RHK GMIM Rabu 29 Juli 2026
Yohanes 8:7-8
(7) Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
(8) Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Setiap orang tidak lepas dari melakukan tindakan (kesalahan, kelalaian) yang melanggar hukum baik di keluarga, jemaat dan masyarakat.
Namun sangat disayangkan tidak semua orang mau mengakui kesalahan dan pelanggaran yang ia lakukan.
Padahal untuk menjadi pribadi yang lebih baik adalah belajar dari kesalahan dan memperbaiki diri untuk masa depan yang lebih baik.
Firman Tuhan Allah pada hari ini berbicara tentang Yesus Kristus memberikan jawaban yang menantang.
Ketika orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat terus menekan-Nya untuk memberi jawaban atas kasus perempuan yang kedapatan berzinah, Yesus Kristus tidak langsung terprovokasi.
Ia justru memberikan kalimat yang membalikkan seluruh situasi: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu.
Kalimat ini seperti cermin yang tiba-tiba ditempatkan di depan wajah untuk orang melihat apakah ia benar bersih dari
kesalahan.
Dan saat Yesus Kristus kembali membungkuk dan menulis di tanah, suasana menjadi hening karena suara hati nurani mulai bekerja.
Yesus Kristus tidak membenarkan dosa perzinahan perempuan itu, tetapi Ia juga tidak membenarkan sikap orang-orang yang menganggap diri lebih benar lalu menghakimi dengan keras tanpa belas kasihan.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan Allah hari ini menyadarkan kita bahwa setiap manusia memiliki sisi lemah dan berdosa, termasuk kita di dalam keluarga.
Berapa kali kita cepat mengkritik pasangan, anak atau anggota keluarga lainnya, tanpa menyadari bahwa kita sendiri juga tak sempuma?
Yesus Kristus mengajar kita untuk mengoreksi diri terlebih dahulu sebelum menghakimi orang lain.
Penghakiman tanpa kasih mematikan hubungan.
Jika Yesus Kristus mengizinkan mereka melempar batu, maka perempuan itu akan mati bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional dan rohani.
Namun Yesus Kristus menunjukkan bahwa jalan pemulihan lebih kuat daripada jalan penghukuman.
Sebagai keluarga Kristen, jika kita saling menghakimi terus-menerus, hubungan akan rusak.
Anak-anak akan takut terbuka, pasangan akan merasa tidak dihargai dan rumah akan terasa seperti ruang sidang, bukan tempat kasih.
Yesus Kristus mengajak kita membangun suasana keluarga yang memberi kesempatan untuk bertobat dan berubah, bukan saling menghukum. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, ajar kami untuk melihat kesalahan kami sendiri, menghindarkan diri menuding kesalahan orang lain. Biarlah keluarga kami menjadi tempat pengampunan. bukan penghukuman. Dalam nama Yesus Kristus, Amin.
Baca Juga: RHK GMIM Minggu 26 Juli 2026, Yohanes 7:53-8:1-2 Datang Kepada Yesus Sumber Pengajaran
Baca Juga: RHK GMIM Senin 27 Juli 2026, Yohanes 8:3-4 Jangan Cepat Menghakimi
Baca Juga: RHK GMIM Selasa 28 Juli 2026, Yohanes 8:5-6 Jangan Gunakan Ayat Alkitab Untuk Menghakimi
Editor : Aprilia Sahari