“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.”
Saudara yang dikasihi Tuhan, keadaan dunia tidak sama lagi. Waktu demi waktu keadaan dunia ini terus berubah. Apa yang dahulu kita anggap biasa, sekarang bisa berubah. Keadaan ekonomi berubah, kehidupan manusia berubah, hubungan antarmanusia berubah, bahkan situasi di sekitar kita juga terus mengalami perubahan.
Dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya.
Tetapi di tengah dunia yang terus berubah, ada satu Pribadi yang tidak pernah berubah: Tuhan kita.
Manusia bisa berubah. Keadaan bisa berubah. Situasi bisa berubah. Tetapi Tuhan tetap sama. Kasih-Nya tetap sama, kesetiaan-Nya tetap sama, janji-Nya tetap sama, dan penyertaan-Nya tetap ada dalam kehidupan kita.
Penyertaan Tuhan Sempurna
Saudara, penyertaan Tuhan sempurna. Seluruh kekuatan dan kasih-Nya menyertai kita.
Penyertaan manusia ada batasnya. Manusia hanya dalam bentuk simpati, tetapi penyertaan Tuhan sempurna. Bukan hanya kata-kata, tetapi dengan belas kasihan-Nya Dia menyertai kita. Berkat-berkat-Nya mengikuti-Nya. Pemeliharaan Tuhan dan kasih setia Tuhan menyertai kita.
Ada kalanya manusia yang kita harapkan dapat menolong kita ternyata memiliki keterbatasan. Ada orang yang ingin menolong tetapi tidak mampu. Ada yang mampu menolong tetapi tidak selalu bisa berada bersama kita.
Tetapi Tuhan berbeda.
Ketika manusia tidak mampu berjalan bersama kita, Tuhan tetap menyertai. Ketika manusia tidak memahami keadaan kita, Tuhan memahami. Ketika kita merasa sendirian, Tuhan tetap hadir.
Itulah sebabnya kita dapat berkata:
“Eben heazer, sampai sini Tuhan menolong kita.”
Dalam 1 Samuel 7:12, Samuel mendirikan batu dan menamainya Eben-Haezer sebagai tanda bahwa sampai di tempat itu Tuhan telah menolong mereka.
Kita pun dapat melihat perjalanan hidup kita dan berkata: sampai hari ini Tuhan menolong kita.
Kita ada sebagaimana kita ada itu karena Tuhan menyertai kita.
Bukan karena kekuatan kita semata-mata. Bukan karena kepandaian kita. Bukan karena kemampuan kita sendiri. Ada tangan Tuhan yang menopang, memelihara, dan membawa kita sampai hari ini.
Jangan Biarkan Iblis Membuat Kita Meragukan Kasih Tuhan
Saudara, salah satu pekerjaan iblis adalah membuat manusia meragukan kasih setia Tuhan.
Iblis membuat kita ragu kasih setia Tuhan. Iblis mempertanyakan kasih setia Tuhan. Iblis membuat kita lupa kasih setia Tuhan yang telah kita alami.
Kita harus berhati-hati.
Ketika sedang menghadapi masalah, kita sering kali lebih mudah mengingat masalah daripada pertolongan Tuhan. Kita lebih mudah melihat apa yang belum kita miliki daripada mengingat apa yang sudah Tuhan berikan.
Padahal kalau kita mau melihat kembali perjalanan hidup kita, ada begitu banyak pertolongan Tuhan yang sudah kita alami.
Iblis adalah raja para pendusta.
Karena itu, jangan biarkan kebohongan iblis memenuhi pikiran kita. Jangan sampai karena satu masalah yang sedang kita hadapi, kita mulai berkata bahwa Tuhan tidak peduli. Jangan sampai karena doa kita belum dijawab seperti yang kita harapkan, kita mulai meragukan kasih Tuhan.
Jaga hati ini jangan sampai kita dibodohi iblis. Dia mengasihi kita.
Kita tidak mampu membayar kesetiaan Tuhan. Dia mengasihi kita bukan karena kita sempurna. Dia mengasihi kita karena Dia adalah kasih.
Dia Tuhan yang penuh kasih.
Dalam kasih-Nya Dia mati buat kita dikala kita masih berdosa, supaya kita terlepas dari hukum dosa, supaya kita lepas dari perbudakan dosa.
Kalau Tuhan sudah menunjukkan kasih-Nya sebesar itu melalui pengorbanan Kristus, jangan biarkan keadaan membuat kita meragukan kasih-Nya.
Jehovah Jireh: Tuhan Menyediakan
Salah satu nama Tuhan yang kita kenal adalah Jehovah Jireh — Tuhan menyediakan.
Dalam Kejadian 22:14, kita melihat bagaimana Tuhan menyediakan bagi Abraham ketika ia berada dalam keadaan yang sangat sulit.
Tuhan melihat apa pun yang kita perlukan dan Dia mampu menyediakan.
Kadang-kadang kita bertanya, “Tuhan, mengapa saya harus mengalami kesulitan ini?”
Namun ada kalanya Tuhan mengizinkan kesulitan kita alami supaya kita mengalami kasih setia Tuhan.
Ada kasih setia Tuhan dalam kita mengatasi setiap kesulitan kita.
Kesulitan bukan berarti Tuhan meninggalkan kita.
Pergumulan bukan berarti Tuhan tidak menyertai kita.
Air mata bukan berarti Tuhan tidak peduli.
Justru dalam banyak keadaan, kita dapat melihat pertolongan Tuhan dengan lebih jelas ketika kita berada dalam situasi yang tidak mudah.
Karena itu, jangan hanya melihat besarnya masalah. Lihat juga besarnya Tuhan.
Masalah kita mungkin besar, tetapi Tuhan jauh lebih besar.
Kebutuhan kita mungkin banyak, tetapi Tuhan adalah Jehovah Jireh.
Jangan berhenti percaya.
Tuhan yang Turun dan Menyertai Kita
Dalam Yohanes 3:13 dikatakan:
“Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.”
Tuhan bukan Allah yang jauh dan tidak peduli terhadap kehidupan manusia. Dia datang kepada manusia. Dia turun untuk menyelamatkan kita.
Dan setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus memberikan janji yang luar biasa dalam Matius 28:20:
“Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Inilah kekuatan kita.
Allah Imanuel, Allah yang selalu menyertai kita, terus menerus ada Tuhan dalam setiap langkah kita. Tidak ada yg memisahkan kita.
Ketika kita berjalan, Tuhan menyertai.
Ketika kita bekerja, Tuhan menyertai.
Ketika kita menghadapi pergumulan, Tuhan menyertai.
Ketika kita menangis, Tuhan menyertai.
Ketika kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, Tuhan tetap menyertai.
Dunia boleh berubah, tetapi penyertaan Tuhan tidak berubah.
Keadaan boleh berubah, tetapi kasih Tuhan tidak berubah.
Manusia boleh meninggalkan kita, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.
Maranata: Tuhan Yesus Datang
Saudara, sebagai orang percaya kita juga memiliki pengharapan yang besar. Kita bukan hanya menjalani kehidupan hari ini, tetapi kita menantikan kedatangan Tuhan Yesus.
Maranata, Tuhan Yesus datang.
Dalam 1 Korintus 16:22 dikatakan:
“Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranata!”
Maranata mengingatkan kita bahwa kehidupan kita memiliki tujuan akhir: kita menantikan Tuhan.
Ada waktunya kita mengalami kesulitan dalam mengikut Yesus. Ada saat kita merasa lelah. Ada saat kita menghadapi tekanan. Ada saat perjalanan iman terasa tidak mudah.
Tetapi tetap kuat dan setia.
Jangan menyerah.
Jangan tinggalkan Tuhan hanya karena keadaan belum berubah.
Jangan lepaskan iman hanya karena jawaban doa belum datang.
Tetaplah percaya kepada Tuhan yang tidak pernah berubah.
Tuhan sediakan sampai kita bertemu dengan Tuhan.
Saudara yang dikasihi Tuhan, dunia terus berubah, tetapi Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
Kalau hari ini kita masih berdiri, itu karena Tuhan menyertai.
Kalau hari ini kita masih memiliki kekuatan, itu karena Tuhan memberikan kekuatan.
Kalau hari ini kita masih memiliki pengharapan, itu karena Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.
Mari kita melihat kembali perjalanan hidup kita dan berkata:
Eben heazer, sampai sini Tuhan menolong kita.
Jangan biarkan iblis membuat kita meragukan kasih setia Tuhan.
Jangan lupakan semua pertolongan yang sudah Tuhan berikan.
Tetaplah percaya kepada Jehovah Jireh, Tuhan yang menyediakan.
Tetaplah berjalan bersama Allah Imanuel, Tuhan yang selalu menyertai.
Dan tetaplah memegang pengharapan:
Maranata, Tuhan Yesus datang.
Ada waktunya kita mengalami kesulitan dalam mengikut Yesus. Tetapi tetap kuat dan setia, Tuhan sediakan sampai kita bertemu dengan Tuhan. Amin (*)
Editor : Deiby Rotinsulu