Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Kamis 20 Agustus 2026, Bacaan I Yehezkiel 36:23-2

Fandy Gerungan • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:18 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Perayaan Wajib St. Bernardus ( Warna Liturgi Putih)

Bacaan I Yehezkiel 36:23-28

Aku akan menguduskan nama-Ku yang besar yang sudah dinajiskan di tengah bangsa-bangsa, dan yang kamu najiskan di tengah-tengah mereka. Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, demikianlah firman Tuhan ALLAH, manakala Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan bangsa-bangsa.

Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu.

Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu.

Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 51:12-13.14-15.18-19

Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!

Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.

Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!

Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!

Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!

Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.

Bacaan Injil Matius 22:1-14

Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:

"Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.

Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.

Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.

Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,

dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.

Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.

Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.

Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.

Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.

Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.

Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.

Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Renungan 

Salve sahabat muda katolik!. Kita hidup di zaman yang serba cepat. Bangun tidur melihat HP, menjalani kuliah atau pekerjaan, mengejar target, berkumpul dengan teman. 

Kita sibuk dengan media sosial, lalu malam hari merasa terlalu lelah untuk berdoa. Kadang kita bukan tidak percaya kepada Tuhan. Kita hanya terlalu sibuk untuk memberi waktu kepada-Nya.

Bacaan Injil hari ini mengajak kita melihat kembali undangan Tuhan. Tuhan mengundang kita untuk mengalami kasih dan sukacita bersama-Nya. Tetapi manusia sering memiliki alasan sendiri. 

Ada yang lebih memilih pekerjaan, kesenangan, kepentingan pribadi, bahkan hal-hal yang sebenarnya tidak lebih penting daripada Tuhan.

Bukankah kita juga sering begitu?. Ketika ada waktu untuk scrolling berjam-jam, kita merasa punya waktu. Ketika ada ajakan teman, kita bisa meluangkan waktu. Tetapi ketika waktunya berdoa atau mengikuti kegiatan rohani, tiba-tiba kita merasa terlalu sibuk.

Tuhan tidak meminta kita meninggalkan cita-cita. Tuhan tidak melarang kita mengejar masa depan. Justru Tuhan ingin kita menjalani semua itu bersama-Nya. 

Yang perlu kita lakukan adalah belajar menempatkan Tuhan bukan sebagai pilihan terakhir, tetapi sebagai dasar dari setiap pilihan hidup kita.

Bacaan pertama berbicara tentang hati yang diperbarui. Ini sangat relevan bagi kita sebagai orang muda. Kita mungkin pernah salah memilih, salah bergaul, salah mengambil keputusan, atau bahkan pernah menjauh dari Tuhan.

Tetapi Tuhan tidak berhenti bekerja dalam hidup kita.Tuhan mampu melembutkan hati yang keras. Ia mampu memulihkan hati yang terluka. Ia mampu memberikan keberanian untuk memulai lagi.

Karena itu, jangan pernah berkata, saya sudah terlalu jauh dari Tuhan. Selama kita masih mau kembali, selalu ada jalan pulang.

Namun kembali kepada Tuhan bukan hanya soal rajin berdoa atau datang ke gereja. Hati yang diperbarui harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari.

Kalau dulu kita mudah membalas kebencian dengan kebencian, sekarang kita belajar mengampuni. Kalau dulu kita suka menjatuhkan orang lain, sekarang kita belajar menghargai. Kalau dulu kita mudah menyerah, sekarang kita belajar percaya.

Iman bukan hanya apa yang kita katakan tentang Tuhan, tetapi bagaimana kita hidup karena Tuhan.

Sebagai orang muda Katolik, kita dipanggil bukan hanya untuk menjadi penonton di dalam Gereja. Kita dipanggil untuk mengambil bagian. Gereja membutuhkan energi, kreativitas, keberanian, dan semangat kita.

Jangan berpikir, “Saya masih muda, belum bisa berbuat banyak.” Mulailah dari hal kecil. Jadilah teman yang membawa pengharapan. Jadilah orang yang berani berkata jujur. 

Gunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan. Hadirlah bagi teman yang sedang terpuruk. Jangan takut melayani meskipun pelayanan itu sederhana.

Hari ini kita juga mengenang St. Bernardus, seorang tokoh Gereja yang menunjukkan bahwa hidup yang dekat dengan Tuhan dapat menghasilkan kehidupan yang penuh kasih dan pengabdian.

Kita pun dipanggil untuk memiliki hati seperti itu: hati yang tidak hanya mencari apa yang menyenangkan diri sendiri, tetapi juga bertanya, Apa yang bisa saya lakukan bagi Tuhan dan bagi sesama?.

Teman-teman muda, Tuhan sedang mengundang kita. Jangan terlalu sibuk mengejar masa depan sampai lupa kepada Tuhan yang memegang masa depan kita.

Jangan terlalu sibuk mencari pengakuan dari manusia sampai lupa bahwa nilai diri kita berasal dari Tuhan. Dan jangan menunggu hidup menjadi sempurna untuk datang kepada-Nya. 

Datanglah sekarang. Buka hati. Biarkan Tuhan memperbarui kita, membentuk kita, dan mengarahkan langkah kita. Karena menjadi muda bukan hanya tentang memiliki banyak mimpi. (*)

Editor : Fandy Gerungan
renungan katolik Renungan