Khotbah Pantekosta Ps Grace Awuy, Lukas 8:37 Yesus Datang Mencari Jiwa yang Diabaikan

Deiby Rotinsulu • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:25 WIB
Gereja Pantekosta di Indonesia
Gereja Pantekosta di Indonesia

 

Yesus Rela Menembus Badai Demi Satu Jiwa

Ada sebuah pertanyaan penting ketika membaca kisah Yesus menuju tanah Gerasa dalam Lukas 8: mengapa Yesus harus menyeberangi danau, bahkan perjalanan itu diterpa badai yang begitu dahsyat sampai murid-murid-Nya hampir tenggelam?

Ternyata, Yesus sedang menuju sebuah tempat untuk melakukan pekerjaan keselamatan.

Di tanah Gerasa, ada seorang yang sudah tidak dianggap penting oleh masyarakat. Ia hidup dalam kondisi yang sangat menyedihkan karena dikuasai oleh roh-roh jahat. Masyarakat tidak lagi melihatnya sebagai pribadi yang harus ditolong. Ia dikucilkan, dijauhkan, bahkan hidup di daerah pekuburan.

Tetapi apa yang tidak lagi dianggap penting oleh manusia, tetap diperhatikan oleh Yesus.

Yesus datang ke tanah Gerasa untuk bertemu dengan orang tersebut. Tuhan tidak membiarkan dia terus hidup dalam keterikatan. Yesus datang untuk membebaskannya, memulihkan hidupnya, dan mengembalikan martabatnya sebagai manusia.

Dari sini kita melihat satu kebenaran besar: bagi Yesus, satu jiwa tetap sangat berharga.

Badai yang menghadang perjalanan Yesus bukan alasan untuk membatalkan tujuan-Nya. Ada seseorang yang harus ditemui. Ada kehidupan yang harus dipulihkan. Ada jiwa yang harus diselamatkan.

Yesus Memperhatikan Mereka yang Tidak Lagi Diperhatikan

Manusia sering menilai seseorang berdasarkan keadaan, masa lalu, kesalahan, status sosial, atau kelemahannya.

Ketika seseorang dianggap bermasalah, tidak jarang masyarakat memilih untuk menjauh. Ketika seseorang jatuh terlalu dalam, manusia terkadang merasa tidak ada lagi yang bisa dilakukan.

Namun cara pandang Yesus berbeda.

Yesus melihat manusia bukan hanya berdasarkan keadaan mereka saat ini. Ia melihat nilai dan tujuan kehidupan mereka.

Mazmur 65:10 menggambarkan bagaimana Allah memperhatikan dan memberkati tanah yang dikasihi-Nya. Allah adalah Pribadi yang memperhatikan ciptaan-Nya dan menyediakan apa yang diperlukan.

Demikian pula Yesus memperhatikan manusia.

Ketika manusia tidak lagi memperhatikan, Yesus tetap memperhatikan.

Ketika manusia mengatakan seseorang tidak berguna, Yesus berkata bahwa orang itu berharga.

Ketika manusia menjauhkan seseorang, Yesus justru datang mendekat.

Ketika manusia hanya melihat masa lalu, Yesus melihat kemungkinan masa depan yang dapat dipulihkan oleh kasih karunia-Nya.

Inilah hati Tuhan yang perlu menjadi teladan bagi gereja.

Yesus Harus Melintasi Samaria

Gambaran yang sama terlihat dalam Yohanes 4:4:

“Ia harus melintasi daerah Samaria.”

Kata “harus” menjadi sangat penting.

Pada zaman itu, banyak orang Yahudi memilih menghindari wilayah Samaria. Ada permusuhan dan ketegangan yang telah berlangsung lama antara orang Yahudi dan orang Samaria.

Karena itu, ketika melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, orang Yahudi sering memilih jalan memutar agar tidak melewati Samaria.

Namun Yesus berkata bahwa Ia harus melintasi Samaria.

Mengapa?

Karena ada sebuah pekerjaan keselamatan yang harus dilakukan.

Di Samaria ada seorang perempuan yang membutuhkan pertolongan dan keselamatan. Yesus tidak membiarkan perbedaan suku, latar belakang, dosa, maupun stigma sosial menjadi penghalang bagi kasih-Nya.

Yesus datang menemui perempuan Samaria tersebut.

Pertemuan itu kemudian menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia berhadapan dengan Yesus, mengalami pertobatan, dan akhirnya menjadi bagian dari penyebaran berita keselamatan kepada orang-orang di kotanya.

Dari satu orang yang mengalami perjumpaan dengan Kristus, berita Injil kemudian menjangkau banyak orang.

Ini menunjukkan bahwa satu jiwa yang diselamatkan dapat menjadi pintu bagi banyak jiwa lainnya untuk mengenal Kristus.

Yesus Mengerti Nilai Satu Jiwa

Pesan ini sejalan dengan 1 Timotius 2:4, yang menyatakan bahwa Allah menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

Tidak ada kelompok manusia yang berada di luar jangkauan kasih Allah.

Tidak ada orang yang terlalu jauh untuk dicari.

Tidak ada orang yang masa lalunya terlalu buruk sehingga tidak dapat dipulihkan.

Tidak ada orang yang dianggap rendah oleh manusia lalu menjadi tidak berharga di mata Tuhan.

Yesus memahami betapa berharganya satu jiwa.

Karena itu, Ia rela menempuh perjalanan yang sulit, menghadapi badai, memasuki wilayah yang dihindari orang lain, bahkan mendatangi orang-orang yang dikucilkan masyarakat.

Yesus Datang kepada Zakheus

Hal yang sama terlihat dalam kisah Zakheus.

Dalam Lukas 19:5, Yesus berkata:

“Hai Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”

Zakheus bukanlah orang yang disukai masyarakat. Ia seorang pemungut cukai dan dianggap sebagai orang yang bekerja untuk kepentingan pemerintahan Romawi. Karena pekerjaannya, ia dibenci oleh banyak orang.

Tetapi Yesus datang kepadanya.

Yesus tidak hanya melihat Zakheus sebagai seorang pemungut cukai. Yesus melihat seseorang yang membutuhkan keselamatan dan pemulihan.

Hasilnya sangat luar biasa.

Baca Juga: Pdt Henoch Awuy Yohanes 3:16, Jangan Pandang Enteng Kasih Karunia dan Pengorbanan Kristus

Lukas 19:9 mencatat perkataan Yesus:

“Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini.”

Pertemuan dengan Yesus mengubah kehidupan Zakheus.

Orang yang sebelumnya dikenal karena pekerjaannya mengalami perubahan ketika berjumpa dengan Kristus.

Di sinilah kita melihat bahwa keselamatan bukan hanya mengubah status seseorang di hadapan Allah, tetapi juga mengubah kehidupan, karakter, dan cara seseorang memperlakukan orang lain.

Hari Ini Adalah Hari Keselamatan

Pesan utama ini semakin kuat melalui 2 Korintus 6:2:

“Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.”

Keselamatan bukan sesuatu yang boleh terus ditunda.

Yesus datang untuk mencari manusia yang tersesat.

Ia datang kepada mereka yang terikat.

Ia datang kepada mereka yang terluka.

Ia datang kepada mereka yang ditolak.

Ia datang kepada mereka yang dianggap tidak penting.

Ia datang kepada mereka yang hidupnya jauh dari Tuhan.

Dan puncak dari kasih tersebut terlihat ketika Yesus sendiri turun dari surga.

Ia menanggalkan kemuliaan-Nya, mengambil rupa seorang hamba, dan taat sampai mati di kayu salib.

Semua itu dilakukan supaya manusia memperoleh keselamatan.

Yesus rela meninggalkan surga demi datang mencari manusia yang berdosa.

Kalau Yesus begitu menghargai satu jiwa, maka gereja juga dipanggil untuk memiliki hati yang sama.

Gereja Dipanggil untuk Melihat Seperti Yesus Melihat

Di tengah kehidupan dunia saat ini, masih banyak orang yang merasa tidak diperhatikan.

Ada orang yang dikucilkan karena masa lalunya.

Ada yang dijauhi karena kesalahannya.

Ada yang dianggap tidak memiliki masa depan.

Ada yang hidup dalam keterikatan dosa.

Ada yang secara perlahan kehilangan harapan.

Namun pesan dari firman Tuhan hari ini adalah: Yesus masih memperhatikan mereka.

Karena itu, gereja tidak boleh hanya hadir bagi mereka yang sudah kuat. Gereja juga harus menjangkau mereka yang lemah.

Gereja tidak hanya dipanggil untuk menerima mereka yang sudah baik, tetapi juga menjadi tempat di mana orang berdosa dapat mendengar Injil, bertobat, mengalami pemulihan, dan menemukan kembali tujuan hidupnya di dalam Kristus.

Seperti Yesus yang melewati badai demi orang Gerasa, melintasi Samaria demi seorang perempuan, dan datang ke rumah Zakheus demi keselamatan, demikian pula gereja dipanggil untuk pergi mencari jiwa-jiwa yang membutuhkan kasih Tuhan.

Tidak Ada Jiwa yang Terlalu Jauh bagi Yesus

Kisah Gerasa, perempuan Samaria, dan Zakheus membawa satu pesan yang sama: kasih Tuhan tidak dibatasi oleh keadaan manusia.

Yesus tidak berhenti karena badai.

Yesus tidak menghindari Samaria.

Yesus tidak menjauhi Zakheus.

Sebab bagi Tuhan, satu jiwa sangat berharga.

Mungkin ada seseorang yang saat ini merasa hidupnya sudah terlalu jauh dari Tuhan. Mungkin ada yang merasa tidak layak datang kepada-Nya karena masa lalu. Mungkin ada yang merasa dirinya tidak lagi memiliki harapan.

Firman Tuhan mengingatkan bahwa Yesus datang justru untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang.

Karena itu, jangan menyerah terhadap hidup seseorang.

Jangan cepat mengatakan bahwa seseorang tidak dapat berubah.

Jangan menganggap seseorang tidak penting hanya karena keadaan hidupnya.

Apa yang tidak dianggap berharga oleh manusia, dapat menjadi sangat berharga di mata Tuhan.

Mari Membawa Kasih Kristus

Khotbah ini mengingatkan setiap orang percaya bahwa keselamatan yang kita terima bukanlah sesuatu yang murah. Kristus telah membayar harga yang mahal melalui pengorbanan-Nya di kayu salib.

Ia rela turun dari surga.

Ia mengambil rupa seorang hamba.

Ia menanggung penderitaan.

Ia taat sampai mati.

Semua dilakukan karena kasih-Nya kepada manusia.

Karena itu, mari kita menghargai keselamatan yang telah Tuhan berikan dengan hidup dalam pertobatan dan menjadi alat bagi keselamatan orang lain.

Masih ada Gerasa-Gerasa yang harus kita datangi.

Masih ada “Samaria” yang harus kita lintasi.

Masih ada “Zakheus” yang perlu kita hampiri.

Masih ada jiwa-jiwa yang sedang menunggu seseorang membawa kabar baik tentang Yesus.

Jangan biarkan mereka berjalan sendirian. Jangan biarkan mereka merasa tidak berharga. Jadilah tangan yang menjangkau, hati yang menerima, dan suara yang memberitakan kasih Kristus.

Sebab bagi Yesus, satu jiwa pun sangat berharga.

Dan seperti yang ditegaskan dalam 2 Korintus 6:2, hari ini adalah hari penyelamatan itu. Amin(*)

Editor : Deiby Rotinsulu
Lukas 8:37 Yesus Datang Mencari Jiwa yang Diabaikan Ps Grace Awuy Khotbah Pantekosta