Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Kamis 16 Juli 2026, Bacaan I Yesaya 26:7-9.12.16-19, Bacaan Injil Matius 11:28-30

Fandy Gerungan • Selasa, 14 Juli 2026 | 14:55 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Biasa XV (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I Yesaya 26:7-9.12.16-19

Jejak orang benar adalah lurus, sebab Engkau yang merintis jalan lurus baginya.

Ya TUHAN, kami juga menanti-nantikan saatnya Engkau menjalankan penghakiman; kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau.

Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar.

Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.

Ya TUHAN, dalam kesesakan mereka mencari Engkau; ketika hajaran-Mu menimpa mereka, mereka mengeluh dalam doa.

Seperti perempuan yang mengandung yang sudah dekat waktunya untuk melahirkan, menggeliat sakit, mengerang karena sakit beranak, demikianlah tadinya keadaan kami di hadapan-Mu, ya TUHAN:

Kami mengandung, kami menggeliat sakit, tetapi seakan-akan kami melahirkan angin: kami tidak dapat mengadakan keselamatan di bumi, dan tiada lahir penduduk dunia.

Ya, TUHAN, orang-orang-Mu yang mati akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula. Hai orang-orang yang sudah dikubur di dalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai! Sebab embun TUHAN ialah embun terang, dan bumi akan melahirkan arwah kembali.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 102:13-14ab.15.16-18.19-21

Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya.

Sebab hamba-hamba-Mu sayang kepada batu-batunya, dan merasa kasihan akan debunya.

Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama TUHAN, dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu,

bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya,

sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka.

Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN,

sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi,

untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh,

supaya nama TUHAN diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem,

Bacaan Injil Matius 11:28-30

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan 

Salve Sahabat Muda Katolik!, menjadi orang muda memang penuh warna. Ada mimpi yang ingin dikejar, target yang harus dicapai, tugas kuliah atau sekolah yang menumpuk, tuntutan pekerjaan, persoalan keluarga, hingga keinginan untuk diterima dalam pergaulan. 

Di media sosial, semua orang tampak bahagia dan sukses. Akibatnya, kita sering membandingkan diri dengan orang lain. Senyum masih terlihat di wajah, tetapi hati sebenarnya sedang lelah.

Sering kali kita berpikir bahwa kita harus menyelesaikan semuanya sendirian. Kita ingin membuktikan bahwa kita kuat, mandiri, dan mampu menghadapi apa pun. 

Namun, semakin kita memaksakan diri, semakin kita merasa kosong. Kita mulai kehilangan sukacita, mudah marah, bahkan perlahan menjauh dari Tuhan karena merasa doa tidak lagi membawa perubahan.

Bacaan hari ini mengingatkan bahwa hidup tidak akan menemukan arah jika hanya mengandalkan kekuatan sendiri. Nabi Yesaya menunjukkan bahwa manusia memiliki keterbatasan. 

Ada saat di mana usaha yang begitu besar ternyata tidak menghasilkan apa yang diharapkan. Tetapi justru dalam keterbatasan itulah, kita diajak untuk kembali mencari Tuhan. 

Ketika hati terus tertuju kepada-Nya, kita menemukan damai yang tidak bergantung pada situasi. Yesus dalam Injil hadir dengan sebuah ajakan yang sangat relevan bagi orang muda zaman sekarang. 

Ia tidak meminta kita menjadi sempurna terlebih dahulu. Ia tidak menunggu kita berhasil baru datang kepada-Nya. Sebaliknya, Ia mengundang kita datang apa adanya dengan segala rasa lelah, kecemasan, kegagalan, dan luka yang kita sembunyikan dari orang lain.

Bagi orang muda Katolik, mengikuti Kristus bukan berarti hidup menjadi bebas dari masalah. Menjadi murid Kristus berarti belajar menghadapi masalah dengan cara yang berbeda. 

Ketika gagal, kita tidak kehilangan harapan. Ketika ditolak, kita tidak kehilangan harga diri. Ketika rencana berubah, kita tetap percaya bahwa Tuhan sedang menuntun langkah kita menuju sesuatu yang lebih baik.

Sering kali beban terbesar bukan berasal dari tugas atau pekerjaan, melainkan dari isi pikiran kita sendiri. Kita terlalu takut gagal. Terlalu khawatir dengan masa depan. Terlalu sibuk mengejar pengakuan orang lain. 

Padahal, nilai diri kita tidak ditentukan oleh jumlah "like", prestasi, atau seberapa populer kita. Nilai kita berasal dari kenyataan bahwa kita adalah anak-anak Allah yang dikasihi tanpa syarat.

Orang muda Katolik dipanggil menjadi pribadi yang tidak hanya kuat secara mental, tetapi juga dekat dengan Tuhan. Kedekatan itu dibangun melalui doa yang setia. 

Ekaristi yang dirayakan dengan sungguh, keberanian menerima Sakramen Tobat, serta kesediaan melayani sesama. Dari sanalah lahir kekuatan yang tidak bisa diberikan oleh dunia.

Hari ini, Tuhan mengajak kita berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan. Ia mengingatkan bahwa kita tidak perlu memikul semua beban sendirian. Saat kita membuka hati dan mempercayakan hidup kepada-Nya. 

Kita akan menemukan kekuatan baru untuk bangkit, melangkah, dan terus mengejar panggilan hidup yang telah Tuhan siapkan. (*)

 

Editor : Fandy Gerungan
renungan katolik Renungan