Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Rabu 29 Juli 2029, Bacaan I 1 Yohanes 4:7-16, Bacaan Injil Yohanes 11:19-27

Fandy Gerungan • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 15:10 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Biasa ke XVII (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I 1 Yohanes 4:7-16

Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.

Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.

Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.

Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.

Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 34:2-3,4-5,6-7,8-9,10-11

Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.

Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!

Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.

Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!

Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik.

Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu!

Bacaan Injil Yohanes 11:19-27

Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.

Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.

Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.

Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."

Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."

Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."

Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,

dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve sahabat muda katolik, di era media sosial, mengungkapkan rasa sayang menjadi sangat mudah. Kita bisa memberi tanda suka, mengirim emoji hati, atau menuliskan kata-kata manis dalam hitungan detik. 

Namun, apakah semua itu benar-benar mencerminkan kasih yang sesungguhnya?. Tidak jarang kita justru lebih mudah menunjukkan perhatian di dunia maya daripada hadir bagi orang-orang yang membutuhkan kita di dunia nyata.

Bacaan hari ini mengingatkan bahwa ukuran kedewasaan iman bukanlah seberapa banyak kita mengetahui ajaran Gereja atau seberapa sering kita mengunggah kutipan rohani. 

Iman yang sejati terlihat dari cara kita mengasihi. Ketika kita mau mendengarkan teman yang sedang terpuruk, memaafkan orang yang menyakiti kita, membantu tanpa mengharapkan balasan. 

Tetap menghormati orang tua meski sedang berbeda pendapat, di situlah kasih Allah menjadi nyata. Injil juga menghadirkan Marta, seorang pribadi yang sedang bergumul dengan kehilangan. 

Ia datang kepada Yesus membawa kesedihan sekaligus harapan. Pengalaman Marta mengajarkan bahwa menjadi orang beriman bukan berarti hidup tanpa masalah. 

Orang muda Katolik pun akan mengalami kegagalan, patah hati, kehilangan orang terkasih, atau merasa masa depan begitu membingungkan. Namun, iman mengajarkan kita untuk tidak menghadapi semua itu sendirian. 

Tuhan selalu menjadi tempat kita kembali ketika hati terasa lelah. Sering kali kita berharap Tuhan segera mengubah keadaan. Padahal, sebelum mengubah situasi, Tuhan terlebih dahulu ingin menguatkan hati kita. 

Ketika hati dipenuhi kasih dan kepercayaan kepada-Nya, kita mampu melihat harapan di tengah kesulitan. Kita belajar bahwa setiap kegagalan bukanlah akhir. 

Setiap air mata bukanlah tanda Tuhan meninggalkan kita, dan setiap tantangan bisa menjadi kesempatan untuk bertumbuh.

Sebagai Orang Muda Katolik, kita dipanggil menjadi generasi yang dikenal bukan karena sensasi, tetapi karena kasih. Jadilah pribadi yang membawa semangat di tengah teman-teman yang putus asa. 

Menjadi pendamai saat terjadi konflik, berani membela yang benar meski tidak populer, dan menghadirkan sukacita di mana pun berada. Dunia sudah cukup dipenuhi kebencian dan penghakiman. 

Sekarang yang dibutuhkan sekarang adalah orang-orang muda yang berani menunjukkan wajah Kristus melalui kasih yang nyata. (*)

 

Editor : Fandy Gerungan
renungan katolik Renungan