Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Senin 7 September 2026

Fandy Gerungan • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 10:19 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Biasa ke XXIII (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I 1 Korintus 5:1-8

Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya.

Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu?

Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku?sama seperti aku hadir?telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu.

Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita,

orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.

Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?

Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.

Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 5:5-6.7.12

Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan.

Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.

Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

Bacaan Injil Lukas 6:6-11

Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.

Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.

Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri.

Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?"

Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.

Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve sahabat muda katolik, kita sering ingin terlihat baik di depan orang lain. Kita ingin dianggap berhasil, keren, kuat, dan tidak punya masalah. Tetapi Tuhan tidak hanya melihat apa yang tampak dari luar. Tuhan melihat hati kita.

Bacaan hari ini mengajak kita untuk berani melihat diri sendiri. Ada hal-hal dalam hidup yang mungkin selama ini kita anggap kecil, tetapi jika terus dibiarkan dapat perlahan-lahan menguasai diri kita.

Kebiasaan buruk, iri hati, kebohongan, kemarahan, kesombongan, atau pergaulan yang tidak sehat mungkin awalnya terlihat sederhana. Namun, sesuatu yang kecil jika terus dipelihara bisa menjadi besar dan akhirnya menjauhkan kita dari Tuhan.

Karena itu, menjadi orang muda Katolik berarti berani berkata kepada diri sendiri: saya perlu berubah. Kita juga belajar dari Yesus untuk tidak mudah menghakimi orang lain. Kadang kita begitu cepat melihat kesalahan teman, tetapi lupa melihat kekurangan diri sendiri.

Di media sosial, misalnya, kita mudah memberikan komentar tentang kehidupan orang lain. Kita tahu kesalahan mereka, tetapi tidak tahu perjuangan yang sedang mereka alami.

Yesus mengajarkan kepada kita untuk memiliki hati yang penuh belas kasih. Ketika melihat seseorang jatuh, jangan langsung menghakimi. Kalau bisa membantu, bantulah. Kalau tidak bisa membantu, setidaknya jangan memperburuk keadaan.

Teman-teman, mungkin ada di antara kita yang sedang berjuang meninggalkan sesuatu yang buruk. Jangan merasa bahwa semuanya sudah terlambat.

Tuhan selalu memberikan kesempatan untuk memulai kembali. Kita boleh jatuh, tetapi jangan memilih untuk tetap tinggal dalam kejatuhan.

Jangan takut berubah hanya karena takut kehilangan teman. Jangan takut memilih yang benar hanya karena pilihan itu tidak populer.

Sebagai OMK, kita dipanggil untuk menjadi orang muda yang berani berbeda karena kebaikan. Berani jujur ketika orang lain memilih berbohong. Berani mengampuni ketika orang lain memilih membenci. Berani menjaga kemurnian diri ketika dunia menawarkan banyak godaan.

Kita tidak harus menjadi sempurna untuk datang kepada Tuhan. Yang Tuhan inginkan adalah hati yang mau dibentuk dan diperbarui.

Maka hari ini, mari kita bertanya kepada diri sendiri: Apa yang perlu saya tinggalkan? Apa yang perlu saya ubah? Dan apa yang Tuhan ingin sembuhkan dalam diri saya?

Jangan hanya menjadi orang muda yang aktif di Gereja. Jadilah orang muda yang membawa Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Di keluarga, jadilah pembawa damai. Di sekolah dan tempat kerja, jadilah pribadi yang jujur. Dalam persahabatan, jadilah orang yang bisa dipercaya. Di media sosial, jadilah pembawa kebaikan.

Karena iman bukan hanya tentang seberapa sering kita datang ke Gereja, tetapi juga tentang seberapa nyata Kristus terlihat dalam cara kita hidup. Mari menjadi OMK yang tidak takut berubah, tidak mudah menghakimi, dan selalu berani memilih kebaikan.

Sebab Tuhan tidak mencari orang muda yang sempurna. Tuhan mencari hati yang mau dibentuk oleh-Nya. (*)

Editor : Fandy Gerungan
renungan katolik omk Renungan