Ayat Kunci:
“Maka ia harus membawa salinan hukum ini dan membacanya seumur hidupnya, supaya ia belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dengan berpegang pada segala isi hukum dan ketetapan ini untuk dilakukannya.”
— Ulangan 17:19
Kehidupan manusia dipenuhi dengan pilihan. Setiap hari kita diperhadapkan dengan keputusan-keputusan, mulai dari hal yang sederhana sampai kepada keputusan yang menentukan masa depan. Dalam keadaan seperti itu, kita membutuhkan tuntunan agar tidak salah melangkah.
Ulangan 17–18 mengajarkan bahwa umat Tuhan tidak boleh menjalani kehidupan berdasarkan keinginan sendiri. Tuhan memberikan hukum, ketetapan, imam, orang Lewi, hakim, bahkan nabi sebagai sarana untuk menuntun umat-Nya. Semua itu menunjukkan satu hal penting: Tuhan ingin umat-Nya hidup di bawah pimpinan-Nya.
1. Ulangan 17: Pemimpin Harus Takluk kepada Firman Tuhan
Ulangan 17 memberikan perhatian khusus kepada seorang raja. Seorang raja memiliki kekuasaan, kedudukan dan pengaruh yang besar. Namun, Tuhan memberikan batasan yang jelas bagi seorang raja.
Menariknya, seorang raja tidak boleh merasa dirinya lebih tinggi daripada hukum Tuhan. Ia harus memiliki salinan hukum Tuhan dan membacanya seumur hidupnya.
Ini menunjukkan bahwa semakin besar tanggung jawab seseorang, semakin besar pula kebutuhannya untuk tunduk kepada Tuhan.
Sering kali manusia berpikir bahwa ketika memiliki jabatan, pengalaman, pengetahuan atau keberhasilan, ia dapat menentukan segala sesuatu sendiri. Tetapi firman Tuhan mengingatkan bahwa tidak ada seorang pun yang terlalu tinggi untuk tunduk kepada Tuhan.
Seorang pemimpin yang tidak lagi mau mendengar Tuhan akan mudah dipimpin oleh kesombongan. Sebaliknya, pemimpin yang terus membaca, merenungkan dan melakukan firman Tuhan akan memiliki hati yang takut akan Tuhan.
Prinsip ini bukan hanya berlaku bagi seorang raja. Ini berlaku bagi setiap orang percaya.
Di dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan dan kehidupan sehari-hari, kita membutuhkan firman Tuhan sebagai dasar untuk mengambil keputusan.
Jangan hanya mencari Tuhan ketika kita membutuhkan pertolongan. Belajarlah mencari kehendak Tuhan sebelum mengambil keputusan.
2. Jangan Mengandalkan Kekuatan Sendiri
Tuhan juga memperingatkan seorang raja agar tidak memperbanyak kuda, istri dan emas-perak bagi dirinya.
Mengapa?
Karena semua itu dapat membuat hati manusia berpaling dari Tuhan.
Kekuatan, kekayaan dan keberhasilan sebenarnya bukan sesuatu yang salah. Yang menjadi masalah adalah ketika semua itu membuat manusia merasa tidak lagi membutuhkan Tuhan.
Ada saat ketika seseorang mulai berkata dalam hatinya, “Saya bisa mengatasinya sendiri.”
Di situlah bahaya dimulai.
Roh Kudus mengajar kita untuk hidup dalam ketergantungan kepada Tuhan. Kita boleh memiliki kemampuan, tetapi jangan mengandalkan kemampuan itu lebih daripada Tuhan. Kita boleh memiliki harta, tetapi jangan menjadikan harta sebagai sumber keamanan kita. Kita boleh memiliki jabatan, tetapi jangan membiarkan jabatan membuat kita lupa kepada Tuhan.
Kekuatan terbesar orang percaya bukan terletak pada apa yang dimilikinya, tetapi pada siapa yang memimpinnya.
3. Ulangan 18: Jangan Mencari Jawaban di Luar Tuhan
Dalam Ulangan 18, Tuhan memberikan peringatan agar umat Israel tidak mengikuti praktik bangsa-bangsa lain seperti ramalan, tenung, sihir, pemanggilan arwah dan berbagai bentuk pencarian petunjuk yang tidak berasal dari Tuhan.
Mengapa Tuhan begitu tegas?
Karena Tuhan ingin umat-Nya hanya bergantung kepada-Nya.
Manusia sering kali ingin mengetahui masa depan. Ketika menghadapi ketidakpastian, kita ingin mendapatkan jawaban secepat mungkin. Karena itu, manusia dapat tergoda mencari berbagai sumber yang menjanjikan kepastian.
Tetapi firman Tuhan mengajarkan bahwa masa depan ada di dalam tangan Tuhan.
Kita tidak perlu mengetahui seluruh masa depan untuk dapat berjalan bersama Tuhan. Yang kita perlukan adalah percaya bahwa Tuhan memegang masa depan kita.
Kemudian Tuhan berkata bahwa Ia akan membangkitkan seorang nabi bagi umat-Nya dan mereka harus mendengarkan dia.
Bagi kita sebagai orang percaya, ini mengingatkan bahwa Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya tanpa tuntunan. Tuhan berbicara melalui firman-Nya dan memimpin umat-Nya melalui Roh Kudus.
4. Roh Kudus Menolong Kita Mendengar Suara Tuhan
Dalam kehidupan Pantekosta, kita sangat memahami pentingnya pekerjaan Roh Kudus.
Roh Kudus bukan hanya hadir untuk memberikan pengalaman rohani, tetapi juga menolong kita menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak Tuhan.
Ada banyak suara di dunia ini.
Ada suara ketakutan.
Ada suara kekhawatiran.
Ada suara keinginan diri sendiri.
Ada suara orang lain.
Ada suara dunia yang terus menawarkan berbagai jalan.
Tetapi sebagai anak Tuhan, kita perlu belajar membedakan suara-suara tersebut dan kembali kepada firman Tuhan.
Roh Kudus menolong kita memahami firman, mengingatkan kita ketika mulai menyimpang, menegur hati ketika melakukan kesalahan, serta memberikan kekuatan untuk melakukan kehendak Tuhan.
Karena itu, jangan hanya meminta Tuhan memberkati rencana kita. Belajarlah berkata:
“Tuhan, apa yang Engkau kehendaki untuk saya lakukan?”
Itulah hati yang mau dipimpin Roh Kudus.
5. Tuhan Ingin Kita Memiliki Hati yang Takut Akan Dia
Ulangan 17:19 mengatakan bahwa raja harus membaca hukum Tuhan seumur hidupnya supaya ia belajar takut akan Tuhan.
Takut akan Tuhan bukan berarti hidup dalam ketakutan terhadap Tuhan. Takut akan Tuhan berarti menghormati Tuhan, mengakui kebesaran-Nya dan menempatkan kehendak-Nya lebih tinggi daripada kehendak kita sendiri.
Orang yang takut akan Tuhan akan berhati-hati dalam perkataan.
Ia berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Ia menjaga kehidupannya.
Ia tidak mudah mengikuti apa yang dilakukan dunia.
Ia belajar bertanya, “Apakah keputusan ini menyenangkan hati Tuhan?”
Inilah kehidupan yang Tuhan kehendaki.
Ulangan 17–18 mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak pernah meminta umat-Nya berjalan tanpa arah. Tuhan memberikan firman-Nya dan tuntunan-Nya agar kita dapat berjalan di jalan yang benar.
Hari ini mungkin kita sedang menghadapi keputusan besar. Mungkin ada masa depan yang belum kita ketahui. Mungkin ada persoalan yang membuat kita bingung dan tidak tahu harus memilih jalan yang mana.
Jangan terburu-buru mencari jawaban dari dunia.
Datanglah kepada Tuhan.
Buka firman-Nya.
Berdoalah.
Diam di hadapan-Nya.
Dan izinkan Roh Kudus memimpin langkah kita.
Kita tidak harus mengetahui seluruh perjalanan hidup kita. Kita hanya perlu memastikan bahwa Dia yang memegang masa depan juga yang memimpin langkah kita hari ini.
Jangan hidup hanya berdasarkan apa yang kita lihat.
Jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan apa yang kita rasakan.
Hiduplah berdasarkan firman Tuhan dan biarkan Roh Kudus memimpin setiap langkah kita.
Doa
Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu yang mengingatkan kami agar hidup di bawah pimpinan-Mu. Ampuni kami ketika sering mengandalkan kekuatan, kemampuan dan pengertian kami sendiri.
Ajarlah kami memiliki hati yang takut akan Tuhan. Tolong kami untuk mencintai firman-Mu, membacanya, merenungkannya dan melakukannya dalam kehidupan kami.
Roh Kudus, pimpinlah setiap langkah kami. Berikan kami kepekaan untuk mendengar suara Tuhan dan keberanian untuk menaati kehendak-Mu. Ketika kami menghadapi ketidakpastian, ajarlah kami untuk tidak mencari jawaban di luar Tuhan, tetapi tetap percaya kepada-Mu.
Pimpin keluarga kami, pekerjaan kami, pelayanan kami dan masa depan kami. Biarlah seluruh kehidupan kami menjadi kesaksian bahwa kami adalah umat yang hidup di bawah pimpinan Tuhan.
Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin. (*)
Editor : Deiby Rotinsulu