Syalom,
Pemazmur mengenali perilaku rusa yang haus dan mungkin ketakutan. Rusa itu “merindukan” (Mzm. 42:2), suatu kata yang menunjukkan kehausan dan kelaparan yang besar, hingga timbul perasaan takut mati jika keadaan tidak berubah.
Pemazmur lalu menyamakan seekor rusa yang begitu haus dengan kerinduannya kepada Allah: “demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah” (ay. 2).
Seperti air yang sangat kita butuhkan, Allah adalah sumber pertolongan kita yang senantiasa hadir. Kita merindukan-Nya karena Dia memberikan kekuatan yang baru dan menyegarkan hidup kita yang letih.
Kita pun diperlengkapi untuk siap menghadapi apa saja yang mungkin terjadi dalam perjalanan kita.
Amin.