Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

RHK GMIM Jumat 26 Juni 2026, Kejadian 9:12-15 Pelangi: Tanda Perjanjian Kekal Allah

Aprilia Sahari • Kamis, 18 Juni 2026 | 10:45 WIB
Logo GMIM
Logo GMIM

RHK GMIM Jumat 26 Juni 2026

Kejadian 9:12-15

(12) Dan Allah berfirman: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya: 
(13) Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. 
(14) Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, 
(15) maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus. 
Beberapa tahun terakhir ini, muncul istiiah bahasa cinta (love language).

Konsep ini sangat digemari oleh kebanyakan  milenial dan Gen Z karena hendak menunjukkan bahwa setiap orang memiliki perbedaan signifikan dalam menunjukkan perasaan cinta terhadap pasangan.

Layaknya perbedaan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, suatu pasangan tidak akan bisa memahami atau merasa dicintai ketika pasangan mereka "berbicara" menggunakan bahasa cinta (love language) yang berbeda bagi satu sama lain. 

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus. 
Dalam kisah tentang Nuh dan air bah, istilah pelangi (Ibr. Qešet) menjadi wujud bahasa cinta Tuhan Allah kepada dunia. 

Qešet yang memang berarti busur (Ing: bow) bisa merujuk pada dua bentuk. 

Pertama, sebagai busur panah qešet menjadi media untuk membidik sasaran dan melukainya. 

Kedua, sebagai busur di awan (Ibr. 'c-inãn) yang menenangkan manusia karena itulah tanda cinta Tuhan Allah bagi dunia.

Warna pelangi yang cantik melambangkan kemuliaan dan kemurahan-Nya. 

Dalam tradisi mistik Yahudi (Kabbalah), pelangi adalah tanda kehadiran (Ibr. shekinah) yakni sisi feminin Tuhan Allah. 

Imajinasi shekinah adalah rahim ibu, menunjukkan sebuah kehadiran yang hangat dan melindungi. 

Bahkan bagi orang Yahudi, ada doa khusus yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah ketika melihat pelangi. 

Ini menunjukkan bahwa pelangi bukan semata peristiwa alam, tapi juga sebuah momen spiritual. 

Jauh setelah zaman Nuh, ketika bumi yang baru dipenuhi oleh semua keturunannya, hadirnya pelangi setelah hujan dan badai menderu mendatangkan ketenangan bagi kita. 

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus. 
Terlepas dari semua badai yang datang menghampiri kehidupan kita, percayalah bahwa badai sebesar apapun pasti akan berlalu. 

Seiring berakhimya badai, kita dapat menyaksikan kehadiran indahnya pelangi. 

Ingat bahwa pelangi tidak akan muncul tanpa didahului badai. 

Sebagaimana pelangi adalah tanda perjanjian Tuhan Allah yang penuh kasih bagi dunia, maka setiap menyaksikan kehadiran pelangi, kita pun merasakan penyertaan-Nya yang nyata. 

Namun, kasih Tuhan Allah tidak hanya terbatas melalui kehadiran pelangi, tapi juga melalui penyertaan-Nya saat badai itu datang. 

Pada akhimya kita memahami bahwa cinta Tuhan Allah tidak terbatas pada satu cara, tanda dan bahasa tertentu. 

Tuhan Allah mengasihi kita dan ekspresi cinta-Nya terlihat melalui segala sesuatu.

Sadarilah, rasakanlah, pekalah terhadap cinta Tuhan Allah itu dan jalinlah hubungan yang lebih dalam dan bermakna bersama Dia. Amin. 

Doa: Ya Tuhan Allah Pengasih, ajarilah kami untuk lebih peka menyadari betapa besamya dan dalamnya kasih-Mu bagi kami. Mampukanlah kami untuk merasakan penyertaan-Mu dalam setiap badai hidup yang datang. Dan pakailah kami untuk terus mengasihi sesama ciptaan sebagai wujud cinta kepada-Mu. Kami berdoa dalam nama Anak-Mu Yesus Kristus. Amin. 

Baca Juga: RHK GMIM Minggu 21 Juni 2026, Kejadian 9:1-2 Berkat Dan Tanggung Jawab

Baca Juga: RHK GMIM Senin 22 Juni 2026, Kejadian 9:3-4 Menjalani Ketidaknyamanan Dalam Ketaatan

Baca Juga: RHK GMIM Selasa 23 Juni 2026, Kejadian 9:5-6 Menghargai Kehidupan

Baca Juga: RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Kejadian 9:7 Membangun Keluarga Yang Diberkati

Baca Juga: RHK GMIM Kamis 25 Juni 2026, Kejadian 9:8-11 Perjanjian Damai Atas Seluruh Ciptaan

Editor : Aprilia Sahari
#RHK GMIM Jumat 26 Juni 2026 #RHK #GMIM #Renungan GMIM