RHK GMIM Jumat 14 Agustus 2026
Filipi 2:17
(17) Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Saat seseorang menghadapi kematian yang sudah di depan mata, ia akan mengevaluasi kehidupan yang dijalani dengan melihat ke belakang dan mengambil kesimpulan.
Apakah dia sudah menjalani kehidupan yang benar dalam melakukan hal pekerjaan dan tanggungjawab?
Apakah kehidupannya telah memberi dampak atau dia justru telah menghabiskannya dengan sia-sia?
Apakah dalam pelayanan dia memiliki komitmen dan rela berkorban?
Atau justru dia melayani hanya untuk mencari keuntungan demi kepentingan diri!
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Firman Tuhan Allah saat ini, Paulus menegaskan bahwa ia siap mengorbankan diri dan berjuang untuk Injil.
Ia memberikan penekanan tentang pengorbanan diri, konsep kematian dalam dirinya berbeda dengan orang pada umumnya.
Bagi dia mati demi pelayanan merupakan sukacita.
Ia rela menjadi korban untuk melayani umat jemaat.
Paulus membandingkan penderitaannya dengan imam Perjanjian Lama yang menuang persembahan minuman kurban (Bil.15:1-10).
Ia rela mempersembahkan hidupnya sebagai korban bagi Tuhan Allah demi keselamatan jemaat.
Baginya semua itu akan menjadi sukacita dan ia menasihati jemaat untuk tidak meratapinya, tetapi sebaliknya bersukacita.
Sangat mungkin Paulus akan segera dieksekusi mati.
Namun, hal ini tidak menghilangkan sukacitanya.
Dia memandang kematiannya telah menyelesaikan misinya sebagai pelayan Yesus Kristus.
Makanya ia berharap jemaat Filipi menjadi contoh bagi orang lain dalam hidup yang layak dan penuh sukacita di dalam Tuhan Allah.
Belajar dari komitmen dan pengorbanan Paulus dalam melayani, sebagai keluarga Kristen, kitapun diajak untuk rela berkorban dalam melayani Yesus Kristus.
Korban waktu, tenaga, uang bahkan nyawa kita dipertaruhkan dalam memberitakan Injil agar semua orang percaya dapat menikmati keselamatan yang telah dianugerahkan oleh Yesus Kristus.
Begitu juga melakukan sesuatu untuk tujuan yang baik, di sanapun dibutuhkan komitmen dan pengorbanan.
Baik itu dalam kerja, tugas dan usaha, maupun pengabdian.
Sebagaimana Paulus melayani dan memberikan diri sebagai orang yang siap dikorbankan.
Baginya, Yesus Kristus adalah Imam yang mengorbankan diri-Nya dan Paulus mengikuti jejak langkah tersebut.
Ia siap mencurahkan darahnya untuk pelayanan dan rela tukar nyawanya demi ketaatan jemaat.
Sebagai keluarga Kristen, kita diajak rela berkorban, sebagai persembahan kepada Tuhan Allah, ibarat korban bakaran yang hangus terbakar tanpa sisa.
Demikian pula dengan kehidupan kita, ibarat korban curahan yang didorong oleh ucapan syukur atas kebaikan Tuhan Allah.
Untuk itu, kita harus menggunakan semua talenta yang Tuhan Allah percayakan untuk melayani keluarga kita maupun pelayanan jemaat. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, mampukan kami memiliki komitmen dalam pelayanan dan siap berkorban demi memberitakan Injil keselamatan, sehingga semua orang selamat ketika Yesus Kristus datang kembali. Di dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Baca Juga: RHK GMIM Minggu 9 Agustus 2026, Filipi 2:12 Tetaplah Kerjakan Keselamatanmu
Baca Juga: RHK GMIM Senin 10 Agustus 2026, Filipi 2:13 Tuhan Allah Mengerjakan Keselamatan Menurut Kerelaan-Nya
Baca Juga: RHK GMIM Selasa 11 Agustus 2026, Filipi 2:14 Jangan Bersungut-Sungut Dan Berbantah-Bantahan
Baca Juga: RHK GMIM Rabu 12 Agustus 2026, Filipi 2:15 Bercahayalah Seperti Bintang-Bintang
Baca Juga: RHK GMIM Kamis 13 Agustus 2026, Filipi 2:16 Berpeganglah Pada Firman Tuhan
Editor : Aprilia Sahari