Syalom,
Kita sangat menghargai ayat singkat yang sangat manusiawi dalam Injil Yohanes: “Maka menangislah Yesus” (Yoh. 11:35). Air mata Sang Mesias di depan makam Lazarus menekankan rasa kehilangan besar yang dialami Yesus. Mencintai memang menakutkan.
Kita mencintai dan kehilangan segala sesuatu, dari pasangan hidup, anak-anak, orang tua, teman, hingga hewan peliharaan. Mengalami semua itu, sangat manusiawi apabila kita menangis dengan “sukacita yang pedih.”
Namun, bagi orang percaya, tangisan kita hanya berlangsung sementara, seperti yang dituliskan Daud, “Sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai” (Mzm. 30:6). Allah Bapa kita tidak akan membiarkan kita kehilangan pengharapan.
Amin.