Getsemani Sakobar Rayakan Ibadah Pengucapan Syukur dengan Pesan Kesetiaan kepada Tuhan

Angel Rumeen • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:17 WIB
Perayaan Pengucapan Syukur di Getsemani Sakobar, Minggu (23/8).
Perayaan Pengucapan Syukur di Getsemani Sakobar, Minggu (23/8).

 

MANADOPOST.ID—Jemaat GMIM Getsemani Sario Kotabaru (Sakobar) melaksanakan ibadah pengucapan syukur, Minggu (23/8). Ibadah tersebut dipimpin Ketua BPMJ Pdt Meilly Lengkong Pontoh MTh, dengan perenungan firman Tuhan yang diambil dari Yosua 24:1-28.

 

Ibadah pengucapan syukur menjadi momentum bagi jemaat untuk kembali mengingat kebaikan dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan. Tidak hanya ketika menerima berkat atau mengalami keberhasilan, jemaat juga diajak tetap memiliki hati yang bersyukur dalam berbagai situasi, termasuk ketika doa yang dipanjatkan belum mendapatkan jawaban seperti yang diharapkan.

 

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam khotbah yang disampaikan Pdt Meilly Lengkong Pontoh. Berdasarkan kisah dalam Yosua 24, jemaat diingatkan mengenai pentingnya mengingat karya Tuhan sekaligus mengambil keputusan untuk tetap setia kepada-Nya.

 

Sikap bersyukur, menurut pesan yang disampaikan dalam ibadah, tidak semata-mata diukur dari banyaknya berkat yang diterima. Rasa syukur juga merupakan bentuk iman dan kepercayaan kepada Tuhan dalam menjalani setiap proses kehidupan.

 

Jemaat diajak untuk tetap mengucap syukur atas doa-doa yang telah terjawab. Namun, pada saat yang sama, jemaat juga diminta tidak kehilangan pengharapan ketika masih menantikan jawaban Tuhan.

 

“Tetap berlaku setia pada Tuhan,” menjadi pesan penting yang ditekankan dalam ibadah tersebut.

 

Nuansa pengucapan syukur juga terlihat melalui berbagai hasil panen yang dibawa dan diletakkan di dalam rangkaian ibadah. Hasil bumi tersebut menjadi simbol nyata dari ungkapan terima kasih jemaat atas pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Tradisi membawa hasil panen dalam ibadah pengucapan syukur tidak hanya memiliki makna simbolis. Setelah ibadah, berbagai bahan natura tersebut kemudian dilelang kepada jemaat. Hasil dari kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menopang kebutuhan dan keberlangsungan pelayanan gereja.(*)

 

Editor : Angel Rumeen
Getsemani Sakobar Pengucapan Syukur