Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Rabu 17 Juni 2026, Bacaan I 1 2 Raja-Raja 2:1.6-14, Bacaan Injil Matius 6:1-6.1

Fandy Gerungan • Senin, 15 Juni 2026 | 09:26 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir
Pekan Biasa ke XI (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I 1 2 Raja-Raja 2:1.6-14

Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal.

Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan." Jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu berjalanlah keduanya.

Lima puluh orang dari rombongan nabi itu ikut berjalan, tetapi mereka berdiri memandang dari jauh, ketika keduanya berdiri di tepi sungai Yordan.

Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering.

Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu." Jawab Elisa: "Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu."

Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi."

Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!" Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan.

Sesudah itu dipungutnya jubah Elia yang telah terjatuh, lalu ia berjalan hendak pulang dan berdiri di tepi sungai Yordan.

Ia mengambil jubah Elia yang telah terjatuh itu, dipukulkannya ke atas air itu sambil berseru: "Di manakah TUHAN, Allah Elia?" Ia memukul air itu, lalu terbagi ke sebelah sini dan ke sebelah sana, maka menyeberanglah Elisa.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 31:20.21.24

Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah.

Terpujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib pada waktu kesesakan!

Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!

Bacaan Injil Matius 6:1-6.16-18

"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.

Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

"Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,

supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve Sahabat Muda Katolik! pernahkah kamu mengunggah sesuatu di media sosial lalu diam-diam menunggu berapa banyak yang memberi tanda suka, komentar, atau membagikannya?. 

Atau mungkin kamu pernah melakukan sesuatu yang baik, tetapi merasa kecewa karena tidak ada yang menghargainya?.

Kita hidup di zaman ketika pengakuan terasa sangat penting. Semakin banyak orang melihat, semakin kita merasa berharga. Namun bacaan hari ini mengajak kita melihat nilai hidup dari sudut pandang yang berbeda.

Elisa dalam bacaan pertama menunjukkan kesetiaan yang luar biasa. Ia terus mengikuti Elia sampai akhir, meskipun perjalanannya tidak mudah. Ia tidak mencari ketenaran. Ia tidak sibuk membuktikan dirinya kepada orang lain. 

Yang ia lakukan hanyalah tetap setia pada panggilannya dan percaya kepada Tuhan. Karena kesetiaan itulah, Tuhan mempersiapkannya untuk melanjutkan karya besar yang telah dimulai oleh Elia.

Sementara itu, dalam Injil, Yesus mengingatkan bahwa hidup rohani bukanlah pertunjukan. Berbuat baik, berdoa, dan berkorban tidak perlu dilakukan agar mendapat pujian. 

Tuhan lebih tertarik pada hati yang tulus daripada penampilan yang mengesankan. Pesan ini sangat relevan bagi orang muda saat ini. Kadang kita lebih sibuk membangun citra daripada membangun karakter. 

Kita ingin terlihat baik, terlihat rohani, terlihat sukses, terlihat bahagia. Padahal Tuhan tidak melihat "feed" media sosial kita. Tuhan melihat isi hati kita.

Menjadi murid Kristus berarti berani menjadi diri sendiri di hadapan Tuhan. Berdoa meskipun tidak ada yang melihat. Membantu teman tanpa perlu diumumkan. Melayani di gereja tanpa berharap dipuji. Tetap jujur meskipun tidak ada yang mengawasi.

Dunia mengajarkan kita untuk mencari perhatian. Tuhan mengajarkan kita untuk mencari ketulusan.

Elisa menerima warisan rohani bukan karena ia terkenal, tetapi karena ia setia. Demikian juga, Tuhan dapat melakukan hal-hal besar melalui hidupmu bukan karena jumlah pengikutmu, prestasimu, atau popularitasmu, melainkan karena kesetiaanmu kepada-Nya setiap hari.

Jadi, ketika tidak ada yang memperhatikan usahamu untuk menjadi pribadi yang lebih baik, jangan menyerah. Ketika tidak ada yang memuji pelayananmu, jangan berkecil hati. Ketika perjuanganmu melawan godaan tidak diketahui siapa pun, tetaplah berjuang. Tuhan melihat semuanya.

Hari ini, Tuhan mengundangmu untuk menjadi generasi yang autentik: bukan generasi yang hanya tampak baik di luar, tetapi generasi yang sungguh-sungguh mencintai Tuhan dari dalam hati. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #omk #Renungan