Renungan Pantekosta Rabu 26 Agustus 2026, Ulangan 5-6 Dengarkan dan Lakukan Firman Tuhan

Deiby Rotinsulu • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:46 WIB
Gereja Pantekosta di Indonesia
Gereja Pantekosta di Indonesia

 

Ayat Kunci

“Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!”
— Ulangan 6:4

Perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian bukan hanya tentang menerima berkat Tuhan, tetapi juga tentang belajar hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Dalam Ulangan 5–6, Musa kembali mengingatkan bangsa Israel tentang hukum dan perintah Tuhan. Mereka harus mengerti bahwa keberhasilan memasuki Tanah Perjanjian tidak boleh membuat mereka melupakan Tuhan.

Pesan ini juga sangat penting bagi kehidupan kita sebagai orang percaya. Tuhan tidak hanya ingin kita menerima berkat-Nya, tetapi juga hidup dekat dengan-Nya, mendengarkan suara-Nya, dan melakukan firman-Nya.

Ulangan 5: Jangan Lupakan Perintah Tuhan

Dalam Ulangan 5, Musa mengulang kembali Sepuluh Perintah Allah kepada bangsa Israel. Mengapa perintah yang sudah pernah diberikan harus diingatkan kembali?

Karena manusia mudah lupa.

Ketika seseorang sedang berada dalam kesulitan, biasanya ia mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Namun ketika keadaan mulai baik, berkat mulai datang, masalah mulai terselesaikan, ada bahaya bahwa Tuhan tidak lagi menjadi pusat kehidupan.

Bangsa Israel sedang bersiap memasuki Tanah Perjanjian. Mereka akan menikmati negeri yang Tuhan janjikan. Karena itu, Musa mengingatkan mereka agar jangan hanya mengejar tanah, berkat, dan keberhasilan, tetapi tetap memegang firman Tuhan.

Ketaatan kepada Tuhan bukan hanya dilakukan ketika kita membutuhkan pertolongan-Nya. Ketaatan adalah gaya hidup.

Firman Tuhan bukan sekadar untuk dibaca ketika kita sedang menghadapi masalah. Firman Tuhan harus menjadi dasar ketika kita mengambil keputusan, membangun keluarga, menjalankan pekerjaan, melayani Tuhan, dan menghadapi masa depan.

Sebagai umat Pantekosta, kita percaya bahwa Roh Kudus bekerja dalam kehidupan orang percaya. Namun kehidupan yang dipimpin Roh Kudus tidak dapat dipisahkan dari firman Tuhan. Roh Kudus menolong kita memahami firman, mengingatkan kita ketika menyimpang, dan memberikan kekuatan untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.

Karena itu, jangan hanya menjadi orang yang mendengar firman, tetapi jadilah orang yang melakukan firman.

Ulangan 6: Mengasihi Tuhan dengan Segenap Hati

Ulangan 6 membawa kita kepada inti hubungan dengan Tuhan: kasih.

Musa berkata bahwa umat Tuhan harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak menginginkan hubungan yang hanya formal atau sekadar menjalankan kewajiban agama.

Tuhan menginginkan hati kita.

Kita bisa aktif dalam pelayanan, rajin beribadah, mengetahui banyak ayat Alkitab, bahkan mampu berbicara tentang Tuhan kepada orang lain. Tetapi yang Tuhan cari adalah hati yang sungguh-sungguh mengasihi-Nya.

Mengasihi Tuhan berarti memberikan tempat utama kepada-Nya.

Ketika kita mengasihi Tuhan, kita akan rindu mendengar suara-Nya. Kita akan menghargai firman-Nya. Kita akan belajar menaati-Nya bukan karena terpaksa, tetapi karena kita menyadari bahwa kehendak Tuhan adalah yang terbaik bagi hidup kita.

Ulangan 6 juga mengajarkan bahwa firman Tuhan harus terus ditanamkan dalam kehidupan keluarga. Firman tidak hanya dibicarakan di gereja, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Artinya, iman bukan hanya sesuatu yang kita tunjukkan pada hari ibadah. Iman harus terlihat dalam cara kita berbicara, bekerja, memperlakukan pasangan, mendidik anak, menghadapi masalah, menggunakan uang, dan mengambil keputusan.

Jangan Hanya Mendengar, Tetapi Lakukan

Ada perbedaan antara mengetahui firman Tuhan dan hidup berdasarkan firman Tuhan.

Kita bisa mengetahui bahwa Tuhan mengajarkan pengampunan, tetapi tetap menyimpan kepahitan.

Kita bisa mengetahui bahwa Tuhan mengajarkan kasih, tetapi tetap membenci orang lain.

Kita bisa mengetahui bahwa Tuhan mengajarkan kejujuran, tetapi masih memilih jalan yang tidak benar.

Kita bisa mengetahui bahwa Tuhan meminta kita percaya, tetapi terus hidup dalam ketakutan.

Firman Tuhan menjadi berkuasa dalam kehidupan kita ketika firman itu tidak berhenti di telinga, tetapi turun ke hati dan diwujudkan melalui tindakan.

Roh Kudus menolong kita dalam proses tersebut. Ketika kita membaca firman Tuhan, Roh Kudus mengingatkan dan menegur kita. Ketika kita lemah untuk taat, Roh Kudus memberikan kekuatan. Ketika kita tidak tahu harus mengambil keputusan apa, Roh Kudus menolong kita berjalan dalam kehendak Tuhan.

Karena itu, jangan mengandalkan kekuatan sendiri.

Mintalah Roh Kudus menolong kita untuk menjadi pelaku firman.

Firman Tuhan Harus Ditanamkan dalam Keluarga

Salah satu pesan penting dalam Ulangan 6 adalah bagaimana firman Tuhan harus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Iman tidak boleh berhenti pada diri kita.

Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan Tuhan kepada anak-anak. Anak-anak perlu melihat bahwa Tuhan bukan hanya nama yang disebut ketika berdoa, tetapi Tuhan adalah pusat kehidupan keluarga.

Anak belajar mengenal Tuhan bukan hanya dari apa yang dikatakan orang tua, tetapi juga dari apa yang mereka lihat.

Ketika anak melihat orang tuanya berdoa, mengampuni, bersyukur, menghormati orang lain, tetap percaya kepada Tuhan dalam kesulitan, dan hidup dalam kejujuran, anak sedang melihat firman Tuhan dipraktikkan.

Karena itu, rumah harus menjadi tempat pertama di mana firman Tuhan hidup.

Jangan Melupakan Tuhan Ketika Berkat Datang

Ada satu bahaya yang perlu kita waspadai: melupakan Tuhan setelah menerima berkat.

Ketika doa kita belum dijawab, kita berdoa.

Ketika keadaan sulit, kita mencari Tuhan.

Tetapi ketika pintu mulai terbuka, keadaan ekonomi membaik, pekerjaan berhasil, keluarga diberkati, dan hidup menjadi nyaman, jangan sampai kita justru semakin jauh dari Tuhan.

Berkat tidak boleh menggantikan Sang Pemberi berkat.

Kesuksesan tidak boleh membuat kita kehilangan kerendahan hati.

Jawaban doa tidak boleh membuat kita berhenti berdoa.

Justru semakin Tuhan memberkati kita, semakin kita harus dekat kepada-Nya.

Ulangan 5–6 mengingatkan kita bahwa hubungan dengan Tuhan harus dibangun di atas ketaatan dan kasih.

Hari ini, mari kita bertanya kepada diri sendiri:

Apakah saya hanya mendengar firman Tuhan, atau sudah melakukannya?

Apakah Tuhan benar-benar menjadi yang terutama dalam hidup saya?

Apakah kehidupan saya sudah menjadi kesaksian bagi keluarga dan orang-orang di sekitar saya?

Dan yang paling penting:

Apakah saya tetap dekat dengan Tuhan ketika keadaan hidup saya sedang baik maupun ketika sedang tidak baik?

Mari kita membuka hati kepada Roh Kudus. Biarlah Roh Kudus mengingatkan kembali firman yang mungkin selama ini kita dengar tetapi belum kita lakukan. Biarlah firman Tuhan bukan hanya menjadi pengetahuan di kepala, tetapi menjadi kehidupan yang nyata dalam diri kita.

Ulangan 5 mengajarkan kita untuk mengingat dan menaati perintah Tuhan. Ulangan 6 mengajarkan kita untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati.

Keduanya tidak dapat dipisahkan.

Kita menaati Tuhan karena kita mengasihi-Nya. Dan kasih kepada Tuhan akan terlihat melalui kehidupan yang taat kepada firman-Nya.

Hari ini, mari kita berkata:

“Tuhan, saya mau mendengar suara-Mu. Saya mau menyimpan firman-Mu dalam hati. Tolong saya melalui Roh Kudus agar bukan hanya menjadi pendengar, tetapi menjadi pelaku firman-Mu.”

Ketika firman Tuhan tinggal dalam hati kita dan Roh Kudus memimpin langkah kita, kita akan memiliki kekuatan untuk menjalani setiap musim kehidupan tanpa melupakan Tuhan.

Doa

Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu yang mengingatkan kami agar selalu dekat dan taat kepada-Mu. Ampuni kami jika selama ini kami lebih banyak mendengar tetapi kurang melakukan firman-Mu. Tolong kami melalui Roh Kudus agar hati kami sungguh-sungguh mengasihi-Mu. Ajarlah kami untuk menjadikan firman-Mu sebagai dasar kehidupan, keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan setiap keputusan kami. Ketika Engkau memberkati kami, biarlah kami tidak melupakan-Mu. Ketika kami menghadapi kesulitan, biarlah kami tetap percaya kepada-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin (*)

Editor : Deiby Rotinsulu
Rabu 26 Agustus 2026 Ulangan 5-6 Dengarkan dan Lakukan Firman Tuhan Renungan Pantekosta