Tema: "Dipimpin oleh Roh Kudus dan Menghargai Berkat Tuhan"
"Terpujilah TUHAN, Allah tuanku Abraham, yang tidak menarik kembali kasih dan setia-Nya terhadap tuanku itu."
Kejadian 24:27
Kejadian pasal 24 dan 25 memperlihatkan kepada kita dua pelajaran penting dalam perjalanan iman, yaitu pentingnya hidup dalam tuntunan Tuhan dan pentingnya menghargai berkat yang telah Tuhan percayakan.
Dalam Kejadian 24, Abraham mengutus hambanya untuk mencarikan seorang istri bagi Ishak. Hamba itu tidak mengandalkan kemampuannya sendiri, melainkan terlebih dahulu berdoa dan memohon petunjuk Tuhan.
Tuhan menjawab doanya dengan mempertemukannya dengan Ribka. Melalui peristiwa ini, kita melihat bahwa Tuhan adalah Allah yang setia dan sanggup menuntun setiap langkah orang yang mencari kehendak-Nya.
Sebagai umat Pentakosta, kita percaya bahwa Roh Kudus diberikan untuk memimpin kehidupan orang percaya. Karena itu, setiap keputusan, baik yang besar maupun yang kecil, seharusnya dibawa dalam doa.
Ketika kita berserah kepada Tuhan, Dia akan menunjukkan jalan yang terbaik sesuai dengan rencana-Nya.
Sementara itu, Kejadian 25 memperlihatkan kisah Esau yang menjual hak kesulungannya kepada Yakub hanya demi semangkuk makanan. Esau lebih mementingkan kepuasan sesaat daripada menghargai berkat yang telah diberikan kepadanya.
Akibatnya, ia memandang rendah sesuatu yang sebenarnya sangat berharga.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi kita pada zaman sekarang. Tidak sedikit orang yang rela mengorbankan kehidupan rohani, integritas, bahkan hubungan dengan Tuhan demi kenikmatan dunia yang sifatnya sementara.
Kesibukan, ambisi, harta, atau keinginan daging dapat membuat seseorang kehilangan fokus terhadap hal-hal yang bernilai kekal.
Kejadian 24 mengajarkan kita untuk mencari kehendak Tuhan, sedangkan Kejadian 25 mengingatkan kita untuk tetap menghargai berkat dan panggilan yang Tuhan berikan. Keduanya saling melengkapi.
Sebab, orang yang hidup dalam pimpinan Tuhan harus juga memiliki hati yang menghargai anugerah-Nya dan tidak menukarnya dengan sesuatu yang sementara.
Melalui karya Roh Kudus, kita dimampukan untuk berjalan dalam ketaatan, memiliki hikmat dalam mengambil keputusan, serta tetap setia menjaga berkat dan panggilan yang telah Tuhan percayakan kepada kita.
Jangan sampai kita seperti Esau yang memandang rendah hak kesulungannya, tetapi marilah kita seperti hamba Abraham yang mengutamakan Tuhan dalam setiap langkah hidupnya.
Pelajaran Hidup
- Tuhan setia memimpin orang yang mencari kehendak-Nya.
- Setiap keputusan harus dibawa dalam doa dan dipimpin oleh Roh Kudus.
- Berkat dan panggilan Tuhan lebih berharga daripada kenikmatan sesaat.
- Orang percaya dipanggil untuk hidup dalam ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan.
Pertanyaan Renungan
- Apakah saya sudah melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan hidup saya?
- Apakah ada hal-hal duniawi yang mulai membuat saya mengabaikan berkat rohani yang Tuhan berikan?
- Apakah saya tetap menghargai panggilan dan kasih karunia Tuhan dalam hidup saya?
Doa
Bapa di surga, terima kasih atas kasih dan kesetiaan-Mu yang tidak pernah berubah. Ajarlah kami untuk selalu mencari kehendak-Mu dan hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Jagalah hati kami agar tidak memandang rendah berkat dan panggilan yang telah Engkau berikan. Mampukan kami untuk tetap setia dan mengutamakan perkara-perkara yang kekal di atas segala sesuatu yang sementara. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Editor : Deiby Rotinsulu