MANADOPOST.ID-- Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM memperkuat pemahaman BPMJ, pendeta, serta panitia pemilihan pelayan khusus dan komisi kategorial melalui kegiatan sosialisasi dan pembekalan di Wilayah Mandolang Dua.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jemaat GMIM Efrata Kalasey, Sabtu (15/8), dengan menghadirkan Wakil Ketua BPMS GMIM, Pdt. Dr. Anthonius D. Sompe, M.Teol., M.Pd.K., sebagai narasumber.
Sosialisasi dan pembekalan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pelaksanaan pemilihan diaken, penatua, serta pengurus komisi kategorial jemaat di wilayah pelayanan Mandolang Dua.
Materi pembekalan diarahkan untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat memahami ketentuan, mekanisme, tanggung jawab, serta prinsip-prinsip yang harus dijunjung dalam setiap tahapan pemilihan.
Hal ini dinilai penting mengingat proses pemilihan pelayan khusus bukan sekadar agenda organisatoris gereja, tetapi berkaitan langsung dengan keberlanjutan pelayanan dan kehidupan bergereja di tengah jemaat.
Dalam pembekalan tersebut, BPMS GMIM juga memberikan penekanan terhadap pentingnya menjaga ketertiban, kebersamaan dan suasana kekeluargaan selama seluruh proses pemilihan berlangsung.
Panitia diharapkan mampu menjalankan tugas secara bertanggung jawab, transparan dan berpedoman pada ketentuan gereja yang berlaku.
Kehadiran BPMS GMIM sekaligus menjadi ruang bagi BPMJ, pendeta dan panitia untuk mendapatkan penjelasan langsung sekaligus menyampaikan pertanyaan maupun persoalan yang berpotensi muncul dalam pelaksanaan pemilihan di masing-masing jemaat.
Ketua Jemaat GMIM Efrata Kalasey, Pdt. Saul Rumimper, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran seluruh jemaat se-Wilayah Mandolang Dua dalam kegiatan pembekalan menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sebelum memasuki tahapan pemilihan.
“Kami menyambut baik kehadiran seluruh jemaat se-Wilayah Mandolang Dua dalam kegiatan ini. Pembekalan seperti ini penting agar kita semua memiliki pemahaman yang sama dan dapat menjalankan proses pemilihan sesuai dengan ketentuan gereja.”
Ia berharap proses pemilihan nantinya dapat berlangsung dengan baik, tertib dan tetap menjaga persekutuan jemaat.
“Yang paling utama adalah bagaimana seluruh proses ini tetap menjaga kebersamaan dan persekutuan. Jangan sampai proses pemilihan justru menimbulkan perpecahan di tengah jemaat,” ujarnya.
Sementara itu, pembekalan dari BPMS GMIM diharapkan mampu menjadi pedoman bagi BPMJ dan panitia dalam menjalankan seluruh tahapan pemilihan.
Proses tersebut juga diharapkan menghasilkan pelayan-pelayan gereja yang memiliki komitmen, integritas dan kesiapan untuk menjalankan tugas pelayanan di tengah jemaat.
Dengan adanya sosialisasi dan pembekalan ini, seluruh jemaat di Wilayah Mandolang Dua diharapkan semakin siap menghadapi tahapan pemilihan diaken, penatua dan komisi kategorial, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai pelayanan, persaudaraan dan tanggung jawab iman. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot