Perjalanan hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Ada saat-saat ketika kesetiaan dan kebaikan yang kita lakukan seolah tidak dihargai.
Namun melalui kisah Yusuf dalam Kejadian 40–41, kita melihat bahwa Tuhan tidak pernah melupakan orang yang tetap setia kepada-Nya.
Pada waktu yang telah ditetapkan-Nya, Tuhan sanggup mengubah penderitaan menjadi kemuliaan dan mengangkat umat-Nya untuk menjadi berkat bagi banyak orang.
Kejadian 40: Yusuf Tetap Setia di Tengah Penantian
Di dalam penjara, Yusuf bertemu dengan juru minuman dan juru roti raja Mesir yang sama-sama mengalami mimpi. Yusuf tidak mengandalkan hikmatnya sendiri, tetapi berkata:
“Bukankah Allah yang mempunyai arti mimpi? Cobalah ceritakan kepadaku.” (Kejadian 40:8)
Melalui pertolongan Tuhan, Yusuf dapat menjelaskan arti kedua mimpi tersebut dengan tepat. Juru minuman dipulihkan pada jabatannya, sedangkan juru roti dihukum mati sesuai dengan tafsiran yang telah disampaikan Yusuf.
Sebelum juru minuman keluar dari penjara, Yusuf meminta agar ia mengingat dirinya di hadapan Firaun. Namun Alkitab mencatat:
“Tetapi kepala juru minuman itu tidak ingat kepada Yusuf, melainkan melupakannya.” (Kejadian 40:23)
Bagi manusia, dilupakan merupakan hal yang menyakitkan. Namun meskipun dilupakan manusia, Yusuf tidak menjadi pahit hati dan tidak meninggalkan Tuhan. Ia tetap setia menantikan waktu Tuhan.
Pelajaran bagi kita
- Tuhan tidak pernah melupakan anak-anak-Nya.
- Penantian bukan berarti Tuhan meninggalkan kita.
- Kesetiaan dalam masa-masa sulit sedang membentuk karakter dan iman kita.
Kejadian 41: Waktu Tuhan Membawa Pemulihan
Dua tahun kemudian, Firaun bermimpi dan tidak seorang pun dapat menjelaskan arti mimpi itu. Pada saat itulah juru minuman teringat kepada Yusuf. Tuhan memakai momen tersebut untuk membuka jalan bagi Yusuf.
Ketika dibawa menghadap Firaun, Yusuf berkata:
“Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun.” (Kejadian 41:16)
Yusuf tetap merendahkan diri dan memberikan kemuliaan kepada Tuhan. Melalui hikmat yang Tuhan berikan, ia menjelaskan bahwa akan datang tujuh tahun kelimpahan yang diikuti oleh tujuh tahun kelaparan. Yusuf juga memberikan strategi untuk menghadapi masa yang sulit tersebut.
Melihat hikmat yang ada pada Yusuf, Firaun mengangkatnya menjadi penguasa kedua di Mesir.
“Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku dan kepada perintahmulah seluruh rakyatku akan taat.” (Kejadian 41:40)
Dari seorang tahanan, Yusuf diangkat menjadi pemimpin besar. Semua itu terjadi bukan karena kekuatan Yusuf sendiri, melainkan karena penyertaan Tuhan.
Pelajaran bagi kita
- Tuhan sanggup mengubah keadaan dalam sekejap sesuai waktu-Nya.
- Kerendahan hati membuka jalan bagi kemuliaan Tuhan dinyatakan.
- Berkat yang Tuhan berikan kepada kita bertujuan agar kita menjadi berkat bagi banyak orang.
Makna Pantekosta bagi Kehidupan Kita
Perayaan Pantekosta mengingatkan bahwa Roh Kudus diberikan kepada orang percaya untuk memperlengkapi dan memampukan mereka menjalani panggilan Tuhan.
Seperti Yusuf yang dipenuhi hikmat dan hidup dalam penyertaan Tuhan, demikian pula Roh Kudus menolong kita untuk tetap setia, memiliki pengharapan, dan menjalankan tanggung jawab yang Tuhan percayakan.
Roh Kudus mengajar kita untuk:
- Tetap percaya ketika jalan hidup terasa gelap.
- Tidak menjadi pahit ketika dilupakan atau disalahmengerti.
- Menunggu waktu Tuhan dengan iman.
- Memakai setiap kesempatan untuk memuliakan nama Tuhan.
Perenungan
- Apakah saya tetap setia kepada Tuhan ketika doa-doa saya belum dijawab?
- Apakah saya masih percaya bahwa Tuhan mempunyai waktu yang terbaik?
- Apakah saya siap dipakai Tuhan menjadi berkat bagi orang lain ketika Dia mengangkat saya?
Doa
Bapa di dalam surga, terima kasih karena Engkau tidak pernah melupakan anak-anak-Mu. Ajarlah kami untuk tetap setia seperti Yusuf, sekalipun harus melewati masa penantian dan kesulitan. Penuhi kami dengan Roh Kudus-Mu agar kami memiliki hikmat, kerendahan hati, dan pengharapan yang teguh. Kami percaya bahwa pada waktu-Mu yang indah, Engkau sanggup mengubah keadaan kami dan memakai hidup kami menjadi berkat bagi banyak orang. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Ayat Pegangan
Editor : Deiby Rotinsulu“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakan untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.”
(Kejadian 50:20) (*)