Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Kamis 2 Juli 2026, Bacaan I Amsal 7:10-17, Bacaan Injil Matius 9:1-8

Fandy Gerungan • Selasa, 30 Juni 2026 | 09:52 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Biasa ke XIII (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I Amsal 7:10-17

Lalu Amazia, imam di Betel, menyuruh orang menghadap Yerobeam, raja Israel, dengan pesan: "Amos telah mengadakan persepakatan melawan tuanku di tengah-tengah kaum Israel; negeri ini tidak dapat lagi menahan segala perkataannya.

Sebab beginilah dikatakan Amos: Yerobeam akan mati terbunuh oleh pedang dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan."

Lalu berkatalah Amazia kepada Amos: "Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah makananmu di sana dan bernubuatlah di sana!

Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci kerajaan."

Jawab Amos kepada Amazia: "Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan.

Tetapi TUHAN mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan TUHAN berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel.

Maka sekarang, dengarlah firman TUHAN! Engkau berkata: Janganlah bernubuat menentang Israel, dan janganlah ucapkan perkataan menentang keturunan Ishak.

Sebab itu beginilah firman TUHAN: Isterimu akan bersundal di kota, dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang; tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur, engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan."

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 19:8.9.10.11

Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya.

Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya,

lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah.

Lagipula hamba-Mu diperingatkan oleh semuanya itu, dan orang yang berpegang padanya mendapat upah yang besar.

Bacaan Injil Matius 9:1-8

Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.

Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."

Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah."

Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?

Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?

Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" ?lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu?:"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"

Dan orang itupun bangun lalu pulang.

Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve Sahabat Muda Katolik!, bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak selalu memilih orang yang paling hebat. Amos bukanlah tokoh terkenal. Ia hanyalah seorang pekerja biasa. 

Tidak ada gelar, tidak ada jabatan, tidak ada latar belakang yang membuatnya tampak istimewa. Namun justru orang sederhana inilah yang dipercaya Tuhan untuk menjalankan sebuah misi besar.

Ini menjadi kabar baik bagi kita. Tuhan tidak menunggu kita menjadi sempurna baru kemudian memakai kita. Justru di tengah segala keterbatasan, Tuhan bisa melakukan karya yang luar biasa, asalkan kita mau berkata, "Ya Tuhan, aku siap."

Sayangnya, menjadi orang yang melakukan hal benar tidak selalu membuat kita disukai. Amos mengalami penolakan karena keberaniannya menyampaikan kebenaran. 

Dunia memang sering lebih nyaman dengan kebohongan yang menyenangkan daripada kebenaran yang mengajak berubah. Sebagai orang muda, kamu mungkin pernah mengalami hal yang sama. Ketika memilih jujur saat teman-teman memilih menyontek. 

Ketika menolak ikut bergosip. Ketika tidak mau mengikuti tren yang bertentangan dengan iman. Ketika memilih datang ke gereja sementara teman-teman lebih memilih hal lain. Kadang kamu dianggap aneh, terlalu rohani, atau bahkan dijauhi.

Namun justru di situlah identitasmu sebagai murid Kristus diuji. Dalam Injil, ada kisah seorang lumpuh yang dibawa kepada Yesus. Yang menarik bukan hanya mukjizat yang terjadi, tetapi juga karena ada orang-orang yang tidak menyerah untuk membawa temannya kepada Tuhan. 

Mereka percaya bahwa bersama Yesus selalu ada harapan. Orang muda zaman sekarang juga bisa mengalami "kelumpuhan". Bukan kelumpuhan fisik, tetapi kelumpuhan semangat. 

Ada yang kehilangan arah hidup, kecanduan media sosial, terjebak pornografi, sulit mengampuni, merasa tidak berharga, atau hidup hanya demi validasi dari jumlah "like" dan "followers". Dari luar tampak baik-baik saja, tetapi di dalam hati sebenarnya sedang lelah.

Yesus ingin memulihkan semua itu. Ia tidak hanya melihat penampilan luar atau pencapaian kita. Ia melihat isi hati. Ia ingin menyembuhkan akar persoalan sehingga kita bisa bangkit dan melangkah dengan hidup yang baru.

Pertanyaannya, siapa yang sedang kamu andalkan?. Apakah kamu lebih percaya pada penilaian dunia, atau pada kasih Tuhan?. Apakah kamu berani datang kepada Yesus dengan segala kelemahanmu, atau justru terus menyembunyikannya?.

Selain itu, Injil juga mengajak kita menjadi sahabat yang membawa orang lain semakin dekat kepada Tuhan. Mungkin bukan dengan khotbah panjang, tetapi dengan mendengarkan teman yang sedang sedih, mengajak mereka ikut Misa, mendoakan mereka, atau menunjukkan kasih melalui tindakan sederhana. 

Kadang satu ajakan kecil bisa menjadi awal perubahan besar dalam hidup seseorang. Orang muda Katolik dipanggil bukan untuk menjadi terkenal, tetapi menjadi terang. 

Dunia tidak membutuhkan lebih banyak orang yang mencari perhatian. Dunia membutuhkan lebih banyak anak muda yang berani hidup dalam kejujuran, kasih, dan iman.

Hari ini, Tuhan kembali bertanya kepada kita: "Maukah kamu menjadi pribadi yang Aku utus?" Mungkin kamu merasa biasa saja. Tidak masalah. Karena sejak dahulu, Tuhan memang senang memakai orang-orang biasa untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #omk #Renungan