Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Selasa 25 Agustus 2026, Bacaan I 2 Tesalonika 2:1-3a.13

Fandy Gerungan • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:50 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Biasa ke XXI (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I 2 Tesalonika 2:1-3a.13b-17

Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara,

supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.

Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,

Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai.

Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.

Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita,

kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 96:10.11-12a.12b-13

Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."

Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya,

biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai

biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai

di hadapan Tuhan, sebab Ia datang. sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia datang menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetianNya.

Bacaan Injil Matius 23:23-26

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.

Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve sahabat muda katolik, kita hidup di zaman ketika penampilan sering menjadi ukuran. Media sosial membuat kita terbiasa menunjukkan sisi terbaik diri. 

Foto terbaik, pencapaian terbaik, bahkan kehidupan yang terlihat bahagia. Kadang-kadang tanpa sadar, kita lebih sibuk membangun citra daripada membangun diri.

Bacaan hari ini mengajak kita untuk berhenti sejenak dan bertanya: sebenarnya, siapa saya ketika tidak ada orang yang melihat?

Iman bukan soal bagaimana kita terlihat di depan orang lain. Kita bisa aktif di gereja, rajin mengikuti kegiatan OMK, memakai simbol-simbol rohani, bahkan sering berbicara tentang Tuhan. 

Tetapi semua itu kehilangan makna jika hati kita masih dipenuhi kesombongan, iri hati, kebencian, atau keinginan untuk mendapatkan pujian.

Yesus mengingatkan bahwa Tuhan tidak hanya melihat apa yang tampak dari luar. Tuhan melihat hati. Karena itu, menjadi orang muda Katolik berarti berani melakukan pembenahan dari dalam, bukan hanya memperbaiki penampilan di luar.

Mungkin ada di antara kita yang sedang berjuang dengan rasa minder, kecewa, luka karena masa lalu, atau kebiasaan buruk yang sulit ditinggalkan. Jangan menyerah. 

Tuhan tidak menuntut kita menjadi sempurna dalam satu malam. Tuhan mengundang kita untuk terus bertumbuh dan membiarkan kasih-Nya mengubah hati kita sedikit demi sedikit.

Di tengah dunia yang penuh dengan berbagai suara, kita juga perlu belajar membedakan mana yang membawa kita semakin dekat kepada Tuhan dan mana yang justru menjauhkan kita dari-Nya. 

Tidak semua yang viral harus diikuti. Tidak semua yang dilakukan banyak orang harus kita lakukan. Orang muda Katolik dipanggil untuk memiliki keberanian berkata, saya memilih yang benar, meskipun tidak populer.

Keteguhan iman juga berarti tidak mudah menyerah ketika doa belum terjawab, ketika rencana gagal, ketika hubungan berakhir, atau ketika masa depan terasa tidak jelas. Tuhan tetap bekerja, bahkan ketika kita belum mampu melihat jalan keluarnya.

Maka, jangan hanya berusaha menjadi orang muda yang terlihat sukses. Jadilah orang muda yang memiliki hati yang benar. Jangan hanya mengejar pengakuan manusia, tetapi kejarlah kehidupan yang berkenan kepada Tuhan.

Mulailah dari hal-hal sederhana: jujur ketika tidak ada yang mengawasi, mengampuni ketika hati masih terluka, menolong tanpa perlu dipuji, berani meminta maaf ketika salah, dan tetap berbuat baik meskipun tidak mendapatkan balasan.

Karena pada akhirnya, yang membuat hidup kita berharga bukan seberapa banyak orang yang mengenal kita, seberapa banyak yang menyukai kita, atau seberapa keren kehidupan yang kita tampilkan. Yang terpenting adalah apakah melalui hidup kita, orang lain dapat merasakan kasih Tuhan.

Jangan hanya terlihat baik. Jadilah baik dari dalam. Jangan hanya terlihat beriman. Hiduplah dalam iman. Dan jangan hanya mencari tempat di hadapan manusia, tetapi temukanlah tempatmu di dalam hati Tuhan. (*)

Editor : Fandy Gerungan
renungan katolik omk Renungan