Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Sabtu 15 Agustus 2026, Bacaan I Yehezkiel 18:1-10

Fandy Gerungan • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:45 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Biasa ke XIX (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I Yehezkiel 18:1-10.13b.30-32

Maka datanglah firman TUHAN kepadaku:

"Ada apa dengan kamu, sehingga kamu mengucapkan kata sindiran ini di tanah Israel: Ayah-ayah makan buah mentah dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu?

Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, kamu tidak akan mengucapkan kata sindiran ini lagi di Israel.

Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.

Kalau seseorang adalah orang benar dan ia melakukan keadilan dan kebenaran,

dan ia tidak makan daging persembahan di atas gunung atau tidak melihat kepada berhala-berhala kaum Israel, tidak mencemari isteri sesamanya dan tidak menghampiri perempuan waktu bercemar kain,

tidak menindas orang lain, ia mengembalikan gadaian orang, tidak merampas apa-apa, memberi makan orang lapar, memberi pakaian kepada orang telanjang,

tidak memungut bunga uang atau mengambil riba, menjauhkan diri dari kecurangan, melakukan hukum yang benar di antara manusia dengan manusia,

hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap mengikuti peraturan-Ku dengan berlaku setia?ialah orang benar, dan ia pasti hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Tetapi kalau ia melahirkan seorang anak yang menjadi perampok, dan yang suka menumpahkan darah atau melakukan salah satu dari hal-hal itu

memungut bunga uang dan mengambil riba, orang yang demikian tidak akan hidup. Segala kekejian ini dilakukannya, ia harus mati; darahnya tertimpa kepadanya sendiri.

Oleh karena itu Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan.

Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan perbaharuilah hatimu dan rohmu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?

Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!"

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 51:12-13.14-15.18-19

Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!

Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.

Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!

Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!

Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!

Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.

Bacaan Injil Matius 19:13-15

Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga."

Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve sahabat muda katolik! kita semua punya masa lalu. Ada hal-hal yang membanggakan, tetapi ada juga kesalahan yang mungkin masih kita sesali. Kadang kita merasa bahwa masa lalu itulah yang menentukan siapa diri kita sekarang.

Bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak menghendaki kita terus hidup dalam kesalahan masa lalu. Setiap orang diberi kesempatan untuk menentukan pilihan dan arah hidupnya sendiri.

Karena itu, jangan pernah mengatakan, “Saya memang seperti ini.” Jangan merasa bahwa karena pernah jatuh, kita tidak mungkin berubah. Di hadapan Tuhan, selalu ada kesempatan untuk bertobat dan memulai kembali.

Sebagai orang muda, kita sering berada dalam persimpangan. Ada banyak pilihan, banyak tawaran, banyak pengaruh dari teman, media sosial, dan lingkungan. Tidak semuanya membawa kita kepada kehidupan yang baik.

Karena itu, kita perlu berani memilih. Bukan sekadar memilih apa yang menyenangkan, tetapi memilih apa yang membuat hidup kita semakin berarti dan semakin dekat dengan Tuhan.

Injil hari ini memperlihatkan anak-anak yang datang kepada Yesus. Mereka datang dengan sederhana dan penuh kepercayaan. Dari sini kita belajar bahwa hubungan dengan Tuhan tidak harus dibuat rumit.

Datanglah kepada Tuhan apa adanya. Ketika bahagia, datanglah. Ketika kecewa, datanglah. Ketika jatuh dalam dosa, datanglah. Ketika tidak tahu harus melangkah ke mana, datanglah.

Tuhan tidak menunggu kita menjadi sempurna untuk menerima kita.

Sebaliknya, jangan sampai kita menjadi orang yang membuat teman lain merasa tidak pantas berada dekat dengan Tuhan. Jangan menghakimi seseorang hanya karena masa lalunya.

Mungkin ada teman yang sedang berjuang dalam diam. Mungkin ada yang mulai menjauh dari Gereja. Mungkin ada yang kehilangan arah. Kehadiran kita seharusnya menjadi jalan yang membawanya kembali kepada Tuhan.

Menjadi orang muda Katolik bukan hanya soal rajin datang ke gereja. Iman harus terlihat dalam cara kita memperlakukan orang lain, dalam pilihan yang kita buat. 

Dalam cara kita menggunakan media sosial, dalam pergaulan, dan dalam keberanian untuk mengatakan tidak pada sesuatu yang menjauhkan kita dari Tuhan.

Hari ini, Tuhan mengajak kita untuk berani memulai kembali. Kalau kemarin kita jatuh, bangunlah. Kalau kemarin kita salah memilih, belajarlah. Kalau kemarin kita jauh dari Tuhan, pulanglah.

Jangan biarkan masa lalu menentukan masa depanmu. Serahkan hidupmu kepada Tuhan, dan biarkan Dia membentukmu menjadi pribadi yang lebih baik.

Karena bagi Tuhan, hidupmu masih sangat berharga dan ceritamu belum selesai. Beranilah berubah, beranilah bertumbuh, dan beranilah berjalan bersama Tuhan. (*)

 

Editor : Fandy Gerungan
renungan katolik omk Renungan