Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Sabtu 6 Juni 2026, Bacaan I 2 Timotius 4:1-8, Bacaan Injil Markus 12:38-44

Fandy Gerungan • Kamis, 4 Juni 2026 | 10:33 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Biasa (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I 2 Timotius 4:1-8

Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.

Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 71:8-9.14-15ab.16-17.22

Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu, dengan penghormatan kepada-Mu sepanjang hari.

Janganlah membuang aku pada masa tuaku, janganlah meninggalkan aku apabila kekuatanku habis.

Tetapi aku senantiasa mau berharap dan menambah puji-pujian kepada-Mu;

mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya.

Aku datang dengan keperkasaan-keperkasaan Tuhan ALLAH, hendak memasyhurkan hanya keadilan-Mu saja!

Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib;

Akupun mau menyanyikan syukur bagi-Mu dengan gambus atas kesetiaan-Mu, ya Allahku, menyanyikan mazmur bagi-Mu dengan kecapi, ya Yang Kudus Israel.

Bacaan Injil Markus 12:38-44

Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar,

yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,

yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat."

Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.

Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.

Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.

Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve Sahabat Muda Katolik!, kita hidup di zaman yang unik. Hampir setiap hari kita melihat orang-orang menampilkan versi terbaik dirinya di media sosial. 

Foto yang sempurna, pencapaian yang dipamerkan, gaya hidup yang tampak menyenangkan, dan berbagai pencitraan lainnya. Akibatnya, banyak orang muda merasa harus selalu terlihat hebat agar dihargai.

Namun bacaan hari ini mengajak kita melihat sesuatu yang berbeda. Yesus tidak tertarik pada mereka yang hanya ingin terlihat hebat di depan banyak orang. 

Sebaliknya, perhatian-Nya tertuju kepada seorang janda miskin yang hampir tidak diperhatikan siapa pun. Ia tidak memiliki banyak hal untuk diberikan, tetapi ia memberikan dengan hati yang penuh kepercayaan kepada Tuhan.

Pesan ini sangat relevan bagi orang muda. Sering kali kita berpikir bahwa kita harus memiliki banyak bakat, uang, pengaruh, atau prestasi agar bisa berguna bagi Tuhan. Padahal Tuhan tidak pertama-tama melihat apa yang kita miliki, melainkan hati yang kita bawa.

Mungkin kamu bukan orang yang paling populer di sekolah atau kampus. Mungkin kamu tidak memiliki nilai terbaik, jumlah pengikut terbanyak, atau kemampuan yang paling menonjol. 

Namun jika kamu memiliki hati yang tulus, mau membantu teman yang kesulitan, tetap jujur ketika orang lain memilih jalan pintas, dan tetap berdoa meskipun sedang sibuk, semua itu sangat berharga di mata Tuhan.

Bacaan pertama juga menunjukkan sosok Paulus yang menjelang akhir hidupnya merasa damai karena telah menyelesaikan tugas yang dipercayakan Tuhan. 

Ia tidak berbicara tentang ketenaran atau kekuasaan. Yang membuatnya bersukacita adalah karena ia tetap setia. Inilah tantangan terbesar bagi orang muda zaman sekarang. 

Bukan sekadar memulai sesuatu dengan semangat, tetapi bertahan dan setia. Banyak orang bersemangat mengikuti Tuhan saat semuanya berjalan lancar. 

Namun ketika menghadapi kegagalan, ditolak teman, mengalami masalah keluarga, atau merasa doanya tidak dijawab, tidak sedikit yang mulai menjauh dari Tuhan.

Melalui bacaan hari ini, Tuhan mengajak kita untuk menjadi generasi yang berani hidup dalam kebenaran, bukan sekadar mengikuti apa yang sedang populer. 

Menjadi generasi yang tetap berbuat baik meskipun tidak mendapat pujian. Menjadi generasi yang setia kepada Tuhan bahkan ketika dunia menawarkan banyak jalan yang lebih mudah.

Jangan pernah meremehkan hal-hal kecil yang kamu lakukan karena kasih. Senyuman yang menguatkan teman, bantuan kepada orang yang membutuhkan, kesediaan melayani di gereja, atau waktu yang kamu sisihkan untuk berdoa. 

Mungkin semuanya terlihat kecil, tetapi Tuhan melihatnya dengan penuh sukacita. Hari ini, Tuhan tidak meminta kita menjadi orang yang paling hebat. Tuhan hanya meminta kita menjadi pribadi yang tulus dan setia. 

Sebab di tangan Tuhan, hati yang sederhana dan setia dapat menghasilkan buah yang luar biasa. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #omk #Renungan