Syalom,
Dalam Kitab Ratapan, Nabi Yeremia meratapi penderitaan bangsanya, yang telah berbalik dari Allah dan dibuang ke Babel: “Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu. Jiwaku . . . tertekan dalam diriku” (Ratapan 3:19-20).
Seperti bangsa Israel, kita pernah jauh dari Allah. Namun, seperti Yeremia, kita juga menemukan pengharapan di dalam Allah: “Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (ay. 22-23).
Bangsa Israel mendapatkan awal yang baru. Kita juga dapat kembali kepada Allah dan menemukan pengharapan di dalam Dia.
Amin.