Ayat kunci:
“Maka haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.”
Ulangan 8:18
Ada masa ketika manusia merasa sangat membutuhkan Tuhan. Ketika berada dalam kesulitan, kita berdoa dengan sungguh-sungguh, mencari Tuhan, membaca Firman, dan berharap pertolongan-Nya.
Namun, tantangan yang tidak kalah besar justru muncul ketika keadaan mulai berubah menjadi lebih baik.
Ketika doa mulai dijawab, kebutuhan tercukupi, pekerjaan berjalan lancar, usaha berkembang, kehidupan menjadi nyaman, dan berbagai berkat Tuhan kita terima, kita bisa mulai lupa kepada Dia yang menjadi sumber semuanya.
Ulangan 7–8 mengingatkan bangsa Israel tentang hal ini. Mereka sedang menuju tanah yang dijanjikan Tuhan, tanah yang penuh berkat. Tetapi sebelum menikmati semuanya, Musa memberikan peringatan: jangan sampai berkat membuat mereka melupakan Tuhan.
Pesan ini juga sangat penting bagi kehidupan kita hari ini.
1. Ulangan 7: Tuhan Memilih dan Menyertai Umat-Nya
Ulangan 7 berbicara tentang bangsa Israel yang akan memasuki Tanah Perjanjian. Tuhan menjanjikan kemenangan atas bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat daripada mereka.
Secara manusia, Israel mungkin tidak memiliki alasan untuk merasa hebat. Mereka bukan bangsa yang dipilih karena jumlah mereka paling besar atau karena kekuatan mereka paling luar biasa.
Justru Tuhan berkata bahwa mereka dipilih karena kasih-Nya dan karena kesetiaan-Nya terhadap perjanjian yang telah dibuat-Nya.
Ini menunjukkan bahwa perjalanan hidup kita juga bukan hanya tentang kemampuan kita.
Ada banyak hal yang kita miliki hari ini bukan semata-mata karena kekuatan kita sendiri. Ada pertolongan Tuhan yang bekerja dalam perjalanan hidup kita. Ada pintu yang Tuhan buka, perlindungan yang Tuhan berikan, dan kesempatan yang Tuhan izinkan terjadi.
Karena itu, jangan pernah menganggap diri kita berjalan sendirian.
Ketika Tuhan memilih dan memanggil kita, Dia juga sanggup menyertai kita.
Jangan takut menghadapi sesuatu yang lebih besar
Israel diperhadapkan dengan bangsa-bangsa yang kuat. Tetapi Tuhan tidak meminta mereka mengandalkan kekuatan sendiri. Tuhan menjanjikan penyertaan-Nya.
Demikian juga dengan kita.
Mungkin hari ini ada persoalan yang terlihat lebih besar daripada kemampuan kita. Ada masa depan yang belum jelas. Ada tanggung jawab yang terasa berat. Ada pergumulan yang membuat kita bertanya apakah kita mampu melewatinya.
Ulangan 7 mengingatkan bahwa ukuran persoalan tidak menentukan apakah Tuhan sanggup menolong kita.
Tuhan lebih besar daripada apa pun yang sedang kita hadapi.
Sebagai umat yang hidup dalam karya Roh Kudus, kita harus belajar berjalan bukan hanya berdasarkan apa yang terlihat oleh mata, tetapi berdasarkan iman kepada Tuhan yang menyertai.
2. Ulangan 8: Tuhan Mengajar Melalui Padang Gurun
Ulangan 8 membawa kita kepada pengalaman Israel selama perjalanan di padang gurun.
Padang gurun bukan tempat yang mudah. Di sana ada kekurangan, ketidaknyamanan, dan berbagai ujian.
Tetapi Musa mengingatkan bahwa Tuhan membawa mereka melewati padang gurun bukan tanpa tujuan.
Tuhan sedang membentuk hati mereka.
Ada kalanya Tuhan mengizinkan kita melewati musim yang tidak nyaman bukan karena Dia meninggalkan kita, tetapi justru karena Dia sedang mengajar dan mempersiapkan kita.
Padang gurun dapat menjadi tempat pembentukan iman.
Ketika kita tidak memiliki banyak pilihan, kita belajar bergantung kepada Tuhan.
Ketika kemampuan kita terbatas, kita belajar bahwa pertolongan Tuhan tidak terbatas.
Ketika jalan terasa panjang, kita belajar menunggu waktu Tuhan.
Dan ketika kita melihat kembali perjalanan yang telah kita lewati, kita akan menyadari bahwa ternyata tangan Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.
3. Tuhan Memelihara Bahkan Ketika Kita Tidak Melihat
Dalam perjalanan Israel, Tuhan menyediakan kebutuhan mereka. Tuhan memelihara mereka selama berada di padang gurun.
Ini menjadi pengingat bahwa pemeliharaan Tuhan tidak selalu datang dalam bentuk yang spektakuler.
Kadang Tuhan mencukupkan kita melalui hal-hal sederhana.
Hari demi hari kita masih diberi kesehatan, kekuatan, makanan, keluarga, pekerjaan, kesempatan untuk melayani, dan kemampuan untuk menjalani kehidupan.
Sering kali kita baru menyadari besarnya pemeliharaan Tuhan setelah melewati masa sulit.
Karena itu, jangan hanya bersyukur ketika menerima mujizat besar.
Belajarlah bersyukur atas pemeliharaan Tuhan setiap hari.
Napas yang masih kita miliki adalah anugerah.
Kesempatan untuk bangun dan menjalani hari adalah anugerah.
Kesempatan untuk beribadah dan mendengar Firman Tuhan adalah anugerah.
Semua itu mengingatkan kita bahwa kehidupan kita berada dalam tangan Tuhan.
4. Ujian Bukan Berarti Tuhan Tidak Mengasihi Kita
Ulangan 8 menunjukkan bahwa pengalaman di padang gurun memiliki tujuan untuk merendahkan hati dan menguji umat Tuhan.
Ini penting untuk kita pahami.
Tidak semua kesulitan berarti Tuhan sedang menghukum kita.
Ada masa ketika Tuhan menggunakan proses untuk membentuk karakter kita.
Kita mungkin berdoa agar Tuhan segera mengangkat masalah, tetapi Tuhan justru menggunakan proses itu untuk mengajar kita menjadi lebih kuat.
Kita meminta Tuhan mengubah keadaan, tetapi Tuhan terlebih dahulu mengubah hati kita.
Kita meminta jalan yang mudah, tetapi Tuhan memberikan kekuatan untuk melewati jalan yang sulit.
Proses Tuhan mungkin tidak selalu nyaman, tetapi proses Tuhan selalu memiliki tujuan.
Karena itu, jangan menyerah hanya karena perjalanan terasa panjang.
Tetaplah percaya.
Tetaplah berdoa.
Tetaplah memegang Firman Tuhan.
5. Bahaya Terbesar: Melupakan Tuhan Setelah Diberkati
Inilah salah satu pesan terpenting dari Ulangan 8.
Musa memperingatkan Israel agar ketika mereka sudah memasuki tanah yang baik, memiliki rumah, ternak, perak, emas, dan segala sesuatu yang bertambah, mereka tidak berkata dalam hati:
“Kekuatanku dan tanganmulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.”
Manusia bisa sangat dekat dengan Tuhan ketika berada dalam kekurangan, tetapi mulai menjauh ketika sudah berkecukupan.
Ketika belum punya pekerjaan, kita berdoa.
Ketika sudah mendapatkan pekerjaan, kita terlalu sibuk untuk berdoa.
Ketika belum memiliki sesuatu, kita meminta Tuhan.
Ketika sudah memilikinya, kita lupa bersyukur kepada Tuhan.
Ketika sedang menghadapi masalah, kita mencari Tuhan.
Ketika masalah selesai, kita kembali mengandalkan diri sendiri.
Itulah sebabnya Musa berkata:
“Maka haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu...”
Bukan hanya mengingat Tuhan ketika susah.
Ingatlah Tuhan ketika berhasil.
Bukan hanya mencari Tuhan ketika membutuhkan pertolongan.
Tetaplah mencari Tuhan ketika hidup sedang diberkati.
6. Berkat Tidak Boleh Menggantikan Tuhan
Tuhan tidak melarang umat-Nya menikmati berkat.
Yang Tuhan inginkan adalah agar berkat tidak mengambil tempat Tuhan dalam kehidupan mereka.
Kita boleh memiliki pekerjaan, tetapi pekerjaan tidak boleh menjadi tuhan kita.
Kita boleh memiliki uang, tetapi uang tidak boleh menguasai hati kita.
Kita boleh memiliki usaha, rumah, kendaraan, jabatan, dan berbagai keberhasilan, tetapi semuanya harus tetap ditempatkan di bawah Tuhan.
Sebab semua yang kita miliki berasal dari Tuhan.
Jangan sampai kita begitu sibuk menikmati pemberian Tuhan sehingga melupakan Sang Pemberi.
Ini adalah salah satu bahaya rohani yang sangat halus.
Bukan karena seseorang membenci Tuhan, tetapi karena kehidupannya menjadi terlalu penuh dengan berkat sampai tidak lagi memiliki ruang untuk Tuhan.
7. Roh Kudus Menolong Kita Tetap Mengingat Tuhan
Dalam kehidupan Pantekosta, kita percaya bahwa Roh Kudus hadir dan bekerja dalam kehidupan orang percaya.
Roh Kudus bukan hanya memberikan kuasa untuk melayani, tetapi juga menolong kita hidup dalam ketaatan kepada Tuhan.
Ketika kita mulai jauh dari Tuhan, Roh Kudus mengingatkan hati kita.
Ketika kita mulai sombong karena keberhasilan, Roh Kudus mengingatkan bahwa semua berasal dari Tuhan.
Ketika kita mulai mengandalkan kekuatan sendiri, Roh Kudus mengarahkan kita kembali kepada Tuhan.
Karena itu, kita membutuhkan kepekaan terhadap suara Roh Kudus.
Jangan hanya meminta Roh Kudus memberikan berkat.
Mintalah juga agar Roh Kudus memberikan hati yang tetap setia ketika berkat itu datang.
Sebab memiliki berkat tanpa memiliki hati yang melekat kepada Tuhan dapat membuat seseorang semakin jauh dari sumber berkat itu sendiri.
8. Ingatlah Dari Mana Tuhan Membawa Kita
Ulangan 8 meminta Israel mengingat perjalanan mereka.
Ini adalah pelajaran yang penting.
Jangan pernah melupakan padang gurun yang pernah kita lewati.
Jangan lupa ketika dahulu kita menangis dan Tuhan menghibur.
Jangan lupa ketika kita tidak tahu jalan dan Tuhan membuka jalan.
Jangan lupa ketika kita kekurangan dan Tuhan mencukupkan.
Jangan lupa ketika kita merasa tidak mampu dan Tuhan memberikan kekuatan.
Mengapa kita perlu mengingatnya?
Karena mengingat pertolongan Tuhan akan membuat iman kita semakin kuat untuk menghadapi hari esok.
Ketika menghadapi masalah baru, kita dapat berkata:
“Tuhan yang menolong saya dahulu adalah Tuhan yang sama yang akan menolong saya hari ini.”
Ulangan 7–8 mengajarkan dua hal besar.
Ulangan 7 mengingatkan kita bahwa Tuhan memilih, mengasihi, dan menyertai umat-Nya.
Ulangan 8 mengingatkan kita untuk tidak melupakan Tuhan ketika kita sudah menerima berkat-Nya.
Jangan hanya mencari Tuhan di padang gurun.
Carilah Tuhan juga ketika kita sudah sampai di Tanah Perjanjian.
Jangan hanya mengingat Tuhan ketika tidak memiliki apa-apa.
Tetaplah mengingat Tuhan ketika kita memiliki banyak hal.
Jangan hanya bersyukur ketika menerima mujizat besar.
Belajarlah melihat pemeliharaan Tuhan dalam setiap hari kehidupan kita.
Sebab keberhasilan terbesar bukanlah ketika kita memiliki banyak hal, tetapi ketika di tengah semua yang kita miliki, hati kita tetap melekat kepada Tuhan.
Kiranya Roh Kudus menolong kita menjadi pribadi yang tidak mudah lupa kepada Tuhan, baik dalam kekurangan maupun kelimpahan, baik dalam proses maupun keberhasilan.
Tuhan bukan hanya ingin membawa kita keluar dari padang gurun. Tuhan juga ingin memastikan bahwa ketika kita tiba di tempat berkat, kita tetap mengingat siapa yang membawa kita sampai di sana.
Doa
Tuhan, kami bersyukur untuk setiap penyertaan dan pemeliharaan-Mu dalam kehidupan kami. Ampuni kami jika sering kali kami mengingat-Mu ketika mengalami kesulitan, tetapi melupakan-Mu ketika kehidupan kami mulai diberkati.
Ajarlah kami untuk selalu mengingat bahwa segala sesuatu yang kami miliki berasal dari-Mu. Ketika kami berada dalam proses, berikan kami kekuatan untuk tetap percaya. Ketika kami menerima berkat, berikan kami kerendahan hati untuk tetap bergantung kepada-Mu.
Roh Kudus, tuntunlah kami agar tidak menyimpang dari jalan-Mu. Biarlah hati kami tetap melekat kepada Tuhan dalam setiap keadaan. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Editor : Deiby Rotinsulu