RHK GMIM Kamis 17 September 2026
Filipi 2:6-7
(6) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
(7) melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Keluarga kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Paulus menyatakan keilahian Yesus Kristus melalui ungkapan "yang walaupun dalam rupa Allah".
Penggunaan kata "yang ada" menekankan eksistensi yang tetap dan tidak berubah, khususnya menunjuk pada sifat keilahian Yesus Kristus.
Ini menunjukkan bahwa keberadaan Yesus Kristus sebagai Allah tidak bersifat sementara atau berubah-ubah, melainkan tetap dan melekat dalam diri-Nya.
Jika dilihat, kata Yunani morphé yang artinya mirip atau serupa, memiliki hubungan dengan kata ousia yang artinya
hakikat.
Jika menghubungkan kedua arti ini, maka ungkapan en morphé theou (dalam rupa Allah) dapat menunjukkan sebagai suatu keadaan ilahi.
Keluarga kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Paulus melanjutkan dengan menyatakan bahwa Yesus Kristus telah mengosongkan diri-Nya, yang dalam bahasa Yunani ditulis alla eauton ekenosen.
Ungkapan ini menyampaikan tindakan sadar Yesus Kristus dalam merendahkan diri-Nya.
Meskipun Ia memiliki keberadaan ilahi.
Ia memilih untuk tidak mempertahankan posisi kemuliaan-Nya bersama Bapa.
Istilah 'kenosis' dari kata kerja mengacu pada pengosongan diri tersebut.
Namun, tindakan ini tidak berarti bahwa Yesus Kristus melepaskan atau mengurangi keilahian dan kemuliaan-Nya.
Ia tetap setara dengan Allah Bapa dan Roh Kudus.
Di sini maksud Paulus bukan penghilangan esensi keilahian, melainkan pembatasan dalam penyataan kemuliaan-Nya ketika Ia hadir dalam tubuh manusia.
Dalam rupa manusia, keilahian Yesus Kristus tetap utuh, tetapi tidak dimanifestasikan secara penuh selama pelayanan-Nya di dunia.
Keluarga kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Di tengah kehidupan modem yang sering mendorong orang mencari popularitas pengakuan dan kepentingan diri sendiri, firman Tuhan Allah hari ini mengajarkan kepada kita tentang teladan Yesus Kristus.
Kebesaran sejati bukanlah tentang kedudukan, kekuasaan atau kehormatan melainkan tentang kerelaan melayani dan mengutamakan orang lain.
Kerendahan hati Yesus Kirstus menjadi panggilan bagi setiap orang percaya untuk hidup dalam kasih, pengorbanan dan pelayanan.
Doa: Ya Tuhan Allah, mampukan kami untuk hidup dalam kerendahan hati dan ketaatan kepada kehendak-Mu. Jadikan kami alat damai sejahtera-Mu di dalam keluarga, gereja, tempat kerja dan masyarakat. Dalam nama Yesus Kristus, Amin.
Baca Juga: MTPJ GMIM 13-19 September 2026, Filipi 2:1-11
Baca Juga: RHK GMIM Minggu 13 September 2026, Filipi 2:1-2 Ajakan Untuk Hidup Bersatu
Baca Juga: RHK GMIM Senin 14 September 2026, Filipi 2:3 Rendah Hati Dalam Relasi Dengan Sesama
Baca Juga: RHK GMIM Selasa 15 September 2026, Filipi 2:4 Memperhatikan Kepentingan Orang Lain
Baca Juga: RHK GMIM Rabu 16 September 2026, Filipi 2:5 Meneladani Pikiran Yesus Kristus
Editor : Aprilia Sahari