Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Jumat 8 Juli 2026, Bacaan I Hosea 10:1-3.7-8.12, Bacaan Injil Matius 10:1-7

Fandy Gerungan • Selasa, 7 Juli 2026 | 09:51 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Biasa XIV (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I Hosea 10:1-3.7-8.12

Israel adalah pohon anggur yang riap tumbuhnya, yang menghasilkan buah. Makin banyak buahnya, makin banyak dibuatnya mezbah-mezbah. Makin baik tanahnya, makin baik dibuatnya tugu-tugu berhala.

Hati mereka licik, sekarang mereka harus menanggung akibat kesalahannya: Dia akan menghancurkan mezbah-mezbah mereka, akan meruntuhkan tugu-tugu berhala mereka.

Sungguh, sekarang mereka berkata: "Kita tidak mempunyai raja lagi, sebab kita tidak takut kepada TUHAN. Apakah yang dapat dilakukan raja bagi kita?"

Samaria akan dihancurkan; rajanya seperti sepotong ranting yang terapung di air.

Bukit-bukit pengorbanan Awen, yakni dosa Israel, akan dimusnahkan. Semak duri dan rumput duri akan tumbuh di atas mezbah-mezbahnya. Dan mereka akan berkata kepada gunung-gunung: "Timbunilah kami!" dan kepada bukit-bukit: "Runtuhlah menimpa kami!"

Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia! Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan.

Demikianlah Sabda Tuhan 

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 105:2-3.4-5.6-7

Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!

Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN!

Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!

Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Ny dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya,

hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya!

Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya.

Bacaan Injil Matius 10:1-7

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.

Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,

Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,

Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,

melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve Sahabat Muda Katolik!, Teman-teman Orang Muda Katolik, pernahkah kalian merasa begitu sibuk mengejar sesuatu sampai lupa dengan hal yang paling penting?. 

Nilai kuliah, pekerjaan, followers di media sosial, pasangan, uang, atau impian karier memang tidak salah. Namun tanpa disadari, semua itu bisa menjadi pusat hidup kita. Saat hati hanya dipenuhi ambisi, Tuhan perlahan mulai tersisih.

Itulah yang terjadi dalam bacaan pertama. Bangsa Israel menikmati banyak berkat, tetapi justru semakin jauh dari Allah. Mereka lebih percaya pada apa yang mereka miliki daripada kepada Pribadi yang memberikan semuanya. 

Akibatnya, ketika kesulitan datang, mereka baru menyadari bahwa semua yang mereka andalkan tidak mampu memberikan rasa aman yang sejati.

Bukankah hal yang sama juga bisa terjadi pada kita?. Zaman sekarang, banyak orang muda merasa harus selalu tampil sempurna. Kita ingin mendapat pengakuan. 

Kita takut tertinggal dari teman-teman, dan cemas jika hidup kita tidak terlihat "berhasil." Kita menghabiskan banyak waktu untuk membangun citra diri, tetapi sering kali lupa membangun hubungan dengan Tuhan.

Padahal Tuhan tidak pernah meminta kita menjadi yang paling populer atau paling sukses. Tuhan lebih menginginkan hati yang mau terus bertumbuh bersama-Nya.

Karena itu, bacaan pertama mengajak kita untuk "mengolah tanah yang baru." Bayangkan sebuah kebun yang lama dibiarkan. Tanahnya mengeras, dipenuhi rumput liar, dan sulit ditanami. 

Begitulah hati kita jika terlalu lama dipenuhi iri hati, rasa malas, ego, atau kebiasaan hidup yang menjauhkan kita dari Tuhan.

Mengolah hati berarti berani berubah. Mungkin mulai dari lebih jujur, belajar mengampuni, mengurangi waktu yang tidak berguna di media sosial, lebih peduli kepada keluarga. 

Kita meluangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk berdoa. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan setia.

Dalam Injil, Yesus memanggil dua belas murid lalu mengutus mereka. Menariknya, mereka bukan orang-orang yang sempurna. Ada nelayan biasa, pemungut cukai yang dibenci masyarakat. 

Bahkan ada yang nantinya gagal dan mengkhianati Yesus. Namun Tuhan tetap mempercayakan misi yang besar kepada mereka.

Pesannya jelas: Tuhan tidak mencari orang yang sempurna. Tuhan mencari orang yang bersedia.

Sebagai Orang Muda Katolik, kita juga memiliki perutusan. Mungkin bukan berkhotbah di depan banyak orang, tetapi menjadi terang di sekolah, kampus, tempat kerja, komunitas, maupun media sosial. 

Dunia saat ini membutuhkan lebih banyak orang muda yang membawa harapan daripada kebencian, yang menyebarkan kebaikan daripada gosip, yang menguatkan daripada menjatuhkan.

Setiap unggahan, komentar, perkataan, dan tindakan kita bisa menjadi cara untuk menunjukkan bahwa kita adalah murid Kristus. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #omk #Renungan