Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Minggu Biasa ke XVIII, Hari Minggu 2 Agustus 2026

Fandy Gerungan • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 09:33 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Hari Minggu Biasa ke XVIII (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I Yesaya 55:1-3

Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!

Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 145:8-9,15-16,17-18

TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.

TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkaupun memberi mereka makanan pada waktunya;

Engkau yang membuka tangan-Mu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup.

TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.

TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bacaan II Roma 8:35,37-39

Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,

atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Bacaan Injil Matius 14:13-21

Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.

Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."

Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."

Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."

Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku."

Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.

Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.

Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve sahabat muda katolik, sering kali kita merasa bahwa diri kita tidak cukup: tidak cukup pintar, tidak cukup hebat, tidak cukup berhasil, atau tidak punya banyak hal untuk diberikan. 

Kita mudah membandingkan diri dengan orang lain dan lupa bahwa Tuhan tidak meminta kita menjadi seperti orang lain. Tuhan hanya mengajak kita untuk memberikan apa yang kita punya.

Dalam Injil, lima roti dan dua ikan terlihat sangat sedikit dibandingkan dengan banyaknya orang yang membutuhkan makanan. Namun, ketika yang sedikit itu diserahkan kepada Yesus, Tuhan menjadikannya berkat yang berlimpah. 

Ini mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan tidak melihat seberapa besar kemampuan kita, tetapi seberapa tulus kita mau menyerahkan diri kepada-Nya.

Sebagai orang muda, mungkin kita merasa belum bisa melakukan sesuatu yang besar. Tetapi kita bisa memulai dari hal-hal kecil: menyapa teman yang sedang sendirian, membantu orang tua, mengampuni, berbagi, mendengarkan seseorang yang sedang berjuang, atau meluangkan waktu untuk berdoa. 

Kebaikan kecil yang dilakukan dengan kasih dapat menjadi besar ketika Tuhan bekerja di dalamnya. Bacaan hari ini juga mengingatkan bahwa dalam keberhasilan maupun kegagalan. 

Dalam kesulitan maupun kebahagiaan, kasih Kristus tetap menyertai kita. Karena itu, jangan takut dengan kekurangan dan kelemahan kita. Jangan menunggu menjadi sempurna untuk melayani Tuhan.

Hari ini, mari kita berkata dalam hati: “Tuhan, inilah yang aku punya. Mungkin sedikit, tetapi aku mau menyerahkannya kepada-Mu. Pakailah hidupku untuk menjadi berkat bagi orang lain.” 

Sebab sesuatu yang kecil di tangan kita dapat menjadi luar biasa ketika berada di tangan Tuhan. (*)

Editor : Fandy Gerungan
renungan katolik omk Renungan