RHK GMIM Minggu 26 Juli 2026
Yohanes 7:53-8:1-2
(53) Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,
(1) tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.
(2) Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Pagi hari sering dianggap sebagai awal yang baru, kesempatan untuk memulai sesuatu yang baru dan waktu yang tepat untuk merencanakan hal-hal positif.
Oleh karena itu ada ungkapan "selalu baru tiap pagi", merujuk pada kasih setia Tuhan Allah yang tidak pernah habis dan selalu diperbarui setiap hari.
Ungkapan ini sering dikaitkan dengan ayat Alkitab dalam Ratapan 3:22-23 yang berbunyi, "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!".
Ayat ini menegaskan bahwa kasih setia Tuhan Allah tidak terbatas dan selalu tersedia bagi manusia setiap pagi.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan Allah pada hari ini, "Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah dan seluruh rakyat datang kepada-Nya, Ia duduk dan mengajar mereka."
Sepertinya kalimat ini terlihat sederhana, namun menyimpan makna mendalam tentang karakter Yesus Kristus, kerinduan manusia akan kebenaran, dan pentingnya membangun kebiasaan rohani.
Pertama-tama, Yesus Kristus menunjukkan kedisiplinan rohani.
Ia memulai hari-Nya dengan hadir di rumah ibadah pada pagi-pagi benar.
Kedua, "seluruh rakyat datang kepada-Nya."
Banyak orang digambarkan dengan seluruh rakyat datang karena mereka rindu akan pengajaran yang sejati dari Yesus Kristus.
Ketiga, Yesus Kristus duduk dan mengajar mereka.
Ini adalah gambaran relasi yang tenang dan penuh kasih.
Ia hadir dalam keakraban dan mengajar dengan sabar.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Realitas dalam kehidupan kita sehari-hari di masa kini merupakan tantangan tersendiri dalam memulai aktivitas bersama dengan Tuhan Allah.
Saat dunia menawarkan kesibukan sejak pagi, kita dipanggil untuk terlebih dahulu menghadap-Nya, mendengar firman-Nya dan menyerahkan hidup kita diarahkan oleh-Nya.
Sebagai keluarga Kristen, kita dipanggil untuk mengalami pengajaran Yesus Kristus bukan sebagai beban, tetapi sebagai sukacita.
Ketika firman Tuhan Allah menjadi bagian dari pembicaraan sehari-hari di rumah, kita sedang membangun fondasi rohani yang kuat.
Sebagai keluarga Kristen, Firman Tuhan Allah pada hari ini mengajak kita untuk menjadikan Yesus Kristus Yesus sebagai pusat kehidupan.
Seperti rakyat yang datang kepada-Nya untuk belajar, marilah kita pun mendekat diri kepada-Nya setiap hari melalui doa bersama, pembacaan firman dan pujian.
Bangunlah tradisi rohani yang beribadah dalam keluarga, sekalipun singkat, asalkan dilakukan dengan rutin setiap hari, maka iman kita akan terus bertumbuh dan berbuah.
Jadikan Yesus Kristus menjadi pusat dalam rumah tangga kita. Amin
Doa: Ya Tuhan Allah, kami rindu memulai setiap pagi dengan mendengarkan firman-Mu. Mampukanlah kami mewujudkannya dan tolonglah kami melakukan Firman-Mu setiap hari. Dalam nama Yesus Kristus, Amin.
Editor : Aprilia Sahari