Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Senin 6 Juli 2026, Bacaan I Hosea 2:3.14b-15.18-19, Bacaan Injil Matius 9:18-26

Fandy Gerungan • Kamis, 2 Juli 2026 | 10:44 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Biasa XIV (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I Hosea 2:3.14b-15.18-19

Dan Aku akan menghukum dia karena hari-hari ketika dia membakar korban untuk para Baal, berhias dengan anting-antingnya dan kalungnya, dan mengikuti para kekasihnya dan melupakan Aku," demikianlah firman TUHAN.

"Sebab itu, sesungguhnya, Aku ini akan membujuk dia, dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya.

Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir.

Aku akan mengikat perjanjian bagimu pada waktu itu dengan binatang-binatang di padang dan dengan burung-burung di udara, dan binatang-binatang melata di muka bumi; Aku akan meniadakan busur panah, pedang dan alat perang dari negeri, dan akan membuat engkau berbaring dengan tenteram.

Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Tuhan

Mazmur  145:2-3.4-5.6-7.8-9

Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.

Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga.

Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu.

Semarak kemuliaan-Mu yang agung dan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.

Kekuatan perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat akan diumumkan mereka, dan kebesaran-Mu hendak kuceritakan.

Peringatan kepada besarnya kebajikan-Mu akan dimasyhurkan mereka, dan tentang keadilan-Mu mereka akan bersorak-sorai.

TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.

TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

Bacaan Injil Matius 9:18-26

Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup."

Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.

Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.

Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."

Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,

berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia.

Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.

Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve Sahabat Muda Katolik!, menjadi orang muda bukanlah hal yang mudah. Ada begitu banyak hal yang menarik perhatian kita. Media sosial menuntut kita untuk selalu tampil sempurna. 

Lingkungan pergaulan sering kali membuat kita takut berbeda. Tugas kuliah atau pekerjaan menyita waktu. Belum lagi tekanan untuk segera sukses, menemukan pasangan hidup, atau memenuhi ekspektasi keluarga.

Tanpa kita sadari, semua itu bisa membuat hati kita perlahan menjauh dari Tuhan. Kita mungkin masih datang ke gereja, tetapi doa menjadi sekadar rutinitas. 

Kita masih mengenakan salib di leher, tetapi keputusan hidup lebih banyak dipengaruhi oleh tren daripada oleh iman.

Namun kabar baik dari bacaan hari ini adalah bahwa Tuhan tidak pernah berhenti mengejar hati anak-anak-Nya.

Dalam bacaan pertama, Tuhan digambarkan bukan sebagai Pribadi yang ingin menghukum, tetapi sebagai Bapa yang rindu memulihkan hubungan dengan umat-Nya. 

Meskipun manusia berkali-kali mengecewakan-Nya, kasih Tuhan tidak pernah habis. Dia terus mengundang, menenangkan hati yang gelisah, dan membuka kembali pintu harapan.

Bukankah itu juga yang sering kita alami?. Saat kita merasa gagal karena jatuh dalam dosa yang sama, ketika kita merasa doa kita tidak lagi sungguh-sungguh. 

Ketika kita mulai mempertanyakan apakah Tuhan masih peduli kepada kita, justru pada saat itulah Tuhan sedang menunggu kita kembali. Dia tidak menagih kesempurnaan. Dia hanya menginginkan hati yang mau pulang.

Injil hari ini memperlihatkan dua orang yang datang kepada Yesus dengan keadaan yang sangat berbeda. Seorang ayah sedang menghadapi kehilangan yang begitu besar. 

Sementara seorang perempuan telah bertahun-tahun memikul penderitaan tanpa menemukan jalan keluar. Keduanya memiliki satu kesamaan: mereka tidak menyerah untuk berharap kepada Yesus.

Sebagai orang muda, mungkin "penyakit" kita bukan pendarahan atau kehilangan anggota keluarga. Bisa jadi yang kita alami adalah rasa insecure, overthinking, kecanduan media sosial, luka karena ditolak, hubungan yang berantakan, rasa kesepian, atau kecemasan tentang masa depan.

Sering kali kita mencoba menyelesaikan semuanya sendirian. Kita mencari jawaban dari internet, mengikuti motivator, atau menutupi luka dengan kesibukan. Semua itu tidak selalu salah. Namun jangan sampai kita lupa datang kepada Yesus.

Yesus tidak pernah menolak siapa pun yang datang kepada-Nya dengan iman. Dia tidak bertanya seberapa sempurna hidup seseorang. Dia melihat keberanian orang itu untuk percaya.

Kadang-kadang kita berpikir, "Nanti kalau hidupku sudah lebih baik, baru aku serius ikut pelayanan." Atau, "Kalau aku sudah berhenti melakukan dosa ini, baru aku pantas berdoa."

Padahal justru sebaliknya. Kita datang kepada Tuhan bukan karena sudah suci, tetapi supaya disucikan. Kita datang bukan karena sudah kuat, tetapi karena kita membutuhkan kekuatan-Nya.

Orang muda yang hebat bukanlah mereka yang tidak pernah jatuh. Orang muda yang hebat adalah mereka yang selalu bangkit dan kembali kepada Tuhan setiap kali jatuh.

Hari ini Tuhan mengajak kita untuk kembali mempercayakan hidup kepada-Nya. Mungkin yang perlu kita lakukan bukan sesuatu yang besar. Mulailah dengan doa yang sederhana tetapi tulus. 

Datanglah ke Misa dengan hati yang terbuka. Luangkan waktu membaca Kitab Suci. Beranilah terlibat dalam komunitas OMK. Dari langkah-langkah kecil itu, Tuhan akan bekerja mengubah hidup kita sedikit demi sedikit.

Jangan takut jika hidupmu belum sempurna. Jangan malu jika imanmu masih naik turun. Yang terpenting adalah jangan berhenti datang kepada Yesus. 

Sebab selama kita masih mau melangkah menuju-Nya, selalu ada harapan, selalu ada pemulihan, dan selalu ada masa depan yang indah bersama Tuhan. (*)

 

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #omk #Renungan