Ayat Kunci:
“TUHAN, Allahmu, yang berjalan di depanmu, Dialah yang akan berperang untukmu, sama seperti yang dilakukan-Nya bagimu di Mesir, di depan matamu.”
— Ulangan 1:30
Perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian bukanlah perjalanan yang mudah. Mereka telah mengalami begitu banyak pertolongan Tuhan, melihat mujizat, merasakan pemeliharaan-Nya, dan menyaksikan bagaimana Tuhan menuntun mereka keluar dari Mesir. Namun, ketika mereka berhadapan dengan tantangan, ketakutan dan keraguan kembali menguasai hati mereka.
Melalui Ulangan 1–2, Musa mengingatkan kembali perjalanan bangsa Israel sekaligus mengajarkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya dalam perjalanan menuju penggenapan janji-Nya.
Bagi kita yang hidup dalam tuntunan Roh Kudus, pesan ini tetap sangat penting: jangan biarkan ketakutan membuat kita berhenti melangkah ketika Tuhan sedang membawa kita maju.
1. Jangan Melihat Besarnya Masalah, tetapi Ingat Besarnya Tuhan
Dalam Ulangan 1, Musa mengingat kembali bagaimana bangsa Israel pernah berdiri di hadapan tantangan besar. Tanah yang Tuhan janjikan memang ada di depan mereka, tetapi mereka melihat tantangan yang ada di sana dan mulai takut.
Masalahnya bukan karena Tuhan tidak memberikan janji. Masalahnya adalah mereka lebih mempercayai apa yang mereka lihat daripada apa yang Tuhan katakan.
Sering kali kita juga mengalami hal yang sama. Tuhan sudah menolong kita berkali-kali, tetapi ketika menghadapi persoalan baru, kita kembali takut.
Kita melihat masalah lebih besar daripada kuasa Tuhan. Kita melihat keterbatasan diri lebih besar daripada kemampuan Tuhan. Kita melihat jalan yang tertutup dan lupa bahwa Tuhan sanggup membuka jalan.
Karena itu Musa mengingatkan:
“TUHAN, Allahmu, yang berjalan di depanmu...”
Perhatikan bahwa Tuhan bukan hanya menyuruh Israel berjalan. Tuhan berjalan di depan mereka.
Ini menjadi kekuatan bagi kita. Ketika Roh Kudus menuntun kehidupan kita, kita tidak berjalan sendirian. Tuhan mendahului kita, mempersiapkan jalan, memberikan hikmat, kekuatan, dan pertolongan yang kita perlukan.
2. Ketakutan Dapat Membuat Kita Kehilangan Kesempatan
Bangsa Israel sebenarnya sudah berada sangat dekat dengan Tanah Perjanjian. Namun karena ketakutan dan ketidakpercayaan, perjalanan mereka menjadi jauh lebih panjang.
Hal ini mengajarkan bahwa ketakutan yang tidak diserahkan kepada Tuhan dapat membuat seseorang berhenti dari apa yang sebenarnya sudah Tuhan sediakan.
Ada orang yang Tuhan sudah buka pintunya, tetapi ia takut masuk.
Ada yang Tuhan sudah berikan kesempatan, tetapi ia merasa tidak mampu.
Ada yang Tuhan panggil untuk melangkah, tetapi terlalu banyak mempertimbangkan perkataan manusia.
Ada pula yang terus mengingat kegagalan masa lalu sehingga tidak berani percaya kepada masa depan yang Tuhan siapkan.
Ulangan 1 mengingatkan kita bahwa pengalaman masa lalu seharusnya menjadi pelajaran, bukan penjara.
Jangan biarkan kegagalan kemarin menentukan langkah kita hari ini.
Apa yang Tuhan kerjakan di masa lalu menjadi bukti bahwa Dia tetap sanggup menolong kita hari ini.
3. Tuhan Tetap Menuntun Meskipun Perjalanan Kita Tidak Selalu Mudah
Ulangan 2 memperlihatkan bahwa perjalanan Israel terus berlangsung. Mereka harus melewati berbagai wilayah dan berhadapan dengan bangsa-bangsa lain.
Namun Tuhan memberikan arahan kepada mereka. Ada wilayah yang boleh mereka lewati dan ada wilayah yang tidak boleh mereka ambil. Ini menunjukkan bahwa tidak semua jalan yang terlihat baik harus kita tempuh.
Dalam kehidupan, kita juga membutuhkan kepekaan terhadap tuntunan Roh Kudus.
Kadang-kadang kita bertanya, “Mengapa Tuhan tidak membuka jalan ini?”
Padahal mungkin Tuhan sedang berkata, “Jangan lewat jalan itu. Aku mempunyai jalan yang lain.”
Tidak semua pintu yang terbuka adalah pintu yang harus kita masuki. Tidak semua kesempatan harus kita ambil. Tidak semua keinginan kita sesuai dengan kehendak Tuhan.
Karena itu kita membutuhkan Roh Kudus untuk menuntun langkah kita.
Orang yang dipimpin Roh Kudus tidak hanya bertanya, “Apa yang bisa saya lakukan?” tetapi juga bertanya, “Tuhan, ke mana Engkau sedang membawa saya?”
4. Tuhan Menyertai Kita Sampai Tujuan
Ulangan 1–2 memperlihatkan bahwa perjalanan Israel adalah perjalanan yang panjang. Ada masa-masa sulit, kegagalan, ketidaktaatan, bahkan konsekuensi dari keputusan mereka sendiri.
Namun Tuhan tidak berhenti bekerja.
Ini menjadi penghiburan bagi kita. Mungkin perjalanan hidup kita juga tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana. Ada keputusan yang salah, kesempatan yang terlewat, kegagalan, atau masa-masa yang membuat kita bertanya-tanya tentang masa depan.
Tetapi jangan berpikir bahwa semuanya sudah berakhir.
Selama Tuhan masih memberikan kita kesempatan untuk melangkah, masih ada pekerjaan Tuhan yang sedang Dia kerjakan dalam hidup kita.
Tuhan tidak hanya peduli kepada tujuan; Dia juga peduli kepada proses yang kita jalani untuk sampai ke sana.
Dalam proses itu Tuhan membentuk iman, kesabaran, ketaatan, dan karakter kita.
5. Roh Kudus Memberikan Keberanian untuk Melangkah
Sebagai umat Pantekosta, kita percaya bahwa Roh Kudus diberikan kepada orang percaya untuk menjadi Penolong, Penghibur, dan Penuntun dalam kehidupan.
Kita tidak dipanggil untuk menjalani hidup dengan kekuatan sendiri.
Ada banyak hal yang tidak sanggup kita hadapi dengan kemampuan manusia. Tetapi ketika Roh Kudus bekerja dalam hidup kita, Dia memberikan keberanian untuk menghadapi apa yang sebelumnya membuat kita takut.
Roh Kudus menolong kita untuk tetap percaya ketika keadaan belum berubah.
Roh Kudus menolong kita untuk tetap berdiri ketika tekanan datang.
Roh Kudus mengingatkan kita kepada firman Tuhan ketika hati mulai dipenuhi keraguan.
Dan Roh Kudus memberikan keberanian untuk melangkah ketika Tuhan berkata, “Majulah.”
Karena itu, jangan hidup berdasarkan ketakutan. Hiduplah berdasarkan iman dan tuntunan Roh Kudus.
Ulangan 1–2 mengingatkan kita bahwa perjalanan bersama Tuhan tidak selalu mudah, tetapi Tuhan selalu setia menyertai.
Jangan melihat besarnya tantangan lalu melupakan kebesaran Tuhan.
Jangan mengingat kegagalan masa lalu lalu kehilangan keberanian untuk melangkah.
Jangan memaksakan jalan sendiri ketika Roh Kudus sedang menunjukkan jalan yang berbeda.
Hari ini Tuhan mengingatkan kita:
“Aku berjalan di depanmu.”
Kalau Tuhan berjalan di depan kita, kita tidak perlu takut menghadapi hari esok.
Mungkin kita belum tahu apa yang akan terjadi di depan. Kita mungkin belum melihat seluruh jalan yang harus ditempuh. Tetapi kita tahu siapa yang berjalan bersama kita.
Tuhan yang menyertai Israel adalah Tuhan yang sama yang menyertai kita hari ini.
Mari memasuki hari ini dengan iman. Biarkan Roh Kudus memimpin setiap keputusan, setiap langkah, setiap pekerjaan, dan setiap rencana kita.
Jangan takut melangkah. Tuhan berjalan di depan kita.
Pesan hari ini:
Jangan takut melangkah, karena Tuhan berjalan di depan kita dan Roh Kudus menuntun setiap langkah kita.
Doa
Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak pernah meninggalkan kami dalam perjalanan hidup ini. Ampuni kami ketika sering kali kami lebih melihat masalah daripada melihat kebesaran-Mu. Hari ini kami menyerahkan setiap ketakutan, kekhawatiran, dan keraguan kepada-Mu. Penuhi kami dengan Roh Kudus, berikan kami keberanian untuk melangkah, hikmat untuk mengambil keputusan, dan kepekaan untuk mengikuti tuntunan-Mu. Biarlah hidup kami berjalan sesuai kehendak-Mu sampai kami melihat penggenapan janji-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin (*)
Editor : Deiby Rotinsulu