Syalom,
Nabi Yesaya mengundang kita untuk mengenal Allah sebagai Pribadi yang membawa kehidupan ke tempat tandus. Ia mengingatkan orang Israel di tengah kegersangan masa pembuangan mereka bahwa Allah “membuat sungai-sungai memancar,” sanggup “membuat padang gurun menjadi telaga”, dan menumbuhkan di padang gurun “pohon aras [dan] pohon penaga” (Yes. 41:18-19).
Walau kita mungkin tidak melihat wajah tersenyum di lereng bukit, seluruh alam ciptaan dapat mengingatkan kita pada kuasa penebusan Allah atas dunia dan atas kehidupan kita, bahkan di tengah kehancuran atau ancaman sekalipun.
Marilah kita mencari wajah-Nya, sumber pengharapan dan sukacita kita di tengah pergumulan yang ada.
Amin.