Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Selasa 4 Agustus 2026, Bacaan I Yeremia 30:1-2.12-15.18-22, Bacaan Injil Matius 15:1-2.10-14

Fandy Gerungan • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 09:00 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Perayaan Wajib St. Maria Yohanes Vianney (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I Yeremia 30:1-2.12-15.18-22

Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya:

"Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tuliskanlah segala perkataan yang telah Kufirmankan kepadamu itu dalam suatu kitab.

Sungguh, beginilah firman TUHAN: Penyakitmu sangat payah, lukamu tidak tersembuhkan!

Tidak ada yang membela hakmu, tidak ada obat untuk bisul, kesembuhan tidak ada bagimu!

Semua kekasihmu melupakan engkau, mereka tidak menanyakan engkau lagi. Sungguh, Aku telah memukul engkau dengan pukulan musuh, dengan hajaran yang bengis, karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar.

Mengapakah engkau berteriak karena penyakitmu, karena kepedihanmu sangat payah? Karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar, maka Aku telah melakukan semuanya ini kepadamu.

Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku akan memulihkan keadaan kemah-kemah Yakub, dan akan mengasihani tempat-tempat tinggalnya, kota itu akan dibangun kembali di atas reruntuhannya, dan puri itu akan berdiri di tempatnya yang asli.

Nyanyian syukur akan terdengar dari antara mereka, juga suara orang yang bersukaria. Aku akan membuat mereka banyak dan mereka tidak akan berkurang lagi; Aku akan membuat mereka dipermuliakan dan mereka tidak akan dihina lagi.

Anak-anak mereka akan menjadi seperti dahulu kala, dan perkumpulan mereka akan tinggal tetap di hadapan-Ku; Aku akan menghukum semua orang yang menindas mereka.

Orang yang memerintah atas mereka akan tampil dari antara mereka sendiri, dan orang yang berkuasa atas mereka akan bangkit dari tengah-tengah mereka; Aku akan membuat dia maju dan mendekat kepada-Ku, sebab siapakah yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk mendekat kepada-Ku? demikianlah firman TUHAN.

Maka kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu."

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 102:16-18.19-21.29.22-23

bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya,

sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka.

Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN,

sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi,

untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh,

supaya nama TUHAN diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem,

apabila berkumpul bersama-sama bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan untuk beribadah kepada TUHAN.

Ia telah mematahkan kekuatanku di jalan, dan memperpendek umurku.

Bacaan Injil Matius 15:1-2.10-14

Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:

"Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan."

Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka:

"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."

Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"

Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.

Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve sahabat muda katolik, kita hidup di zaman ketika penampilan sering dianggap penting. Di media sosial, kita bisa memilih foto terbaik, menampilkan sisi kehidupan yang menyenangkan. 

Kita sering menyembunyikan bagian diri yang tidak ingin diketahui orang lain. Kita bisa terlihat baik-baik saja, padahal sebenarnya hati sedang tidak baik-baik saja.

Injil hari ini mengajak kita melihat sesuatu yang lebih dalam Tuhan tidak hanya melihat apa yang tampak dari luar. Tuhan melihat hati.

Kita bisa terlihat aktif di Gereja, rajin mengikuti misa, terlibat dalam pelayanan, bahkan dikenal sebagai orang baik. Tetapi di dalam hati mungkin masih ada iri hati, dendam, kesombongan, kebencian, atau keinginan untuk menjatuhkan orang lain.

Karena itu, menjadi orang muda Katolik bukan hanya soal kelihatan religius. Yang lebih penting adalah membiarkan Tuhan mengubah hati kita.

Percuma kita terlihat baik di depan banyak orang kalau kita masih suka merendahkan teman. Percuma kita aktif dalam pelayanan kalau kita tidak mau mengampuni. Percuma kita berbicara tentang kasih kalau perkataan kita justru melukai orang lain.

Bacaan pertama memberikan harapan yang sangat kuat. Tuhan sanggup membangun kembali sesuatu yang telah hancur. Ini berarti masa lalu kita bukan akhir dari cerita.

Mungkin kita pernah jatuh dalam dosa. Pernah salah memilih teman. Pernah membuat keputusan yang kita sesali. Pernah mengecewakan orang tua. Bahkan mungkin pernah merasa jauh dari Tuhan.

Tuhan masih bisa membangun kembali hidup kita. Yang rusak dapat dipulihkan. Yang terluka dapat disembuhkan. Yang jauh dapat kembali mendekat.

Hari ini kita juga mengenangkan St. Yohanes Maria Vianney, seorang imam yang hidup sederhana dan mengabdikan dirinya untuk membawa banyak orang kembali kepada Tuhan. 

Ia memahami bahwa manusia tidak membutuhkan penghakiman yang membuatnya semakin jauh, tetapi membutuhkan belas kasih yang menuntunnya kembali.

Inilah yang juga dipanggil untuk kita lakukan sebagai orang muda Katolik. Jangan menjadi orang yang cepat menghakimi teman yang jatuh. Jadilah teman yang membantu dia bangkit.

Jangan menjadi orang yang menyebarkan kesalahan orang lain. Jadilah orang yang mampu menjaga nama baik dan memberikan kesempatan untuk berubah.

Jangan hanya bertanya, “Mengapa dia bisa seperti itu?”. Tetapi belajarlah bertanya, Apa yang bisa saya lakukan agar dia tidak merasa sendirian?.

Teman-teman muda, mungkin ada sesuatu dalam hati kita yang selama ini kita sembunyikan. Luka, dosa, rasa bersalah, kemarahan, atau kekecewaan.

Hari ini Tuhan tidak meminta kita berpura-pura kuat. Tuhan tidak menunggu kita menjadi sempurna untuk mengasihi kita. Justru karena Ia mengasihi kita, Ia ingin menyembuhkan dan mengubah kita.

Maka jangan hanya memperbaiki “profil” kita di depan manusia. Mari memperbaiki hati kita di hadapan Tuhan.

Sebab pada akhirnya, yang membuat kita sungguh-sungguh indah bukanlah bagaimana orang lain melihat kita, tetapi bagaimana hati kita dibentuk oleh kasih Kristus. (*)

Editor : Fandy Gerungan
renungan katolik omk Renungan