Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Senin 31 Agustus 2026

Fandy Gerungan • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:53 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Biasa ke XXII (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I 1 Korintus 2:1-5

Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu.

Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.

Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.

Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,

supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 119:97.98.99.100.101.102

Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.

Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.

Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan.

Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.

Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.

Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.

Bacaan Injil Lukas 4:16-30

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:

"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku

untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.

Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."

Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?"

Maka berkatalah Ia kepada mereka: "Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!"

Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.

Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.

Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.

Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu."

Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.

Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.

Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan 

Salve sahabat muda katolik pernahkah kita merasa terlalu biasa untuk dipakai Tuhan? Kita merasa tidak cukup pintar, tidak cukup hebat, atau terlalu banyak kekurangan.

Bacaan hari ini mengingatkan bahwa Tuhan tidak menunggu kita menjadi sempurna. Tuhan dapat bekerja melalui siapa saja yang mau membuka hati dan memberikan dirinya kepada-Nya.

Paulus pun melayani bukan karena ia merasa paling hebat. Ia menyadari kelemahannya, tetapi tetap percaya bahwa kekuatan Tuhan jauh lebih besar daripada keterbatasannya.

Sebagai orang muda, kita juga dipanggil menjadi saksi Kristus. Tidak harus melalui sesuatu yang besar. Kesetiaan dalam hal-hal kecil pun bisa menjadi kesaksian iman.

Ketika kita memilih jujur meskipun bisa berbohong, ketika berani berkata tidak pada ajakan yang salah, ketika menguatkan teman yang sedang terpuruk, di situlah Kristus hadir melalui hidup kita.

Injil juga memperlihatkan bahwa Yesus mengalami penolakan dari orang-orang yang sudah mengenal-Nya. Ini mengajarkan kita bahwa melakukan yang benar tidak selalu membuat semua orang menyukai kita.

Jangan takut ketika iman membuat kita berbeda. Lebih baik berbeda karena memilih kebenaran daripada diterima karena mengikuti kesalahan

Di zaman media sosial, kita mudah mengejar pengakuan melalui likes, komentar, dan jumlah pengikut. Tetapi nilai diri kita tidak pernah ditentukan oleh semua itu.

Nilai diri kita berasal dari Tuhan. Karena itu, jangan takut menjadi orang muda Katolik yang berbeda. Gunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan. Gunakan kemampuan untuk membantu sesama. Gunakan masa muda untuk melakukan sesuatu yang berarti.

Mungkin kita merasa kecil, tetapi jangan lupa: Tuhan tidak membutuhkan manusia yang sempurna. Tuhan membutuhkan hati yang bersedia.

Maka hari ini, mari kita berkata dalam hati: Tuhan, pakailah hidup saya. Dalam segala kelebihan dan kekurangan saya, jadikanlah saya pembawa kasih, harapan, dan kebaikan bagi orang-orang di sekitar saya.

Jangan menunggu menjadi hebat untuk melayani Tuhan. Mulailah dari hal kecil, mulai dari sekarang, dan biarkan Tuhan melakukan perkara besar melalui hidup kita. (*)

 

Editor : Fandy Gerungan
renungan katolik omk Renungan