Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Rabu 5 Agustus 2026, Bacaan I Yeremia 31:1-7, Bacaan Injil Matius 15:21-28

Fandy Gerungan • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 10:33 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pemberkatan Gereja Basilik SP Maria (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I Yeremia 31:1-7

"Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya!

Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.

Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria.

Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula.

Sungguh, akan datang harinya bahwa para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, kepada TUHAN, Allah kita!

Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan Yeremia 31:10.11-12ab.13

Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya!

Sebab TUHAN telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya.

Mereka akan datang bersorak-sorak di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan TUHAN, karena gandum, anggur dan minyak, karena anak-anak kambing domba dan lembu sapi; hidup mereka akan seperti taman yang diairi baik-baik, mereka tidak akan kembali lagi merana.

Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur mereka dan menyukakan mereka sesudah kedukaan mereka.

Bacaan Injil Matius 15:21-28

Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.

Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."

Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."

Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."

Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."

Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan


Salve sahabat muda katolik!, pernahkah kita merasa hidup kita sedang berantakan?. Rencana tidak berjalan sesuai harapan. 

Hubungan dengan orang lain tidak baik, doa terasa tidak dijawab, atau kita mulai bertanya, “Tuhan, sebenarnya Engkau masih peduli dengan aku?”.

Bacaan hari ini memberikan sebuah pengingat yang sangat kuat: Tuhan tidak pernah berhenti bekerja dalam hidup kita, bahkan ketika kita merasa semuanya sedang hancur. 

Allah mampu membangun kembali apa yang telah runtuh dan memberikan harapan baru. Dalam Injil, kita bertemu dengan seorang perempuan yang datang kepada Yesus karena anaknya sedang menderita. 

Ia tidak memiliki banyak hal untuk dibanggakan. Ia bahkan bukan bagian dari kelompok yang dianggap dekat dengan umat Allah. Namun, ia memiliki satu hal yang luar biasa: ia tidak menyerah pada imannya.

Bayangkan kalau perempuan itu memilih pulang karena merasa doanya tidak segera dijawab. Mungkin ia tidak akan mengalami pertolongan yang ia harapkan. Tetapi ia tetap bertahan dan terus percaya.

Bukankah kita juga sering seperti itu?. Ketika doa belum terkabul, kita mulai malas berdoa. Ketika mengalami kegagalan, kita merasa Tuhan tidak adil. 

Ketika melihat teman-teman kita berhasil lebih dulu, kita mulai membandingkan diri dan merasa Tuhan melupakan kita.

Padahal, Tuhan tidak pernah terlambat. Tuhan sedang bekerja dengan cara yang sering kali belum mampu kita lihat. Sebagai orang muda, kita mungkin sedang berada dalam masa menentukan masa depan. 

Kita punya banyak mimpi, tetapi juga banyak ketakutan. Kita ingin berhasil, tetapi takut gagal. Kita ingin dicintai, tetapi takut ditolak. Kita ingin dekat dengan Tuhan, tetapi kadang kesibukan dan dunia digital membuat kita semakin jauh.

Hari ini Tuhan mengajak kita untuk tidak menyerah. Jangan biarkan satu kegagalan menentukan seluruh masa depanmu. Jangan biarkan satu penolakan membuatmu merasa tidak berharga. 

Jangan biarkan satu kesalahan membuatmu berpikir bahwa Tuhan sudah meninggalkanmu. Kalau ada sesuatu yang sedang hancur dalam hidupmu, bawalah kepada Tuhan. 

Kalau imanmu sedang lemah, datanglah kembali kepada-Nya. Kalau hatimu sedang terluka, izinkan Tuhan menyembuhkannya.

Dan ingatlah: Tuhan tidak meminta kita menjadi sempurna terlebih dahulu untuk datang kepada-Nya. Kita datang kepada-Nya justru karena kita membutuhkan-Nya.

Hari ini kita juga merayakan Pemberkatan Gereja Basilik Santa Perawan Maria. Gereja adalah tempat kita datang kepada Tuhan, tetapi setelah meninggalkan gereja, kita dipanggil menjadi “gereja yang hidup”: membawa kasih Tuhan ke dalam keluarga, persahabatan, sekolah, kampus, pekerjaan, dan komunitas.

Jangan hanya menjadi OMK yang hadir di gereja. Jadilah OMK yang menghadirkan Tuhan.

Hadirkan Tuhan ketika temanmu sedang terpuruk. Hadirkan Tuhan ketika seseorang membutuhkan pengampunan. Hadirkan Tuhan ketika lingkunganmu membutuhkan keberanian untuk melakukan yang benar.

Sebab mungkin bagi kita, kebaikan kecil itu terasa biasa. Tetapi bagi seseorang yang sedang kehilangan harapan, kehadiran kita bisa menjadi tanda bahwa Tuhan belum meninggalkannya. (*)

Editor : Fandy Gerungan
renungan katolik omk Renungan