Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Sabtu 4 Juli 2026, Bacaan I Amsal 9:11-15, Bacaan Injil Matius 9:14-17

Fandy Gerungan • Selasa, 30 Juni 2026 | 14:57 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Biasa ke XIII (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I Amsal 9:11-15

"Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala,

supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku," demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini.

"Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman TUHAN, "bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran.

Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya.

Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka," firman TUHAN, Allahmu.

Demikianlah Sabda Tuhan 

U. Terpujilah Kristus

Mazmur 85:9.11-12.13-14

Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita.

Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.

Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya.

Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.

Bacaan Injil Matius 9:14-17

Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"

Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.

Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve Sahabat Muda Katolik!, menjadi orang muda di zaman sekarang berarti hidup di tengah dunia yang terus berubah. Setiap hari ada tren baru, teknologi baru, gaya hidup baru, bahkan cara berpikir baru. 

Kita terbiasa meng-update aplikasi, mengganti ponsel, atau memperbarui media sosial agar tidak ketinggalan zaman. Namun, pernahkah kita berpikir, kapan terakhir kali kita meng-upgrade hati kita?.

Bacaan hari ini mengajak kita melihat bahwa Allah adalah Allah yang selalu membawa pembaruan. Ketika umat-Nya mengalami kehancuran, Allah tidak membiarkan mereka tenggelam dalam keputusasaan. 

Sebaliknya, Ia menjanjikan masa depan yang penuh harapan, pemulihan, dan kehidupan yang kembali berbuah. Ini menunjukkan bahwa kegagalan bukanlah akhir cerita ketika kita berjalan bersama Tuhan.

Kabar baik ini sangat penting bagi orang muda. Mungkin ada yang pernah gagal masuk sekolah impian, gagal dalam hubungan, kehilangan semangat belajar, atau merasa hidupnya tidak sebaik teman-temannya. 

Kadang media sosial membuat kita merasa tertinggal dan tidak cukup baik. Namun Tuhan berkata melalui bacaan hari ini bahwa selalu ada kesempatan untuk memulai kembali. Bersama-Nya, tidak ada hidup yang terlalu rusak untuk dipulihkan.

Dalam Injil, Yesus berbicara tentang anggur baru yang membutuhkan kantong baru. Pesannya sederhana tetapi sangat dalam. Tuhan ingin memberikan hidup yang baru, tetapi kita juga harus memiliki hati yang siap menerima pembaruan itu.

Sering kali kita ingin Tuhan mengubah hidup kita, tetapi kita sendiri tidak mau berubah. Kita berdoa meminta damai, tetapi masih menyimpan kebencian. Kita ingin menjadi pribadi yang lebih baik. 

Tetapi tetap mempertahankan kebiasaan yang merusak. Kita berharap relasi dengan Tuhan semakin dekat, tetapi waktu kita justru lebih banyak dihabiskan untuk scrolling media sosial daripada berdoa.

Yesus mengingatkan bahwa hidup baru membutuhkan hati yang baru. Tidak cukup hanya tampil sebagai orang Katolik di gereja atau mengunggah kutipan rohani di media sosial. Yang Tuhan lihat adalah isi hati dan kesediaan kita untuk terus bertumbuh.

Sebagai orang muda, kita dipanggil menjadi "kantong baru" yang siap menerima karya Roh Kudus. Artinya, kita mau belajar, mau dikoreksi, mau mengampuni, mau meninggalkan dosa, dan berani mengambil keputusan yang benar meskipun berbeda dari arus pergaulan.

Menjadi murid Kristus bukan berarti hidup tanpa tantangan. Justru di tengah tekanan, godaan, dan perubahan zaman, kita dipanggil menjadi pribadi yang membawa harapan. Dunia membutuhkan orang muda yang bukan hanya pintar mengikuti tren, tetapi juga berani mengikuti Kristus. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #omk #Renungan