Peristiwa dalam 2 Raja-Raja 6:16-17 mengisahkan bangsa Aram yang mengepung bangsa Israel. Dari sudut pandang manusia, kekuatan bangsa Aram jauh lebih besar dibandingkan bangsa Israel.
Situasi tersebut membuat siapa pun merasa takut dan putus asa.
Hal yang sama dialami oleh bujang Elisa.
Ia hanya melihat keadaan dengan mata jasmani. Ketika melihat pasukan Aram yang begitu besar, ia dipenuhi ketakutan karena merasa Israel tidak memiliki kekuatan untuk melawan.
Namun, Elisa memiliki cara pandang yang berbeda. Ia tidak hanya melihat apa yang tampak oleh mata, tetapi juga percaya kepada kuasa Allah yang bekerja di balik keadaan. Inilah pelajaran penting bagi setiap orang percaya.
Dalam kehidupan saat ini, banyak persoalan yang seolah-olah mengepung iman kita.
Masalah ekonomi, kesehatan, keluarga, pekerjaan, maupun berbagai pergumulan hidup sering kali membuat kita takut dan kehilangan pengharapan.
Seperti bujang Elisa, kita terkadang hanya melihat besarnya masalah sehingga tidak mampu melihat kuasa, mujizat, dan keajaiban Tuhan yang sedang bekerja.
Apa yang Menghalangi Mata Rohani Kita?
Firman Tuhan menunjukkan bahwa ada hal-hal yang dapat menghalangi seseorang melihat pekerjaan Allah.
Lukas 24:16 ada sesuatu yang menghalangi mata mereka.
Lalu muncul pertanyaan, apakah yang menghalangi mata kita?
Firman Tuhan menjawab:
Yeremia 5:25 kesalahanmu menghalagi, dan dosamu yang menghambat yang baik dari padamu.
Yesaya 59:1-2 tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan dan pendengarannya tidak kurang tajam, yang memisahkan kita adalah kejahatan kita.
Sering kali bukan Tuhan yang menjauh dari kita, tetapi dosa dan pelanggaranlah yang menjadi penghalang sehingga kita sulit melihat karya-Nya dalam kehidupan.
Dosa Membuat Pandangan Menjadi Kabur
Dosa secara umum diartikan sebagai melenceng dari sasaran atau tidak hidup sesuai dengan kehendak Allah.
Salah satu bentuk dosa adalah tidak beribadah kepada Tuhan.
Keluaran 4:22-23 ibadah mempunyai harga hidup dan mati, pentingnya ibadah.
Selain itu, dosa juga terlihat ketika seseorang tidak melakukan perintah Tuhan dan tidak taat kepada kehendak-Nya.
Sebagai manusia, kita mengakui bahwa menaati Tuhan bukanlah perkara yang mudah. Kelemahan dan keterbatasan sering membuat kita gagal melakukan apa yang benar.
Namun, ketika kita berjalan bersama Tuhan, Dia sendiri yang memampukan kita untuk hidup dalam ketaatan.
Yohanes 16:13 Tuhan menjanjikan kepada kita Roh penolong, yang akan memampukan dan menyempurnakan kita.
Karena itu, kita perlu terus berdoa seperti pemazmur:
Mazmur 119:18 singkapkan mataku untuk melihat keajaibanmu Tuhan.
Ketika kita menyadari dosa-dosa kita, jalan keluarnya adalah datang kembali kepada Tuhan.
1raja raja 8:35:1yoh 1:9 berbalik pada Tuhan, mengakui segala dosa, karena dia Allah yang setia dan adil, maka Tuhan akan mengampuni dosa kita.
Saat kita sungguh-sungguh bertobat, Tuhan bukan hanya mengampuni, tetapi juga memulihkan keadaan kita.
Rencana Tuhan Lebih Besar dari Rencana Manusia
Dalam perjalanan hidup, kenyataan sering kali tidak sesuai dengan harapan kita.
Lukas 24:21
Murid-murid Yesus berharap Mesias datang sebagai Raja yang membebaskan Israel. Namun yang mereka lihat justru Yesus mati di kayu salib. Harapan mereka seakan hancur.
Padahal, rencana Tuhan selalu lebih besar daripada rencana manusia. Apa yang tampak sebagai kegagalan ternyata menjadi jalan keselamatan bagi seluruh umat manusia.
Sering kali kita gagal melihat pekerjaan Tuhan karena kita memandang masalah lebih besar daripada Tuhan sendiri. Fokus kita tertuju pada persoalan, bukan kepada Allah yang sanggup menolong.
Firman Tuhan juga mengingatkan:
Pengkhotbah 11:4 Mengandalkan kekuatan sendri atau cari jalan keluar dari dunia ini.
Ketika kita hanya mengandalkan kemampuan sendiri, kita akan mudah kehilangan pengharapan. Sebaliknya, Tuhan menghendaki agar kita tetap percaya kepada-Nya.
Percaya, Bukan Sekadar Melihat
Salah satu penyebab kita gagal melihat kuasa Tuhan adalah karena kita hanya mempercayai apa yang dapat dilihat oleh mata.
Apa yang kita lihat itulah yang sering kita percaya.
Namun, jalan orang benar bukan karena melihat, melainkan karena percaya kepada Tuhan.
Yesus sendiri berkata:
Lukas 24:25 hati yang lamban dan tidak percaya segala sesuatu yang dikatakan para nabi.
Hati yang lamban menggambarkan orang yang bodoh. Kepercayaannya sangat dipengaruhi oleh logika, keadaan, dan situasi sehingga mudah bimbang terhadap janji firman Tuhan.
Karena itu, Kitab Amsal memberikan nasihat yang sangat penting.
Amsal 12:15 jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tapi yang mendengarkan nasihat dia orang bijak.
Dan kembali firman Tuhan mengingatkan:
Amsal 3:5 percaya kepada Tuhan dengan segenap hatimu jangan bersandar pada pengertian mu sendiri.
Iman sejati tidak dibangun di atas apa yang terlihat, melainkan pada keyakinan bahwa Tuhan tetap bekerja sekalipun mata jasmani belum melihat jawabannya.
Tuhan Membukakan Mata Iman
Rasul Paulus juga berdoa agar setiap orang percaya memiliki mata rohani yang terang.
Efesus 1:18 supaya ia menjadikan matamu terang.
Mengapa mata rohani perlu diterangi?
Karena Tuhan hadir di tengah-tengah umat-Nya.
Kolose 1:27 yesus ada ditengah-tengah kita.
Bahkan Yesus sendiri memberikan janji yang luar biasa.
Yohanes 1:51 Yesus menubuatkan kita akan melihat malaikat Allah turun naik kepada kita manusia. Ada malaikat Tuhan yang terus melindungi kita.
Ketika kita hidup melekat kepada Tuhan, mata iman kita akan semakin terbuka. Kita akan semakin peka merasakan penyertaan, pertolongan, dan hadirat Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.
Penutup
Kehidupan akan selalu menghadirkan berbagai tantangan yang dapat mengepung iman kita. Namun, seperti Elisa, kita dipanggil untuk melihat lebih jauh daripada apa yang tampak oleh mata jasmani.
Jangan biarkan dosa, ketidaktaatan, logika manusia, atau besarnya persoalan menghalangi kita melihat kuasa Tuhan.
Marilah kita terus datang kepada Tuhan, bertobat, hidup dalam ketaatan, dan meminta agar Roh Kudus membuka mata iman kita.
Ketika mata iman terbuka, kita akan menyadari bahwa Tuhan selalu menyertai, menjaga, dan memelihara kehidupan kita.
Biar mata iman kita percaya ada Tuhan yang selalu menjaga dan memelihara kita dari hari kehari. Amin. (*)
Editor : Deiby Rotinsulu