RHK GMIM Sabtu 15 Agustus 2026
Filipi 2:18
(18) Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Setiap orang yang telah menikmati anugerah Tuhan Allah pasti akan bersyukur dan bersukacita.
Tetapi responnya akan berbeda ketika sedang mengalami kesulitan dan pergumulan sehingga banyak orang menunjukkan sikap yang khawatir.
Berbeda dengan rasul Paulus, justru merasakan sukacita ketika ia berada dalam situasi sulit, terpenjara dan terbelenggu.
Walaupun ia sedang menderita tetapi terus mengajak umat untuk bangkit, bersyukur dan bersukacita.
Ia sendiri juga bersukacita ditengah-tengah kesulitan dan penderitaan.
Paulus telah memberi teladan, walau terbelenggu fisiknya namun imannya bebas dan merdeka dalam mengucap syukur dan bersukacita.
Bukan sekadar perasaan hati, melainkan didasarkan pada Tuhan Allah sebagai sumber kebahagiaan.
Sukacita harus didasarkan pada iman, ibarat gelombang dan air yang tak terpisahkan.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan Allah saat ini, menekankan tentang pentingnya sukacita dalam pelayanan, meskipun menghadapi tantangan dan juga harus rela berkorban.
Oleh karena itu Paulus mengajak jemaat Filipi untuk ikut bersukacita bersama dirinya, karena ia bersukacita dalam penderitaannya demi Yesus Kristus dan ia yakin bahwa jemaat juga akan bersukacita pada akhirnya.
Ajakan ini penting untuk ditekankan.
Paulus menyiapkan diri untuk menghadapi seg kemungkinan yang akan teijadi dengan kehidupannya di penjara.
Dia terlatih dalam begitu banyak kesendirian dan penderitaan selama pelayanan.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Bagaimana dengan jemaat Filipi?
Selama ini figur rohani yang mereka paling kagumi adalah Paulus.
Membayangkan bahwa sebentar lagi mereka mungkin akan kehilangan figur seperti ini pasti menjadi tantangan yang tidak mudah untuk jemaat Filipi.
Di sinilah Paulus sedang menyiapkan mereka.
Dia menyediakan alasan untuk tetap bersukacita seandainya kemungkinan terburuk terjadi.
Sukacita yang dimaksud bukanlah sukacita yang sementara, tetapi sukacita yang berasal dari pengorbanan dan pelayanan bagi Yesus Kristus.
Ini adalah sukacita yang mendalam dan bertahan lama, bahkan di tengah penderitaan.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Belajar dari rasul Paulus, sebagai keluarga Kristen kita diingatkan bahwa iman tidak hanya digunakan dalam ruang di gereja, tetapi dalam segala aspek kehidupan.
Situasi dan kondisi tidak menentukan orang beriman bersyukur dan bersukacita karena hubungan dengan Tuhan Allahlah yang menentukan kita menikmati sukacita.
Suka atau tidak, kita harus menjalani hidup dengan kualitas iman yang selalu mengandalkan Tuhan Allah.
Sekalipun keluarga kita berada dalam kesulitan, tantangan dari dalam maupun dari luar, kita harus tetap optimis, beriman dalam menghadapi segala hal dapat menikmati sukacita setiap waktu.
Sebagai keluarga Kristen jangan berlarut-larut dalam masalah hidup tetapi mengarahkan pikiran dan perasaan pada Tuhan Allah.
Orang yang bersukacita adalah orang yang hidupnya tidak merasa khawatir dalam segala hal. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, tolonglah kami agar dapat bersukacita di berbagai situasi. Jangan biarkan kami khawatir sehingga iman kami goyah. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Baca Juga: RHK GMIM Minggu 9 Agustus 2026, Filipi 2:12 Tetaplah Kerjakan Keselamatanmu
Baca Juga: RHK GMIM Senin 10 Agustus 2026, Filipi 2:13 Tuhan Allah Mengerjakan Keselamatan Menurut Kerelaan-Nya
Baca Juga: RHK GMIM Selasa 11 Agustus 2026, Filipi 2:14 Jangan Bersungut-Sungut Dan Berbantah-Bantahan
Baca Juga: RHK GMIM Rabu 12 Agustus 2026, Filipi 2:15 Bercahayalah Seperti Bintang-Bintang
Baca Juga: RHK GMIM Kamis 13 Agustus 2026, Filipi 2:16 Berpeganglah Pada Firman Tuhan
Baca Juga: RHK GMIM Jumat 14 Agustus 2026, Filipi 2:17 Walau Darahku Dicurahkan Aku Bersukacita Dengan Kamu
Editor : Aprilia Sahari