Ayat Kunci
Ulangan 30:19
"Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu."
Ulangan 29 — Jangan Lupa Perjanjian Tuhan
Ulangan 29 berisi pembaruan perjanjian antara Tuhan dengan bangsa Israel. Musa mengingatkan bangsa Israel tentang segala sesuatu yang telah Tuhan lakukan bagi mereka. Tuhan telah membawa mereka keluar dari Mesir, memelihara mereka di padang gurun, memberikan kemenangan, dan membawa mereka sampai mendekati tanah yang dijanjikan.
Namun, setelah mengalami begitu banyak pertolongan Tuhan, Israel tetap harus mengambil keputusan untuk hidup dalam perjanjian dengan-Nya.
Hal ini mengingatkan kita bahwa mengalami pertolongan Tuhan tidak otomatis membuat seseorang tetap setia kepada Tuhan. Kita dapat melihat mujizat, mengalami berkat, menerima pertolongan, tetapi hati tetap perlu dijaga supaya tidak berpaling dari Tuhan.
Sering kali manusia mudah mengingat masalah, tetapi lupa pertolongan Tuhan. Ketika menghadapi kesulitan, kita dapat bertanya, "Di mana Tuhan?" Padahal kalau kita melihat kembali perjalanan hidup kita, ada begitu banyak pertolongan Tuhan yang sudah kita alami.
Karena itu, Ulangan 29 mengajarkan kita untuk mengingat kembali kesetiaan Tuhan.
Sebagai umat Pantekosta, kita percaya bahwa Roh Kudus bekerja dalam kehidupan orang percaya untuk mengingatkan kita kepada firman Tuhan dan menolong kita tetap berjalan dalam kebenaran. Jangan biarkan kesibukan, masalah, kekecewaan, atau keinginan dunia membuat kita melupakan Tuhan.
Jangan Biarkan Hati Menjadi Keras
Salah satu bahaya terbesar dalam kehidupan rohani bukan hanya penderitaan, tetapi hati yang mulai menjauh dari Tuhan.
Seseorang bisa tetap beribadah secara lahiriah, tetapi hatinya tidak lagi sungguh-sungguh mencari Tuhan. Bisa membaca firman, tetapi tidak lagi melakukannya. Bisa menyebut nama Tuhan, tetapi dalam keputusan hidup justru mengikuti kehendak sendiri.
Karena itu, kita perlu terus meminta Roh Kudus menyelidiki hati kita.
Jangan hanya bertanya, "Apakah Tuhan memberkati saya?" tetapi tanyakan juga, "Apakah hidup saya masih berkenan kepada Tuhan?"
Tuhan tidak hanya ingin memberikan berkat kepada kita. Tuhan ingin memiliki hati kita.
Ulangan 30 — Pilihlah Kehidupan
Ulangan 30 merupakan panggilan Tuhan kepada bangsa Israel untuk kembali kepada-Nya. Musa menyampaikan bahwa ketika umat Tuhan berbalik dan kembali mencari Tuhan dengan segenap hati dan jiwa, Tuhan akan memulihkan mereka.
Di sini kita melihat bahwa pintu pertobatan selalu terbuka bagi orang yang mau kembali kepada Tuhan.
Mungkin seseorang pernah gagal. Mungkin pernah jatuh dalam dosa. Mungkin pernah mengambil keputusan yang salah. Mungkin pernah jauh dari Tuhan.
Tetapi kegagalan masa lalu tidak harus menjadi akhir dari kehidupan kita.
Tuhan memberikan kesempatan untuk kembali.
Bahkan Musa berkata bahwa firman Tuhan itu tidak terlalu jauh. Firman itu dekat, supaya umat Tuhan dapat melakukannya.
Kemudian muncul perkataan yang sangat kuat:
"Pilihlah kehidupan."
Ini menunjukkan bahwa kehidupan bersama Tuhan membutuhkan keputusan.
Setiap hari kita diperhadapkan pada pilihan:
- memilih taat atau tidak taat;
- memilih mengampuni atau menyimpan kepahitan;
- memilih percaya atau terus hidup dalam ketakutan;
- memilih mengikuti firman atau mengikuti keinginan daging;
- memilih Tuhan atau memilih dunia.
Pilihan-pilihan tersebut menentukan arah kehidupan kita.
Roh Kudus Menolong Kita Memilih Kehidupan
Sebagai umat Pantekosta, kita tidak menjalani kehidupan rohani dengan kekuatan sendiri.
Kita membutuhkan pertolongan Roh Kudus.
Roh Kudus menolong kita memahami firman, memberikan kekuatan untuk melakukan kehendak Tuhan, menegur ketika kita mulai menyimpang, dan mengingatkan kita ketika hati mulai menjauh.
Karena itu, jangan hanya meminta Roh Kudus bekerja dalam keadaan darurat.
Izinkan Roh Kudus memimpin setiap keputusan kita, termasuk keputusan-keputusan kecil dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika Roh Kudus mengingatkan kita untuk mengampuni, jangan melawan.
Ketika Roh Kudus menegur kita melalui firman Tuhan, jangan mengeraskan hati.
Ketika Tuhan meminta kita meninggalkan sesuatu yang tidak berkenan kepada-Nya, jangan mempertahankannya.
Ketaatan kepada suara Tuhan adalah salah satu bentuk nyata bahwa kita memilih kehidupan.
Jangan Salah Memilih
Ulangan 30 menunjukkan bahwa Tuhan memperhadapkan umat-Nya kepada kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk.
Tuhan menghendaki umat-Nya memilih kehidupan.
Namun, memilih kehidupan bukan sekadar memilih kenyamanan, kekayaan, kesehatan, atau keberhasilan. Memilih kehidupan berarti memilih Tuhan dan jalan-Nya.
Ada kalanya memilih Tuhan justru membuat kita harus meninggalkan sesuatu.
Ada kalanya taat kepada Tuhan membuat kita harus berkata "tidak" terhadap keinginan pribadi.
Ada kalanya mengikuti kehendak Tuhan membutuhkan pengorbanan.
Tetapi pada akhirnya, jalan Tuhan adalah jalan kehidupan.
Dunia menawarkan banyak pilihan. Tidak semuanya salah secara kelihatan. Bahkan beberapa pilihan terlihat sangat menarik dan menguntungkan. Tetapi kita membutuhkan Roh Kudus untuk membedakan mana yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
Jangan hanya memilih berdasarkan apa yang terlihat baik di mata manusia.
Pilihlah berdasarkan apa yang benar di hadapan Tuhan.
Renungan untuk Kita Hari Ini
Ulangan 29 mengingatkan kita untuk tidak melupakan kesetiaan Tuhan.
Ulangan 30 mengingatkan kita untuk kembali kepada Tuhan dan memilih kehidupan.
Kedua pasal ini membawa kita pada satu pertanyaan penting:
"Ke mana arah hati kita hari ini?"
Mungkin secara fisik kita masih berada di gereja. Tetapi bagaimana keadaan hati kita?
Apakah kita masih haus akan firman Tuhan?
Apakah kita masih rindu berdoa?
Apakah kita masih peka terhadap suara Roh Kudus?
Apakah kita masih mau taat ketika Tuhan menegur?
Jangan sampai kita hanya mengingat apa yang Tuhan berikan, tetapi melupakan Tuhan yang memberikan semuanya.
Hari ini Tuhan kembali mengingatkan kita: pilihlah kehidupan.
Pilihlah untuk tetap percaya.
Pilihlah untuk tetap taat.
Pilihlah untuk mengampuni.
Pilihlah untuk hidup dalam kekudusan.
Pilihlah untuk meninggalkan dosa.
Pilihlah untuk berjalan bersama Tuhan.
Dan biarlah Roh Kudus menolong kita untuk tetap setia sampai akhir.
Ulangan 29 mengajarkan kita untuk mengingat perjanjian dan kesetiaan Tuhan. Jangan biarkan hati kita menjadi keras atau melupakan Tuhan setelah mengalami pertolongan-Nya.
Ulangan 30 mengajarkan bahwa selalu ada kesempatan untuk kembali kepada Tuhan. Tuhan memberikan pilihan yang jelas: kehidupan atau kematian, berkat atau kutuk.
Hari ini kita dipanggil untuk memilih kehidupan.
Bukan hanya kehidupan yang nyaman, tetapi kehidupan yang berjalan dalam kehendak Tuhan.
Mari memberikan hati kita kepada Roh Kudus dan berkata:
"Tuhan, pimpinlah setiap pilihan dalam hidupku. Tolong aku untuk tidak melupakan-Mu. Berikan aku hati yang taat dan kekuatan untuk memilih kehidupan yang Engkau kehendaki."
Doa
Tuhan Yesus, kami bersyukur untuk firman-Mu hari ini. Terima kasih karena Engkau selalu setia dalam perjalanan hidup kami. Ampuni kami apabila sering kali kami melupakan kebaikan-Mu dan memilih jalan kami sendiri.
Roh Kudus, lembutkan hati kami. Tolong kami untuk peka terhadap suara-Mu dan berikan kami kekuatan untuk melakukan firman Tuhan.
Hari ini kami memilih kehidupan. Kami memilih untuk percaya, taat, dan berjalan bersama Tuhan. Pimpin setiap keputusan kami, keluarga kami, pekerjaan kami, pelayanan kami, dan seluruh kehidupan kami.
Biarlah hidup kami menjadi kesaksian tentang kesetiaan Tuhan.
Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin (*)
Editor : Deiby Rotinsulu