Perayaan Wajib St. Dominikus (Warna Liturgi Putih)
Bacaan I Habakuk 1:12
Bukankah Engkau, ya TUHAN, dari dahulu Allahku, Yang Mahakudus? Tidak akan mati kami. Ya TUHAN, telah Kautetapkan dia untuk menghukumkan; ya Gunung Batu, telah Kautentukan dia untuk menyiksa.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
Mazmur 9:8.9.10-11.12-13
Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan.
Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.
Bermazmurlah bagi TUHAN, yang bersemayam di Sion, beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa,
sebab Dia, yang membalas penumpahan darah, ingat kepada orang yang tertindas; teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya.
Kasihanilah aku, ya TUHAN; lihatlah sengsaraku, disebabkan oleh orang-orang yang membenci aku, ya Engkau, yang mengangkat aku dari pintu gerbang maut,
Bacaan Injil Matius 17:14-20
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,
katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.
Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya."
Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"
Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga.
Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?"
Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus
Renungan
Salve sahabat muda katolik menjadi orang muda bukan berarti hidup selalu mudah. Ada kalanya kita merasa lelah, kecewa, atau bingung menentukan arah.
Masalah datang dari sekolah, kuliah, pekerjaan, keluarga, bahkan dari diri sendiri. Tidak jarang kita mulai bertanya apakah Tuhan sungguh hadir dalam semua itu.
Injil hari ini mengingatkan bahwa keterbatasan manusia bukanlah akhir dari segalanya. Ada hal-hal yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan kemampuan, kepintaran, atau pengalaman.
Ada saat di mana kita harus belajar mempercayakan semuanya kepada Tuhan.
Sering kali kita ingin melihat hasil yang besar, tetapi lupa memulai dengan langkah kecil.
Padahal, iman juga bertumbuh sedikit demi sedikit. Ketika kita tetap berdoa, tetap berbuat baik, tetap datang ke Misa, dan tetap memilih yang benar meski tidak mudah, saat itulah iman kita sedang semakin kuat.
Dunia mengajarkan kita untuk mengandalkan diri sendiri. Namun, sebagai orang muda Katolik, kita dipanggil untuk berjalan bersama Tuhan. Bukan karena kita lemah, tetapi karena kita tahu bahwa bersama-Nya kita memiliki kekuatan yang tidak dimiliki dunia.
Hari ini Gereja mengenang St. Dominikus, seorang muda yang memilih mengabdikan hidupnya bagi Tuhan melalui doa dan pewartaan. Ia tidak mencari popularitas, tetapi berusaha membawa banyak orang semakin mengenal Kristus.
Teladannya mengingatkan kita bahwa menjadi orang muda yang keren bukan hanya soal penampilan atau media sosial, tetapi juga tentang berani menjadi saksi kasih Tuhan di mana pun kita berada.
Hari ini, cobalah bertanya pada diri sendiri: apa "gunung" yang sedang menghalangi langkahku? Rasa malas? Takut gagal? Minder? Luka masa lalu? Jangan biarkan semua itu membuatmu berhenti.
Mulailah melangkah bersama Tuhan. Iman yang terus dipelihara akan menolongmu melewati tantangan yang hari ini terasa mustahil.
Orang muda yang percaya kepada Tuhan bukan berarti tidak punya masalah. Mereka hanya tahu kepada siapa harus bersandar ketika menghadapi setiap masalah.
Semoga sebagai OMK, kita tidak hanya memiliki mimpi yang besar, tetapi juga iman yang terus bertumbuh, sehingga setiap langkah hidup kita menjadi kesaksian akan kasih Kristus bagi dunia. (*)
Editor : Fandy Gerungan