Hal ini bukan hanya soal ritual agama seperti ibadah rutin di hari Minggu atau di kolom dan BIPRA. Tetapi sikap bakti dan tindakan yang dilandasi rasa hormat, takjub dan kagum kepada Tuhan yang sempurna dan adil.

  3. Orang fasik kelihatan hidupnya makmur namun mereka tidak akan bertahan. Sebaliknya, orang benar bertumbuh dan berbuah bahkan sampai di masa tua. Berkat rohani tidak selalu tampak langsung tetapi berakar lebih dalam dan bertahan lama.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Apa yang saudara pahami tentang “Memberitakan Kasih Setia-Mu di Waktu Pagi dan Kebenaran-Mu di Waktu Malam,” menurut Mazmur 92:1-16.

  2. Mengapa menurut pemazmur, memuji dan bersyukur kepada Tuhan itu baik?

  3. Bagaimana kita bisa tetap bertumbuh dan berbuah dalam iman seperti pohon korma dan pohon aras meskipun dalam kesulitan dan pergumulan?

NAS PEMBIMBING: Mazmur 143:8

POKOK-POKOK DOA:

  1. Agar jemaat mengagumi dan memuji kebesaran karya Tuhan dalam kehidupan pribadi, keluarga, gereja dan masyarakat.

  2. Kiranya jemaat dijauhkan dari jalan orang fasik dan tidak iri kepada keberhasilan yang sementara.

  3. GMIM bertumbuh dalam kebenaran dan berakar kuat dalam Tuhan seperti pohon korma dan pohon aras.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU BENTUK I

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Panggilan Beribadah: KJ. No.1 “Haleluya! Pujilah”

Nas Pemb: PKJ No. 14 “Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan”

Pengakuan Dosa: KJ No. 42 “Tuhan, Kasihani”

Pemberitaan Anugerah Allah: DSL. No. 133 “Ni’mat Besar”

Pengakuan Iman: KJ No. 38 “T’lah Ku Temukan Dasar Kuat”

Hukum Tuhan: KJ. No. 466a “Ya Tuhan, Isi Hidupku”

Pembacaan Alkitab: KJ No. 50a “Sabda-Mu Abadi”

Persembahan: NNBT No. 15 “Hai Seluruh Umat Tuhan”

Penutup: KJ No. 426 “Kita Harus Membawa Berita”

ATRIBUT

Warna Dasar Hijau dengan Simbol Salib dan Perahu di atas Gelombang.

Editor : Clavel Lukas
#mtpj hari ini #mtpj gmim #MTPJ #GMIM #Renungan